Saturday, 20 April 2019

Ikhlas dalam Berbagi, dan Kenikmatan yang Tak Terhingga





Tak dapat disangkal, tiap kali mendapatkan job ngeblog, saya senang sekali. Saya akan lebih bersemangat menulis jika job itu datang mengalir, bergantian. Senang melihat isi rekening yang kian bertambah. Tapi di saat bersamaan, selalu saja ada pengurangan saldo untuk berbagai hal. Mulai ingin membelikan kebutuhan anak-anak, hingga berbagi untuk orang lain. Kadang saya sedih. Tapi...

"Susu anak-anak tinggal dikit. Tapi tagihan suami belum cair. Ya udah, deh. Nanti kubeliin aja. Sekali-kali bantu suami, kan, menyenangkan." Beberapa kali kalimat seperti ini terlintas di otak saya. Kemudian saya pun meluncur ke ATM untuk ambil uang sekalian jemput anak sekolah, lalu mampir beli susu.

"Ya Allah, besok jadwalnya bapak kontrol. Sementara kakak belum bisa transfer uang. Ya, udah. Sesekali pakai uangku, ide bagus juga. Kasihan kakak, juga kasihan suami kalo direpotin terus. Keperluan rumah tangga, tuh, banyak!" Batin saya suatu waktu. Lalu segera action ambil uang di ATM.

"Bi, aku boleh enggak nyumbang ke pembangunan masjid di deket rumah paklik itu?" Tanya saya suatu ketika, dan berharap suami bilang, "Udah pakai uangku aja."
Tapi kenyataannya suami bilang, "Ya, enggak apa-apa, to. Justru bagus, dong." Kemudian saya nyesel enggak bilang terus terang, minta dibantu transfer 😝.

Lalu ketika saldo rekening saya cek, tiba-tiba, kok, terasa sedikit sekali. Uang yang saya kumpulkan sedikit demi sedikit dari job ngeblog dan menang lomba menulis atau kuis itu, dengan gampang sekali berkurang dan terus berkurang. Padahal seperti baru kemarin terasa banyak dan membuat saya tersenyum bahagia.

Lalu, apakah kemudian saya berhenti mengambil uang dari rekening? Ternyata enggak. Seolah "cobaan" terus datang. Dan kali ini, lebih dilematis.

"Kasihan dia, biaya pengobatan anaknya habis banyak, sementara usahanya lagi sepi." Begitu kata teman suatu ketika.
"Ya Allah, saldoku, kan, tinggal dikit. Mana belum pada cair invoice-nya... Belum lagi aku, kan, pengen beliin baju seragam si kakak yang robek lengannya itu..." 
Hati saya galau.
Tapi sesaat kemudian...  
"Oh, oke. Bismillah, pasti aku akan membantunya," kata saya dalam hati.

Baca juga: Saya Bangga Sebagai Narablog di Era Digital, Meski...

Rumus Ikhlas dalam Berbagi

Pada saat-saat sempit, ketika hanya punya sedikit uang dan di saat bersamaan harus berbagi, saya rasa di saat itulah ujian berbagi datang.

Pada saat mengeluarkan uang, ada rasa bahagia. Senang bisa membantu orang lain, meringankan beban mereka. Tapi beberapa saat setelahnya, kadang sang setan seperti datang menghasut pikiran. Lalu kadang segala pikiran rendah itu menyerang.

"Kuras... Kuras saja semua tabunganku, ya Allah... Mungkin aku memang tak pantas memegang uang yang banyak. Aku tak pantas menjadi orang kaya..." ☹️

Untung ada suami, ada teman-teman, yang kadang secara tak sengaja mengingatkan tentang keikhlasan. Ya, ikhlas itu rumusnya adalah; ketika kita memberi kepada orang lain, semakin rendah mengharapkan balasan, akan semakin tinggi nilai kenikmatan yang akan kita terima. Bahkan jika kita tak mengharapkan apapun dari apa yang kita berikan, maka justru balasan kenikmatan dari Allah subhanahu wa ta'ala menjadi TAK TERHINGGA.



Seperti rumus pembagian dalam ilmu Matematika, seperti itulah rumus ikhlas dalam memberi/berbagi. Jika kita memberi 1 dan berharap (balasan) 1, maka kita akan terima 1 juga. Jika kita memberi 1 dan berharap 10, maka kita akan terima 0,1. Tapi jika kita memberi 1 tanpa berharap apapun, maka yang akan kita terima adalah nilai tak hingga. Jadi semakin kecil kita berharap atas apa yang kita beri, maka balasannya justru semakin besar.
(Sumber aslinya belum jelas, saya dapat via pesan WhatsApp dan pernah baca di internet juga tapi lupa sumbernya).

