Monday, 8 July 2019

Mengasah Skill Memasak Kue Karena Sayang Anak




Mungkin ini terdengar lucu buat teman-teman. Seorang ibu, tak punya skill memasak yang baik. Tapi itulah saya. Memasak sayur saja hanya mampu ala kadarnya, apalagi memasak kue atau bermacam jajanan. Tapi, akhir-akhir ini kondisi membuat saya harus mengasah skill memasak, terutama memasak kue dan aneka jajanan buat anak-anak. Hemm..

Liburan sekolah kali ini panjang sekali. Setelah liburan puasa dan lebaran selama setengah bulan lebih, kemudian hanya seminggu masuk sekolah, eh, dilanjut lagi dengan liburan kenaikan kelas yang hampir satu bulan. Masya Allah. Emak yang enggak kreatif ini jadi sering pusing menghadapi anak-anak yang sukanya bertingkah ajaib. Bikin rumah ramai dengan jeritan dan teriakan. Huhu. Alhasil emaknya sering putar otak bagaimana mencarikan aktivitas buat mereka. Tapi, kadang mereka yang punya usul ingin melakukan apa di hari itu. Dan, kadang usul mereka bikin baper. Tahu enggak, mereka minta dibikinin kue... ðŸĪŠ

"Mii... Ayo, bikin kue..."

Suatu permintaan yang mungkin buat emak-emak lain bukan jadi masalah. Tapi bagi saya, permintaan itu jadi semacam challenge yang enggak gampang ditaklukkan. Pasalnya, emaknya ini enggak pinter bikin kue 😌. Bahkan, enggak bisa sama sekali bikin beberapa jenis kue. Bisanya bikin kue yang sederhana-sederhana saja. Tapi karena sayang anak, apapun dicoba, deh.

Baca juga: Asyiknya Belajar Bikin Kue Ditemani Mixer Cosmos.


Brownies Kukus, hasil memasak bareng si gadis kecil kemarin ðŸĪĐ

Alasan Mengasah Skill Memasak Kue

Jadi itulah alasan saya merasa harus menekuni skill memasak kue: karena sayang anak-anak! Hihihi. Bukan untuk tujuan bisnis atau apalah, tapi untuk anak-anak tersayang. Ibu mana yang enggak sedih ketika tidak dapat memenuhi permintaan anak-anaknya yang sebenarnya simpel saja. Bukan permintaan aneh-aneh atau berbau nakal. Justru permintaan yang bisa membuat emaknya belajar dan terus belajar. Ya, saya harus terus mengasah skill memasak kue! 💊💊💊

Sejak kapan anak-anak sering minta dibikinin kue? Seingat saya sejak mereka sekolah, deh. Sepertinya karena sering lihat kue di kantin, juga mungkin sesekali ada teman-temannya yang bawa bekal kue. Hehehe. Tapi dulu si sulung enggak begitu sering minta. Mungkin karena dia cowok, ya. Saat emaknya enggak bisa bikin kue lalu ditukar dengan kue hasil beli di warung, dia terima saja 😌. Tapi lain cerita dengan adiknya. Si nomer dua yang cewek manis kelas TK A ini ceriwis sekali kalau di rumah. Kalau minta dibikinin kue, ya, dia harus lihat emaknya bikin kue. Bahkan dia harus ikut terlibat di dalam proses pembuatannya. Nah! Emaknya enggak bisa berkutik!


Modal untuk Skill Memasak Kue

Menekuni suatu skill tentu butuh modal. Modal yang pertama dan utama tentu saja niat dan tekad. Dengan kondisi yang sudah "gawat darurat" maka dengan "terpaksa" saya sudah bulatkan tekad untuk mengasah skill memasak kue. Hehe. Mungkin awalnya agak terpaksa, tapi semoga dan insya Allah ke depannya akan enjoy 😍. 
(Untuk saat ini, sih, sudah mulai enjoy..)

