Kita Bukan Robot, Maka Bekerjalah dengan Makna


Pernah enggak sih saat kita bekerja, rasanya monoton banget, bosan banget, ingin melakukan hal lain keluar dari rutinitas pekerjaan atau bahkan mengalami burnout? Karena kita bukan robot, maka kita pasti pernah mengalami hal-hal seperti itu. Betul?

bekerja dengan makna



Lalu saat bosan melanda, sedikit banyak pasti akan berpengaruh pada etos kerja kita. Enggak jarang kinerja menjadi menurun dan hasil karya kurang maksimal. Apakah kita tidak berpikir bahwasanya sebelumnya sudah susah payah untuk mendapatkan pekerjaan yang sekarang ini? Di sinilah pentingnya mempunyai keahlian yang menyeluruh dalam bekerja. Ada hard skill juga soft skill yang perlu dikuasai oleh para pekerja.

Hard skill merupakan keahlian utama yang dibutuhkan dalam suatu pekerjaan. Seperti ilmu pengetahuan di bidangnya dan keterampilan teknis yang berhubungan dengan bidang ilmunya. Sedangkan soft skill merupakan keahlian seseorang dalam mengatur dirinya sendiri dan kemampuan dalam berhubungan dengan orang lain. Contoh dari soft skill adalah kemampuan beradaptasi, berkomunikasi, manajemen waktu, dan lain-lain.

Agar kita tak mudah bosan, stuck, atau berhadapan dengan hal-hal buruk lainnya, selain hard skill kita juga harus menguasai soft skill. Apalagi di masa depan akan muncul berbagai pekerjaan baru dengan berbagai kualifikasi yang berbeda jauh dari yang selama ini kita hadapi. Oleh karena itu, soft skill menjadi hal yang dibutuhkan untuk para pekerja agar dapat tampil lebih unggul dibanding lainnya.


 

Keahlian yang Dibutuhkan untuk Dapat Bersaing di Dunia Kerja di Zaman Now dan Masa yang Akan Datang

Menurut hasil survei dari Forum Ekonomi Dunia atau World Economic Forum (WEF) menyebutkan bahwa wajah lapangan kerja global akan banyak berubah karena perkembangan teknologi. Dampaknya, kurang dari lima tahun lagi 54% pekerja di seluruh dunia akan membutuhkan program-program pendidikan yang mengajarkan keahlian baru. Hal ini dijelaskan WEF dalam laporan berjudul The Future of Jobs Report (2018).

Nah, WEF telah menyusun daftar keahlian penting yang diperlukan dalam menghadapi persaingan di masa mendatang. Beberapa keahlian penting tersebut diantaranya:

1. Berpikir Kritis, Analitis dan Berinovasi

Orang yang berpikir kritis akan dibutuhkan perusahaan untuk mengendalikan pegawai laian, baik untuk mengarahkan pegawai manusia maupun mengarahkan pegawai robot. Pemikir kritis akan menganalisa dan mengamati aliran informasi dari berbagai sumber dengan lebih banyak menggunakan logikanya dari pada emosinya. Dia juga akan terbuka terhadap berbagai kemungkinan.

Kemudian berpikir analitis adalah kemampuan untuk mengurai sebuah persoalan menjadi bagian-bagian kecil, kemudian memahami hubungan di antara bagian-bagian tersebut. Kemampuan ini diperlukan untuk memetakan masalah, membuat perencanaan, serta mengevaluasi berbagai hal untuk pengembangan bisnis.

Selanjutnya kemampuan berinovasi adalah kemampuan dalam merancang ide-ide baru serta melahirkan solusi alternatif untuk berbagai masalah kompleks.

2. Pembelajar Aktif

Untuk bersaing di era Industri 4.0, seseorang harus mampu belajar secara aktif dan tahu cara belajar efektif lewat berbagai metode seperti lewat studi literasi, observasi, maupun praktik langsung.

Kemampuan ini diperlukan agar mereka bisa merespon perubahan, memanfaatkan berbagai informasi dan teknologi baru dengan sigap.

3. Kreatif dan Inisiatif

Pekerja manusia di masa depan harus kreatif serta memahami cara kerja teknologi baru di masa depan. Karena di masa depan, pekerja manusia akan bersaing dengan pekerja robot. 