Balasan dari-Nya enggak melulu berupa rezeki uang atau kekayaan lainnya, tapi lebih berupa kenikmatan di hati yang tak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Bahkan, kadang kita enggak merasa bahwa balasan indah itu sudah kita terima, jika kita enggak peka. 

Maka, jika pikiran buruk dari syaithon itu datang, saya segera mengingat makna ikhlas dalam berbagi, dalam memberi. Berbagilah, bantulah mereka, lalu lupakan. Nanti, tiba-tiba, akan ada sesuatu yang kita rasakan di hati: kebahagiaan yang tak ternilai, yang tak terhingga. Dan kadang Dia juga memberikan bonus berupa materi yang tak disangka datangnya. Kadang nilainya jauh lebih besar dari yang kita keluarkan. Subhanallah.


Baca juga: Semoga Ini yang Dinamakan Berkah.


Jangan Takut Berbagi

“Sesungguhnya orang-orang yang bersedekah baik laki-laki maupun perempuan dan meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, niscaya akan dilipat-gandakan (pembayarannya oleh Allah) kepada mereka; dan bagi mereka pahala yang banyak.” (QS.Al-Hadid: 18).

Janji Allah subhanahu wa ta'ala dalam Al-Qur'an sudah sangat jelas, bahwa Dia akan melipatgandakan balasan (yang baik) dan pahala yang banyak bagi sedekah yang kita keluarkan. Maka, jangan lagi takut, khawatir, atau ragu dalam berbagi. Takut kalau harta kita akan habis atau hilang gara-gara berbagi. Bahkan yang saya tahu, mereka yang sering berbagi justru makin lancar usahanya, makin sukses. Belum pernah saya dengar ada orang yang jatuh miskin gara-gara sering berbagi.

Saya pun, meski hanya berbagi sedikit yang saya punya, sering merasakan kenikmatan itu. Seperti saat itu, ketika akan menyumbang pembangunan masjid senilai A rupiah di saat sempit, saya sempat khawatir akan mendapat ganti dari mana nantinya. Tapi kemudian saya ikhlaskan. Besoknya, ada transferan masuk yang nilainya sama persis dengan uang yang saya sumbangkan. Masya Allah. Dia membukakan mata saya secara langsung!
Jadi, jangan, jangan pernah takut berbagi!

Selain memberikan kebahagiaan yang tak terhingga bagi diri kita sendiri, berbagi juga tentunya membahagiakan orang lain yang menerima bantuan kita. Bisa saja hal kecil yang kita bagikan menjadi sesuatu yang sangat berarti buat mereka. Bayangkan senyum-senyum mereka yang telah kita bantu. Maka kita tak akan kapok berbagi lagi di lain kesempatan.


Sumber gambar: https://donasi.dompetdhuafa.org

Jika kita ingin berbagi dengan manfaat yang lebih luas, ada badan-badan khusus yang bisa menjadi penyalur dana yang kita niatkan untuk berbagi. Seperti misalnya Dompet Dhuafa. Lembaga filantropi Islam yang bersumber dari dana Zakat, Infak, Sedekah, dan Wakaf (ZISWAF) dan dana halal lainnya ini siap membantu kita untuk berbagi, dan menjadikan berbagi menjadi lebih mudah, bermanfaat, dan bermakna.

Mengapa demikian? Karena Dompet Dhuafa berkhidmat dalam pemberdayaan kaum dhuafa (kurang mampu) dengan pendekatan budaya melalui kegiatan filantropis (humanitarian; kedermawan atau cinta kasih dengan sesama manusia) dan wirausaha sosial profetik. Harapannya lembaga ini bisa terus mewujudkan masyarakat yang berdaya, yaitu masyarakat yang terbebas dari kemiskinan dan lebih maju. Hal ini dilaksanakan dengan bertumpu pada sumber daya lokal dan melalui sistem yang berkeadilan. So, dana kita jadi lebih bermanfaat, kan?

Dompet Dhuafa memberikan banyak pilihan layanan untuk menyalurkan donasi, agar dana kita bisa tersalurkan dengan mudah, yaitu bisa melalui:

  1. Kanal donasi online di: donasi.dompetdhuafa.org
  2. Transfer bank
  3. Counter
  4. Care visit (meninjau langsung lokasi program)
  5. Tanya jawab zakat
  6. Edukasi zakat
  7. Laporan donasi
Dompet Dhuafa selalu memberikan laporan rutin dan update informasi yang transparan. Sehingga kita bisa melihat bahwa apa yang telah kita bagikan benar-benar memberikan makna tersendiri bagi mereka yang membutuhkan. Bisa membuat mereka mudah dalam berkarya, bersekolah, atau yang lain.