Modal berikutnya dari menekuni dan mengasah skill memasak kue adalah perlengkapan atau peralatan memasak kue. Alhamdulillah sudah ada beberapa perlengkapan yang dibutuhkan, seperti mixer, loyang, dandang, dan lain-lain. Tapi kalau oven belum punya, nih. Padahal sebenarnya juga ingin baking-baking dengan menggunakan oven. Tapi saya pikir sambil jalan saja. Sambil belajar sambil melengkapi peralatan masak. Atau, barangkali ada yang berbaik hati mau menyeponsori saya? Hihihi.

Baca juga: Cara Menggunakan Panci Presto Oxone OX-2004.

Setelah itu, masih terkait dengan modal yang pertama, modal selanjutnya adalah mau terus belajar dan praktik langsung. Enggak bosan mencari tahu cara memasak kue baik di internet ataupun tanya langsung kepada orang-orang yang sudah mahir membuat kue (buku resep aneka kue saya sudah hilang, lalu sekarang lebih memilih mencari resep di internet atau tanya-tanya 😁). Kemudian mempraktikannya langsung. Soalnya kalau enggak dipraktikkan, enggak akan tahu salahnya di mana, kurangnya apa, dan sebagainya. Dan yang jelas, skill memasak kue tanpa praktik adalah sesuatu yang tak mungkin, bukan? Hehe.


Roti goreng selai kacang yang dibikin bareng anak-anak.


Apa yang Sudah Dilakukan?

Kemudian, apa yang sudah saya lakukan sejauh ini terkait mengasah skill memasak kue? Alhamdulillah karena ada anak-anak yang sering minta dibikinin kue, jadi saya sudah lumayan sering praktik. Sudah sering gagal namun enggak jarang juga berhasil dan bikin anak-anak senang. Suami dan bapak ibu pun juga senang jika kue yang kami (saya dan anak-anak) masak memang enak rasanya. Seperti kemarin siang, brownies kukus hasil masakan kami langsung ludes enggak menunggu lama. Hehe.

Saya juga jadi sering browsing resep-resep kue di internet, dan menyimpan resep-resep tersebut di smartphone. Jika sudah disimpan dan dipraktikkan tapi hasilnya kurang memuaskan, saya cari resep lain yang sejenis, lalu praktik lagi. Memang butuh modal buat belanja bahan-bahan juga, sih. Tapi biasanya kue yang kurang berhasil pun kami makan sampai habis. Hehehe. Jadi enggak mubadzir.


Buat dessert, nih. Hehe.

Nah, begitulah cerita saya tentang mengasah skill memasak kue yang saat ini saya tekuni. Kalau teman-teman, ada skill yang saat ini sedang diasah dan ditekuni juga? Share ceritanya, dong 😊.


5 comments:

  1. Saya juga ingin bisa masak kue dan masakan yang enak - enak.

    ReplyDelete
  2. Kalau bebikinan di dapur trus orang rumah pada makan dengan lahap itu rasanya bahagia sekali ya
    Lelah memasak langsung hilang

    ReplyDelete
  3. Wow...asyik banget baking bersama anak ya Mbak? Apalagi setelah kue jadi dinikmati bersama-sama

    ReplyDelete
  4. Hahahah, Cosmos emang superherooo buat kita semuaaa :D
    Aku juga jadi gemes pengin coba2 resep gegara punya COsmos :D
    --bukanbocahbiasa(dot)com--

    ReplyDelete
  5. Salah satu belajar yang paling enak, ya belajar bikin kue. Jadi banyak makanan manis di rumah. Hihi.

    ReplyDelete

Terima kasih sudah berkunjung :)
Saya akan senang jika teman-teman meninggalkan komentar yang baik dan sopan.
Mohon maaf komentar dengan link hidup akan saya hapus ^^.

Kumpulan Emak Blogger

WARUNG BLOGGER


Blogger Perempuan



Ibu-ibu Doyan Nulis


Mom Blogger Community


Followers

© 2016 DeKa | Powered by Blogger | Template by Enny Law