Saturday, 20 July 2019

Kapan Sebaiknya Mulai Menyekolahkan Anak?


Meski saya sudah menyekolahkan dua orang anak, tapi masih ada dua anak lagi yang belum bersekolah. Dari dua anak saja sudah ada dua cerita yang berbeda dan membuat saya jadi galau. Hehe. Jadi pengetahuan tentang kapan sebaiknya mulai menyekolahkan anak masih tetap saya butuhkan saat ini.


Dulu, saya sudah manut pada ustadzah si sulung saat dia harus masuk Play Group dahulu saat saya menginginkannya masuk Taman Kanak-kanak (TK). Karena kata ustadzah, secara mental si sulung belum siap masuk TK (setelah melalui tes psikologi). Dan, usianya juga belum mencukupi untuk masuk TK. Singkat cerita, akhirnya si sulung masuk SD saat usianya 7 tahun lebih 3 bulan. Alhamdulillah anaknya terbilang mudah mengikuti pelajaran di sekolah, dan prestasi akademiknya juga lumayan bagus.

Dengan melihat alasan "kesiapan mental" pada si sulung, saya memberanikan mendaftarkan si nomer dua masuk TK saat usianya 4 tahun lebih 3 bulan. Saya pikir, adiknya ini sudah siap secara mental untuk masuk TK. Dibanding saudara-saudara sepupunya yang seusianya, dia terlihat paling cakap dalam tingkah laku, kata-kata, berkomunikasi dengan orang lain, dan lain-lain. Pihak TK yang menerima si nomer dua ini pun menerimanya tanpa ada masukan pada saya, seperti yang dulu mereka lakukan saat saya mendaftarkan si sulung.


Baca juga: Persiapan Anak Masuk TK.


Si kakak (laki-laki) dan si adik (perempuan).

Tapi ternyata, kebiasaan si nomer dua saat di rumah berbeda jauh saat di TK. Dia yang mandiri, cerewet, suka membantu adik dan kakaknya saat di rumah, berubah jadi pemalu dan pendiam saat di sekolah. Kesiapan mental yang saya yakini sudah ada padanya sepertinya tidak sepenuhnya benar.

Saat ini si nomer dua duduk di bangku TK B. Insya Allah tahun depan masuk SD, saat usianya baru 6 tahun lebih 3 bulan. Saya jadi berpikir ulang, apakah keputusan saya memasukkan dia ke TK tempo hari tepat? Padahal dulu si sulung masuk SD usia 7 tahun 3 bulan, lho. Wah, bagaimana ini? Saya jadi galau. Hihihi.


Usia Ideal Menyekolahkan Anak

Kegalauan saya membuat saya senang mencari informasi terkait kapan sebaiknya mulai menyekolahkan anak. Sebelum lanjut, kita tentu sudah tahu, ya, bahwa yang namanya "sekolah" itu adalah mulai Sekolah Dasar (SD). Sedangkan Baby School, PAUD atau Play Group, dan TK adalah termasuk pra sekolah. Kadang saya tanya teman-teman mengenai hal itu, baca-baca sendiri di internet, atau mencari info di YouTube.

Seperti siang ini, saya menyimak kembali sebuah talkshow yang ditayangkan di YouTube. Talkshow itu satu paket dari acara Indonesia Morning Show yang ditayangkan di Net TV. Talkshow itu sendiri dipublikasikan di YouTube pada tanggal 4 Mei 2016. Acara yang dipandu Adrian Maulana dan Marisa ini mengambil
judul "Dampak Sekolahkan Anak Terlalu Dini" yang mendatangkan narasumber ibu Elly Risman. Pasti teman-teman sudah tahu, ya, siapa ibu Elly? Yap, beliau adalah salah seorang psikolog yang telah populer sekali di Indonesia saat ini.



Obrolan dibuka dengan pernyataan Adrian yang mengatakan bahwa anaknya telah dimasukkan pada pre-school di usianya yang satu tahun. Adrian menanyakan pada ibu Elly, bagaimana pendapat beliau soal itu?

Menurut ibu Elly, biasanya yang terjadi pada orang tua saat ini yang menyekolahkan anak terlalu dini sebabnya adalah sebagai berikut:
  • Kurang ilmu (maaf, kata beliau),
  • Tidak punya prinsip,
  • Gampang ikut trend.

Beliau mengatakan, bahwa pada dasarnya yang dibutuhkan anak di usia dini adalah "kelengketan" anak kepada orangtuanya. Mereka bisa belajar banyak hal dari kelengketan hubungan anak-orangtua. Tapi sayangnya, para orangtua kadang mengikuti gaya orangtua lain (yang belum tentu benar) dalam mendidik anak. Mereka belum punya prinsip kuat bagaimana harus memperlakukan anak mereka di usia dini. Padahal sebenarnya anak-anak butuh dekat dengan orangtuanya di awal-awal usianya. Lalu mengapa para orangtua menyerahkan anak-anak usia dini itu ke pihak lain?

Baca juga: Memilih Sekolah: Antara Kebutuhan, Idealitas, dan Realitas.