Semoga kita bisa selalu ikhlas, ikhlas, dan ikhlas... dalam berbagi. Sehingga kenikmatan yang tak terhingga itu bisa kita rasakan sesering mungkin. Yakin bahwa Allah subhanahu wa ta'ala akan menggantinya dengan yang lebih baik. Dan, toh, kekayaan materi, uang dan sebangsanya itu, kelak enggak akan kita bawa mati, bukan? Justru amal-lah yang menemani. Maka ikhlaslah dalam berbagi. Dan karena sejatinya, bahagia itu bukan hanya saat kita menerima, tetapi saat kita memberi ❤️.


Tulisan ini diikutsertakan dalam Lomba Blog "Jangan Takut Berbagi" yang diselenggarakan oleh Dompet Dhuafa.




38 comments:

  1. Berbagi sudah jadi kebutuhan buat masing-masing insan. Manfaatnya kembali pada si pemberi, dibalas Allah, tunai.

    ReplyDelete
  2. Ya Allah terharu sekali baca beberapa paragraf awalnya, Mbak. Btw bener banget tuh rumus berbaginya, jika kita tdk berharap apa2 maka tak terhingga yang kita dapatkan yess, Mbak.

    ReplyDelete
  3. Berbagi itu memang indah, dan benar banget rumus matematika itu, Mak. AKu selalu diingatkan oleh teman terdekat utk berbagi bagi orang yang membutuhkan.
    Kujadi inget, ada yg pinjem buat ongkos sekolah anaknya, sementara saldoku lagi berkurang, hiks beneran kukasih setengah ewang denganku, dan Allah balas dengan yang lainnya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Subhanallah.. begitulah kalau kita sudah yakin akan janji-Nya, ya 😊

      Delete
  4. Aku setuju banget tuh mbak sama rumua berbagi dan sering banget ngerasain kayak yang Mbak ceritakan diatas. Sekarang ternyata udah ada Dompet Duafa yang gampang banget dijangkau kita untuk berbagi kepada kaum duafa ya mbak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya betul, Dompet Dhuafa memberikan kemudahan bagi kita untuk berbagi 😊

      Delete
  5. ditabok aku dengan kalimatmu mbak

    Seperti rumus pembagian dalam ilmu Matematika, seperti itulah rumus ikhlas dalam memberi/berbagi. Jika kita memberi 1 dan berharap (balasan) 1, maka kita akan terima 1 juga. Jika kita memberi 1 dan berharap 10, maka kita akan terima 0,1. Tapi jika kita memberi 1 tanpa berharap apapun, maka yang akan kita terima adalah nilai tak hingga. Jadi semakin kecil kita berharap atas apa yang kita beri, maka balasannya justru semakin besar.

    dan gue ada di titik yang gue udah ga peduli banget mau ngasih atau sedekah berapa dan dapat balasan apa.. hahahah

    karena gue yakiiiinnnnnnn pada saat gue butuh kok ya selalu ada malaikat penolong :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Eh kirain ditabok gimana, Mak. Hehehe. Kalau mak Tanti udah yakin itu mah, berarti udah level bagus dalam hal berbagi 😊

      Delete
  6. Uapiiikk men tulisan iki, Mba
    Enak dibaca dan penuh makna.
    Berbagi tidak akan rugi!
    --bukanbocahbiasa(dot)com--

    ReplyDelete
    Replies
    1. Matur nuwun, Mbak Nurul.. bener.. enggak akan rugi akibat berbagi 😊

      Delete
  7. Sebagai ibu rumah tangga, bisa ngeblog dan dapat penghasilan dari sini ialah surga yah. Seneng banget gitu... tapi juga kudu ikhlas bila apa yg kita hasilkan kudu dibagi dengan lainnya. Kebutuhan rumah tangga dan berbagi untuk sesama, misalnya

    ReplyDelete
  8. Janji Allah memang ya mbak, dengan berbagi akan kembali lebih banyak. Cerita yang menginspirasi mbak 😊

    ReplyDelete
  9. MBaa, terima kasih juga telah menginspirasi untuk memberi semangat tak ragu berbagi. Terkadang tanpa kita duga selalu saja ada rejeki setiap kali berbagi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Mbak. Enggak usah berharap ada balasan dari-Nya, ya. Karena Dia pasti akan memberi yang lebih baik 😊

      Delete
  10. Mataku hangat baca tulisan ini. Terima kasih sudah mengingatkan tentang ikhlas saat berbagi ya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah jika bisa saling mengingatkan ya, Mak 😊

      Delete
  11. i feel you mba. After ada si kecil, bawaannya mau nyenengin dia dan dia aja. Bismillah aja, namanya materi numpang lewat aja, kalau ternyata ada yang lebih butuh dari kita, ya alhamdulillah kita bisa berbagi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya betul, Mbak. Alhamdulillah masih bisa berbagi atas harta yang kita miliki 😊

      Delete
  12. Sepakat mba deka...
    Berbagi gak cuma mengembangkan bulir2 rezeki kita namun jg menghadirkan rasa bahagia sbg efej keberkahan.
    Semiga kita dimamoukan utk jd hamba yg suka berbagi amiiin

    ReplyDelete
    Replies
    1. Rasa bahagia itu ya Mbak yang enggak bisa diukur kenikmatannya 😊

      Delete
  13. Masya Allah, bahkan rumus sedekah kalau dimatematikakan ada logisnya juga. Betapa Allah sangat mencintai hambaNya.