Orang kreatif akan mampu menciptakan ide-ide orisinil dan mewujudkannya jadi kenyataan. Hal ini tentu merupakan sebuah keahlian yang bernilai mahal.

Untuk itu seseorang juga harus memiliki inisiatif tinggi, yakni kemampuan untuk mengambil keputusan, memegang tanggung jawab, serta menjalankan pekerjaan secara mandiri.

4. Keahlian Teknologi

Revolusi industri ke-4 dipenuhi oleh inovasi teknologi seperti Artificial Intelligence (AI), big data, virtual reality (VR), blockchain, dll. Semua orang dituntut mampu untuk menggunakan teknologi yang ada di sekitar mereka tersebut.

Pada level paling dasar, karyawan dari hampir semua bidang pekerjaan harus mampu mengakses data dan paham cara menggunakan data tersebut. Untuk itu karyawan harus punya keahlian teknis.

5. Kepemimpinan

Keahlian ini masih dibutuhkan di masa depan. Bahwa seorang pemimpin harus mampu menggerakkan banyak orang, sekaligus mampu mengarahkan mereka secara bertanggung jawab.

Keahlian ini membuat seseorang mampu menginspirasi orang lain dan membantu orang lain untuk menjadi diri mereka yang terbaik, juga membantu menghadapi masalah dan membuat solusi.

teamwork
Teamwork (credit: pexels.com)

6. Kecerdasan Emosional

Kecerdasan emosional adalah kemampuan seseorang untuk menyadari, mengendalikan, dan mengekspresikan emosinya sendiri dengan baik. Selain itu, dia juga pandai merasa dan memahami emosi orang lain.

Seseorang bisa disebut memiliki kecerdasan emosional jika memiliki empati, integritas, dan mampu bekerja sama baik dengan orang lain. Kecerdasan emosional penting untuk karir di masa depan karena mesin tidak bisa menggantikan manusia dalam merasakan emosi atau pun berbaur dengan manusia secara emosional. Sehingga pekerja manusia yang memiliki kecerdasan emosional tinggi akan banyak dibutuhkan.

Baca juga: Lagi Cari Kerja? Ini Dia 4 Cara yang Bisa Dicoba!

7. Penalaran Matematis

Menurut hasil survey WEF, sekurang-kurangnya mulai 2022 industri di Indonesia akan banyak membutuhkan software developer, apps developer, analis data, manajer operasional, sales representatives, analis keuangan, human resources specialist, serta teknisi dan insinyur bidang robotika. 

Maka di tengah tren otomatisasi tersebut, kemampuan seseorang untuk memetakan masalah, menyusun bukti, serta menarik kesimpulan secara matematis akan diperlukan di berbagai bidang profesi.

8. Kemampuan Memecahkan Masalah Rumit

Kemampuan memecahkan masalah yang rumit atau complex problem-solving meliputi skill mengidentifikasi masalah yang terjadi, meninjau dan menyusun informasi yang terkait dengan masalah yang ada, mengelola informasi sebagai jalan keluar, dan mengimplementasikannya hingga mengevaluasi langkah-langkah yang dipilih.
Kemampuan ini tentu diperlukan agar tidak mengganggu produktivitas, terutama terkait pekerjaan.

9. Mendengarkan Secara Aktif

Soft skill ini erat kaitannya dengan kecerdasan emosional. Jika kita mendengarkan dengan baik, kita dapat mempelajari sesuatu dari orang lain.
Kita juga belajar berkomunikasi dengan baik. Jika keduanya dikuasai, kita akan bisa menjadi komunikator yang baik.

10. Kerja Sama dan Kolaborasi

Bekerja sama dan kolaborasi dalam pekerjaan akan dapat memaksimalkan pekerjaan. Karena kunci kesuksesan salah satunya adalah menyelesaikan sesuatu bersama-sama dengan orang lain. Karena di dalamnya kita dapat belajar lebih banyak lagi kepada mereka yang sudah berpengalaman.


11. Manajemen Waktu

Keahlian mengatur waktu melatih kedisiplinan dalam berbagai hal dalam kehidupan, termasuk dalam dunia kerja. Karena menjadi tepat waktu adalah hal yang sangat penting. Maka keahlian ini sangat dibutuhkan dalam bekerja.