Menurut beliau, permainan yang paling bagus buat anak adalah tubuh ibu bapaknya. Mereka bisa belajar mengolah perasaan, mengasah motorik halus dan kasar, dari olah tubuh orangtunya. Misal bagaimana jika bersedih, gembira, lucu, bisa ditunjukkan melalui mimik wajah saat bercerita.

Lagipula, bermain sebenarnya enggak butuh fasilitas dan enggak perlu terstruktur. Jika di pra sekolah, anak difasilitasi dengan berbagai alat bermain, diberikan aturan-aturan agar bisa tertib dan disiplin, dan lain-lain. Misalnya meletakkan sepatu harus pada tempatnya, harus duduk di kelas saat belajar, dan lain-lain. Hal itu memang bagus untuk membiasakan anak berlaku baik. Tapi untuk usia dini, hal itu belum perlu. Nanti ada masanya sendiri. Jadi, bermain di rumah bersama orangtuanya bagi anak usia dini sudah cukup.



Lalu kapan sebaiknya mulai menyekolahkan anak? Sebaiknya mulai usia 7 (tujuh) tahun. Yap, sudah banyak yang tahu, ya, sebetulnya. Yaitu usia dimana otak anak sudah cukup matang untuk menerima pelajaran-pelajaran, aturan-aturan, dan sebagainya. Masa peralihan dari masa bermain ke masa belajar. Karena usia yang benar-benar siap untuk belajar adalah usia 8 tahun.

Obrolan pun berlanjut. Marisa bertanya pada ibu Elly, jadi apa dampak jika anak bersekolah terlalu dini? Ibu Elly mengutip apa yang dikatakan Neil Postman dalam bukunya The Lost of Childhood (saya mencari di Google dan tidak menemukan judul itu, tapi yang ada adalah judul The Disappearance of Childhood. Mungkin itu yang dimaksud) pada tahun 1970 bahwa, 
"Jangan kau cabut anakmu dari dunia bermainnya terlalu cepat, karena kau akan menemukan dunia orang dewasa yang kekanak-kanakan."

Ya, bisa jadi orang-orang dewasa yang bertingkah kekanak-kanakan (ibu Elly mencontohkan tingkah sebagian wakil rakyat) adalah buah dari menyekolahkan anak terlalu dini. Selain itu, jika anak disekolahkan terlalu dini, dia akan mengalami kebosanan belajar entah kapan waktunya, enggak bisa ditebak. Sehingga akan menyulitkan orangtua maupun pendidik dalam mengatasinya.

Pada kesimpulannya, ibu Elly mengatakan bahwa usia di usia 0 sampai 8 tahun yang terpenting adalah bermain dan melatih perasaan atau empatinya. Soal kognitifnya, nanti jika sudah cukup usianya untuk melatih hal itu, yaitu bisa dari usia 7 tahun. Sehingga kapan sebaiknya mulai menyekolahkan anak? Sudah terjawab yaitu usia 7 tahun.

Menyimak talkshow ini menjawab kegalauan saya atas masalah yang saya tulis di awal. Jadi jika nantinya si nomer dua harus mengulang TK B, saya sudah siap. Jikapun dibolehkan masuk SD di usia 6 tahun lebih 3 bulan, saya juga harus siap mengatasi masalah-masalah yang mungkin akan muncul akibat kurang cukup umur masuk SD. Toh, setiap anak juga punya masalah, kan? Hehe.

Dari talkshow itu pula, saya juga bisa mengambil keputusan dengan lebih mantap untuk kapan sebaiknya mulai menyekolahkan anak ketiga dan keempat. Jadi insya Allah saya akan menyekolahkan (masuk SD) mereka saat usianya 7 tahun atau lebih sedikit. Jangan kurang. Karena lebih baik cukup umur (lebih) daripada kurang umur. Lebih matang atau siap untuk belajar tentunya 😊.


Note:
Talkshow IMS di atas ada di link YouTube ini:
https://youtu.be/Ze4diD9g7LM



16 comments:

  1. Aku pun dulu galauu mau masukin anak ke PAUD. Mikirnya biar langsung TK aja. Eh sama utinya diminta masuk PAUD. Akhirnya ngalah. Untung sih bener2 cuma main sekolahnya. Nanti sekolah SD juga mau 7 tahunan aja. Kasihan kalau kemudaan kan y

    ReplyDelete
  2. Hm kalau bahasan seperti ini sepertinya menyinggung yang orang tua si anak memilih bekerja ya Mba. Tapi kembali ke pilihan dan pertimbangan masing-masing. Saya masuk sd 5 tahun, semoga teman2 sekitar saya tidak mendapat kerugian dari saya yang bersekolah terlalu cepat. Karena tiap individu beda, ada yang butuh akselerasi. Namun mungkin pada umumnya seperti yang disampaikan dalam artikel ini kali ya :)

    ReplyDelete
  3. Bu Elly Risman my favoriiittt!
    Iya sih Mak, tiap orang pasti punya pertimbangan masing2 yak
    --bukanbocahbiasa(dot)com--

    ReplyDelete
  4. Aku dulu yang pertama, tak masukin sekolahnya gasik mba..soalnya tak tinggal kerja... Trus mba yang momomg kan waktu itu orangnya pendiam, anaknya jarang diajak ngobrol, trus jadinya anakku kosakatanya dikit. Tak masukin sekolah umur 2 tahunan...harapannya, biar stimulasinya lbh maks+ada tmn sesama anak2...