    ReplyDelete
  14. Matematika Allah itu selalu istimewa yaa mba.
    Tapi aku malah ngga pernah itung-itungan gitu kalau lagi ngasih atau beliin anak-anak. Setiap bulan selalu nabung (dari hasil ngejob) di awal bulan dengan jumlah sama, sisanya itu kalau habis buat bantu ortu, suami, atau beliin anak-anak ya udah ga dipikirin lagi :)

    ReplyDelete
  15. aku berkaca dr papa, yg sering berbagi dan selalu ingetin pentingnya sedekah, zakat dan infaq. melihat karir papa yg lancar, bakerynya walo ga seterkenal bolu meranti, tapi tetep selalu bisa menghasilkan profit.

    papa yg slalu tekanin, jgn harapkab balasan. kalopun seandainya Allah ga membalasnya di dunia, anggab aja itu tabungan kita utk di akhirat. utk di alam kubur. Aku ngerasain jg kok mba. karir dimudahkan , pdhl jujur aja aku bukan tipe ambisius. tp jalan naik ke atas kayak g ada halangan. dpt bos baik banget, sementara temen2 dpt yg resek. aku ambil positifnya, itu berkat sedekah yg rutin . ga usah pernah takut memang kalo berbagi

    ReplyDelete
  16. kalau punya keinginan membantu orang lain, segera lakukan. Kebanyakan mikir ini-itu malah jadi ragu. Bismillah ikhlas...

    ReplyDelete
  17. Aku salut dengan Dompet Dhuafa ini. Bikin program simpel yang sesuai dengan generasi milenial. Jadinya donasi bisa kapan pun dan dengan nominal berapa pun

    ReplyDelete
  18. Setuju Mbak, saya juga belum pernah lihat orang yang kekurangan karena berbagi. Bahkan orang yang rajin berbagi saya lihat kehidupannya semakin membaik.

    ReplyDelete
  19. Huhuhu kok sama ya :(
    Kadang kita suka ngerasa duh ada duit ada-aada aja :(((

    Tapi Allah ga pernah salah memberi rejeki ya mak 😘😘 apalagi kalau kita berbagi juga.

    Btw, gutlakk maakk 😘😘😘😘

    ReplyDelete
  20. Nah aku setuju banget Mbak dengan rumus ikhlas di atas. Jadi berbagi dengan nilai ikhlas hasilnya tak terhingga. Hanya Allah SWT saja yang tahu berapa nilai balasannya.

    ReplyDelete
  21. Alhamdulilah sekarang dimudahkan banget ya Mba mau zakat infaq sodakoh semua ada kanalnya yang rapih dan bisa via transfer atau bahkan via semacam gopay gitu. Jadi yang tadinya keder makin dikuatkan niatan baiknya :)

    ReplyDelete
  22. Sepakat , jangan takut berbagi karena bahagia itu bukan hanya saat kita menerima, tetapi saat kita memberi.
    Ulasan yang menarik mbak:0

    ReplyDelete
  23. Saya percaya banget dengan kekuatan memberi. selalu menjadi penjemput rezeki yang lain

    ReplyDelete
  24. Ikhlas itu memang sulit terkadang tapi insya Allah dibalik ke ikhlasan kita untuk berbagi akan dibayarkan oleh Allah dengan berlipat ganda.

    ReplyDelete
  25. Iya mbak, kadang gtu, konsepnya mirip kyk air dalam gelas ya, kalau gak dikosongin gak bisa diisi lagi gelasnya. Kita percaya dan yakin aja.
    Btw moga berhasil ya lombanya :D

    ReplyDelete
  26. Saya percaya bahwa berbagi tak akan pernah membuat kita rugi, asal motivasinya benar. Justru dengan berbagi akan membuat hidup kita lebih bahagia dan tenang.

    ReplyDelete

Terima kasih sudah berkunjung :)
Saya akan senang jika teman-teman meninggalkan komentar yang baik dan sopan.
Mohon maaf komentar dengan link hidup akan saya hapus ^^.

Kumpulan Emak Blogger

WARUNG BLOGGER


Blogger Perempuan



Ibu-ibu Doyan Nulis


Mom Blogger Community


Followers

© 2016 DeKa | Powered by Blogger | Template by Enny Law