12. Adaptasi

Perubahan yang terjadi di dunia kerja masa depan sangat cepat terjadi. Maka orang-orang harus gesit dan menerima perubahan dengan senang hati. Karena perubahan pasti terjadi dan tidak akan menunggu siapa pun.

Otak kita bukan hanya harus fleksibel, tapi juga harus bisa beradaptasi. Karena kita perlu menyesuaikan diri pada perubahan situasi dunia kerja, tuntutan kerja, dan keahlian yang dibutuhkan di dunia kerja.
Keahlian mendasar yang penting di masa revolusi industri ke-4 adalah kemampuan untuk melihat perubahan sebagai peluang untuk tumbuh dan berinovasi. Tidak menganggap perubahan sebagai beban.


Itulah beberapa keahlian yang dibutuhkan untuk dapat bersaing di dunia kerja di zaman now dan masa yang akan datang. Masih ada beberapa keahlian lain dan untuk meningkatkan kemampuan yang penting juga untuk diupgrade, bisa dilihat di Insight Report The Future of Jobs Report 2018 yang info link-nya saya sertakan di bagian referensi di bawah tulisan ini. Yang jelas, untuk dapat bersaing di dunia kerja kita mesti mempunyai hard skill dan soft skill yang mumpuni 👌


QuBisa, Aplikasi Siap Kerja yang Membantu Tingkatkan Keahlian untuk Bersaing di Dunia Kerja

Di era digital ini, selain tuntutan di dunia kerja semakin tinggi termasuk keahlian-keahlian yang dibutuhkan seperti tersebut di atas, banyak juga kemudahan-kemudahan yang ditawarkan. Kemajuan teknologi telah menelurkan wadah-wadah belajar secara online yang bisa kita akses dengan mudah, kapan saja dan di mana saja.

Seperti misalnya hadirnya QuBisa, salah satu platform atau aplikasi siap kerja yang bisa membantu kita dalam meningkatkan keahlian untuk bersaing di dunia kerja.


qubisa aplikasi siap kerja


Bersama QuBisa ini, kita dapat belajar secara online mengenai keahlian-keahlian yang kita butuhkan. Di sini ada hard skill dan soft skill yang disuguhkan. Keahlian dalam bidang IT, bisnis, marketing, desain, hingga public speaking ada di sini. Materi-materi pengembangan diri juga banyak tersaji, seperti materi cara meningkatkan personal branding.  

Produk yang dihadirkan QuBisa saat ini ada Kursus, Microlearning, Webinar, Paket Kursus, Artikel, dan Sertifikasi. Produk-produk itu dapat kita akses secara berbayar dan banyak pula yang gratis.

Saya suka menggunakan aplikasi belajar online QuBisa ini karena simpel, sih. Jadi belajar gak ribet. Dari segi tampilan dan cara penggunaan sederhana dan mudah digunakan. Kita juga bisa belajar sambil mengumpulkan poin untuk ikut Liga PoinQu, juga bisa berkomentar dan memberikan rating atas materi dan pemateri dengan mudah. Kemudian yang paling asyik, bagi yang sedang berkantong tipis (seperti saya) bisa belajar gratis dengan menyimak berbagai kursus online gratis, webinar, maupun microlearning. Oh ya, artikel-artikelnya pun juga bermanfaat untuk dibaca pastinya.

Belajar tentang 3 Prinsip dalam Memaknai Pekerjaan di QuBisa

Kemarin saya mencoba mendaftar beberapa kursus gratis di QuBisa. Salah satu yang saya suka sekali menyimaknya adalah kursus online gratis yang berjudul "30 Menit Pahami 3 Prinsip dalam Memaknai Pekerjaan". Kursus ini dibawakan oleh Dr. Abdul Latief, seorang Praktisi, Akademisi, Penulis, dan Pembicara Publik. Beliau ini adalah salah satu trainer terbaik yang dimiliki Astra Group.

Kursus online gratis ini masuk dalam kategori Kelas Siap Kerja. Saya ingin membagikan isi kursus itu di sini karena berhubungan dengan soft skill yang saya bahas di atas. Seperti yang saya sebut di awal tulisan ini, kadang kita merasa bosan dalam bekerja. Lalu, apa yang mesti kita lakukan?
Menurut Dr. Abdul Latief, jika kita telah mempunyai prinsip dalam bekerja secara benar, insyaa Allah kita tidak akan menyalahgunakan tanggung jawab dalam bekerja. 

Apakah prinsip-prinsip itu? Dr. Abdul Latief mengatakan bahwa yang pertama harus kita ingat adalah bahwa kita harus menjadikan pekerjaan kita sebagai bagian dari ibadah. Karena jika kita menggantungkan atau mengaitkan pekerjaan kita untuk beribadah kepada Tuhan (Allah subhanahu wa ta'ala), maka pekerjaan itu akan mempunyai nilai yang lebih besar daripada hanya sekadar mencari uang.

Lalu jika orientasi kita dalam bekerja adalah uang semata, maka kita akan selalu terobsesi pada keinginan-keinginan duniawi yang tak akan pernah selesai. Misal saat ini punyanya sepeda motor, maka besok jika sudah berhasil punya mobil masih ingin punya mobil yang lebih mewah. Lalu jika sudah tercapai, ingin punya pesawat, dan seterusnya.

Dalam bekerja, sebagai perwujudan dari bekerja sebagai bagian dari ibadah adalah dengan memiliki 2 tujuan dalam bekerja, yaitu bekerja sebagai lahan penghidupan dan sebagai lahan pengabdian.
Sebagai lahan penghidupan artinya pekerjaan itu untuk memenuhi kebutuhan bukan keinginan untuk hidup layak bagi diri dan keluarga.
Kemudian sebagai lahan pengabdian artinya bekerja untuk memenuhi kewajiban, apa yang bisa kita lakukan sebagai hamba Tuhan. Apa yang bisa kita lakukan dari pekerjaan kita untuk menunjang pengabdian kepada Sang Khalik.



kursus di qubisa


Nah, dari tujuan bekerja sebagai lahan penghidupan dan lahan pengabdian tersebut, ada 3 prinsip dalam bekerja yang dipegang oleh Dr. Abdul Latief selama ini. 3 prinsip tersebut adalah:
  1. Pekerjaan itu bisa menafkahi secara cukup dan layak (kecukupan untuk nafkah, untuk diri dan keluarga).
  2. Pekerjaan itu dapat menambah kualitas hidup. Yaitu menambah kualitas diri untuk berkembang (memacu untuk belajar hal-hal baru, tak lekas puas dengan capaian, tidak terjebak pada comfort zone). Maka pekerjaan itu dapat memberikan ruang untuk terus belajar, misal ikut workshop, training, dll.
  3. Pekerjaan itu dapat memberikan kesempatan untuk berkontribusi secara sosial. Misal dapat untuk bersedekah (uang), bisa sharing ilmu untuk orang lain, dan memberikan value untuk orang lain.

3 prinsip dalam bekerja yang dipegang oleh Dr. Abdul Latief ini pada dasarnya berlandaskan pada nilai-nilai Keislaman yang tertuang dalam Al-Qur'an dan hadits. Bahwasanya kita sebagai manusia diciptakan untuk beribadah, bahwa sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat untuk orang lain, dan kewajiban kita untuk menuntut ilmu dari buaian hingga ke liang lahat.

Dari kursus yang dibawakan oleh Dr. Abdul Latief tersebut kita dapat belajar mengenai prinsip atau value dalam bekerja yang harus kita miliki. Kita bisa menemukan value kita sendiri, yang mungkin berbeda dari value di atas. Namun pastikan bahwa prinsip atau value itu positif. Sehingga jika kita merasa malas saat bekerja, ingat akan value dalam bekerja yang kita buat sendiri. Misal, kita enggak bisa bekerja seenaknya karena kita akan melalaikan kewajiban, kita tak boleh korupsi waktu agar berkah pekerjaannya, dan sebagainya. 

Maka hendaklah kita bekerja tidak seperti robot (yang tak punya rasa malas, capai, bosan, juga tak punya soft skill yang sangat penting dalam bekerja, baik dalam hubungannya dengan diri sendiri maupun dengan orang lain). Kita harus bekerja dengan makna, sehingga peluh keringat yang kita keluarkan bukan semata-mata untuk memenuhi kebutuhan duniawi, namun juga untuk menabung sebagai bekal ke alam yang abadi. Insyaa Allah.


kursus online gratis di qubisa

Itu dia salah satu hasil belajar saya di QuBisa. Masih ada kursus-kursus lain dari Dr. Abdul Latief yang juga bagus untuk disimak (dan nantinya dipraktikkan, ya). Kursus-kursus lain dan webinar serta microlearning juga masih banyak yang layak untuk dipelajari. Tinggal pilih, kita butuh yang mana.

Saya yakin aplikasi belajar online ini akan dapat membantu banyak orang untuk belajar mengembangkan diri atau istilahnya cara meningkatkan personal branding, juga upgrade ilmu/coaching/mentoring, cara belajar efektif, meningkatkan kemampuan, upskilling dan reskilling, juga belajar gak ribet. Yang jelas aplikasi ini bermanfaat banget untuk meningkatkan keahlian.

Baca juga: Tempat Kerja Para Pekerja Digital.


Oh iya, FYI buat teman-teman bloger, saat ini QuBisa sedang mengadakan kompetisi blog, lho. Kompetisi berhadiah total 10 juta rupiah ini menyodorkan tema "Memulai Karir Lebih Percaya Diri Bersama Aplikasi Siap Kerja QuBisa". Yuk, ikutan. Waktu kompetisinya masih lumayan lama, kok, yaitu hingga tanggal 10 Desember 2021. Jadi masih banyak waktu buat menyusun draft dan sekaligus upskilling dan reskilling di QuBisa 😊 

Nah, agar bisa menggunakan aplikasi QuBisa, teman-teman dapat mengunduhnya di App Store maupun Play Store 

Kemudian informasi selengkapnya mengenai QuBisa, teman-teman dapat meluncur ke website maupun media sosial QuBisa berikut ini:

  • https://www.qubisa.com/
  • https://www.instagram.com/qubisa.id
  • https://twitter.com/QuBisa_id
  • https://www.facebook.com/qubisa.id
  • https://www.youtube.com/channel/UCBbT9OhBl6vWcjxLIhn6wug
  • https://id.linkedin.com/organization-guest/company/qubisa
  • https://www.tiktok.com/@qubisaid.

Demikianlah temans sepenggal tulisan tentang pentingnya meningkatkan keahlian untuk bersaing di dunia kerja dan bagaimana yang dimaksud bekerja dengan makna. Semoga tulisan ini bermanfaat, ya 😊

***


Referensi:

  • Insight Report The Future of Jobs Report 2018 ( https://www3.weforum.org/docs/WEF_Future_of_Jobs_2018.pdf ) 
  • 7 Keahlian Penting untuk Bersaing di Era Industri 4.0 - kbr.id ( https://kbr.id/nasional/01-2019/7_keahlian_penting_untuk_bersaing_di_era_industri_4_0/98735.html )
  • https://www.qubisa.com/



15 comments

  1. Dari segabruk review Qubisa yg udah aku baca, artikel ini ter DE BEST!
    Serius, mbaa... dikau meletakkan isu yg super duper esensial.
    Bahwa memang bekerja itu ibadah dan semua yg kau sampaikan di artikel ini...SUPERB!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ahhhh aha aha aha.. hihi.
      Bisa aja Mbak Nurul nih. Makasihhh semoga bermanfaat ya Mbak tulisanku ini ^^

      Delete
    2. iya benar setuju dengan komentar mbak Nurul, aku serius membacanya per poin. Berisi sekali artikelnya mbak.
      Sampai ngeh isu-isu dan hal apa saja yang diperlukan dalam dunia pekerjaan zaman now ini. Secara saya sudah resign sejak 5 tahun lalu, tapi tetap harus update kniwledge supaya melek pengetahuan.
      Tfs mbak & sukses ya lombanya. Barokallah

      Delete
  2. Sudah 2x aku lihat review ini dan sekarang bener2 penasaran. Memang harus updgrade skill lagi nih biar gak insecure melulu. Semoga bisa mengajarkan ke anak sedini mungkin, bukan utk merasa lebih tapi memanfaatkan apa yang dikasih Allah :)

    ReplyDelete
  3. Ketika kita sudah tahu tujuan mengapa kita harus bekerja, sedikit banyak akan membantu mengatasi masalah emosi ketika kebosanan datang melanda ya Mbak. Nah mengapa kita tercebur dalam suatu kerja tak lain dan tak bukan karena itu adalah ladang penghidupan dan pengabdian kita. Semoga dengan ini dibantu dengan Qubisa, ke 12 prinsip tantangan di atas bisa kita hadapi dengan mulus

    ReplyDelete
  4. Setuju banget kalau kerja harus ada makna, diniatkan dengan niat ibadah.

    Aku udah download nih aplikasi QuBisa, materinya banyak banget dan banyak juga kursus gratisnya, materinya juga lengkap 🙏🏻

    ReplyDelete
  5. Cakeep banget mba, iyaya kita bukan robot jadi bekerja harus maknaaa. Pernah dulu merasa kok gini ya, ternyata terlalu duniawi.. hiks. Dalem ini nih judulnya.
    Poin yg cakap mendengarkan nggak boleh dihilangin walau orang melihatnya sepele. Anak aku yg kdua, lagi belajar ini, mendengarkan orang lain.

    ReplyDelete
  6. Survey bahwa digital marketing banyak di butuhkan. Ok belajar selagi sehat, umur masih ada dan kesempatan meraih ilmu di qu bisa

    ReplyDelete
  7. Saya jadi ingat lagunya Fourtwenty, " Berkarya dengan hati, kita ini insan bukan seekor sapi." Ya, bener banget ya, kita ini manusia bukan robot. Kita bekerja dengan hati, dengan nilai, dengan tujuan, ada pengabdian, ada kelayakan, ada harga yang pantas. Bagus sekali materi trainingnya. Next saya mau ambil kelas ini aja. Sebelumnya saya sudah ambil kelas Personal Branding. Lumayan membantu untuk menentukan goal branding kita.

    ReplyDelete
  8. Sepakat mbak, di masa yang akan datang memang softskill akan memegang peranan penting di dunia kerja. Oleh karena itu, salah satu program pemerintah kini juga menyasar itu dalam bidang pendidikan, yaitu menjadikan siswa sebagai pembelajar sepanjang hayat. jadi walau sudah lulus pendidikan formal, nggak boleh berhenti belajar. Belajarnya bisa lanjut di Qubisa

    ReplyDelete
  9. Melakukan pekerjaan monoton memang bikin bosan ya, makanya perlu cari cara untuk mengatasnya supaya ga berpengaruh sama hasil pekerjaan dan tetap maksimal. Enaknya jaman sekang bisa meningkankan skill lewat online ya, kaya aplikasi Siap Kerja dari QuBisa ini bisa banget diandalkan. Cuma lewat gadget udah bisa menyimak kursus yg kita butuhkan

    ReplyDelete
  10. Jadi inget bahwa hidup itu perlu mindfulness yaa..dan dengan memaknai saat melakukan sesuatu yang bermanfaat, kita akan bisa bekerja yang bernilai plus di hadapan Allah.

    Barakallahu fiik, kak Deka.
    Tingkatkan skill dengan belajar online di Qubisa.

    ReplyDelete
  11. wah iya, namanya pekerjaan kadang ada stucknya juga ya mbak
    selain itu juga perlu terus belajar untuk mengasah skill
    beruntung sekarang sudah ada Qubisa ini
    bisa kursus online gratis untuk meningkatkan skill

    ReplyDelete
  12. Konon kalau kerja itu dimaknai ibadah tidak hanya diri kita yang terasa bahagia, tapi juga oranglain yang terkena imbas atas pekerjaan kita jadi merasa senang. Jadi mau meningkatkan skill di Qubisa

    ReplyDelete
  13. Di jaman yang persaingannya sangat ketat gini, meningkatkan skill perlu banget ya. Apalagi yang serius memilih jadi enterpreneur, kudu belajar leadership juga agar punya kemampuan untuk memimpin.

    ReplyDelete

Terima kasih sudah berkunjung :)
Saya akan senang jika teman-teman meninggalkan komentar yang baik dan sopan.
Mohon maaf komentar dengan link hidup akan saya hapus ^^.