    Krn anak yang kedua ketungguan aku, dia masuk playgroup 4 tahun.

    ReplyDelete
  5. 7 tahun memang usia yang ideal menurut saya untuk masuk jenjang SD, apalagi tuntutan belajar sekarang jauh lebih berat dibanding belasan bahkan puluhan tahun yang lalu, tapi memang tidak menutup kemungkinan ada anak yang spesial karena bisa beradaptasi baik dalam pelajaran maupun sosialisasi di bawah usia 7 tahun. Pandai-pandai kita sebagai orangtua untuk melihat potensinya.

    ReplyDelete
  6. Kalo usia 8 tahun baru masuk SD, nnati dia ketinggal jauh ya Mba ama teman2 nya, sebab lingkungan kita tidak begitu. Jadi dari kami memang tidak mentargetkan apa2 ke anak sebelum usia 9tahun, istilah masih main2 saja. tapi tetap sekolahnya sejak usia 6 tahun.

    ReplyDelete
  7. Anakku keduanya masuk PAUD dan have fun karena di sekolah mengasyikkan banget kegiatannya, Alhamdulillah usianya pas buat masuk SD..semoga tetap have fun bersekolah ya...

    ReplyDelete
  8. kalau aku sebisa mungkin juga masukin anak sekolah pas usia 7 tahun. anak pertama masuk di 7th 3 bulan, anak kedua dan ketiga beda karena mereka lahir akhir tahun. jadi masuk di 6 tahun 8 bulan dan 6 tahun 9 bulan.

    so far saat ini juga perkembangannya baik, karena anak kedua dan ketiga emang anak akademis banget beda sama kakaknya yg sampai saat ini memang masih butuh bimbingan banget untuk urusan pelajaran, karena dia ini lebih anak sosial gitu yang empatinya tinggi banget :)

    ReplyDelete
  9. Anak pertama saya masuk sd umur 6 tahun 6 bulan, soalnya kalau 7 tahun 6 bulan asa ketuaan hihihi... Untungnya hasil tes kematangannya udah siap masuk sd...

    ReplyDelete
  10. Tiap orang tua pasti punya pertimbangan masing-masing ya saat akan memasukkan anak ke sekolah. Kalau bagi saya, saling menghargai keputusan masing-masing aja lah.

    ReplyDelete
  11. Aku yg berkaca dr pengalaman sendiri mba

    Kakak sulung terlalu dini masuk sekolah diamya suka dan kemampuan akademisnya bagus tp ttp secara psikologis blom siap...
    .
    Makanya adik adiknya sy sekolahin teoat waktu malah adke paksi sy tuain krn bulan lahirnya nanggung.
    Sepakat sm bu eli

    ReplyDelete
  12. Aku termasuk yang menyekolahkan anak sejak dini, wkwkwkwk. Dulu aku kerja dan anakku sama pengasuh yang umurnya sudah seumuran Mbahnya. Dengan pertimbangan agar memiliki teman, Najwa kami masukkan PAUD sejak usia 1 tahun. Ya cuma main-main sih, tapi punya banyak teman. Sejak itu dia sekolah terus, pindah di Jakarta juga lgs masuk sekolah dengan alasan agar komunikasi dlm bahas Indonesia lebih lancar karena di rumah kami pakai Bahasa Jawa. Alhamdulillah, sejauh ini gak ada masalah dan kami tetap dekat. Najib pun juga sekolah sejak 3 tahun meskipun aku nggak kerja. Tapi quality time-nya memang tetap lebih banyak denganku, sekolah hanya untuk bermain-main saja. Hehehe. Ya kalau menurutku selama anak gak dipaksa belajar ini itu, gak masalah juga. Dan yg penting ortu sudah mempertimbangkan masak-masak bukan karena ikut-ikutan.

    ReplyDelete
  13. Satu anakku masuk SD, usianya masih 5,5 tahun. Memang sih agak berbeda kesiapannya dibandingkan kakak dan adiknya, tapi Alhamdulillah sudah teratasi dan sekarang malah lebih aktif di SMP dan SMKnya.

    ReplyDelete
  14. Kayaknya ini dilema emak2 jaman now ya mbak.. Mau sekolahin anak kapan.. Ada perasaan gengsi juga kadang sesama ortu gitu buat sekolahin anak

    ReplyDelete
  15. Anakku ntar masuk SD usia 6 tahun 8 bulan Mbak...
    PAUD dulu sih, tapi sekolahnya santai. Kebanyakan main2.
    Dan sekarang TK A, akupun juga ggmaksa dia ini itu sih,
    Aku ingat diri sendiri, SD usia 5 thn 8 bln dan secara mental aku blm siap meski udahh bisa ngikutin

    ReplyDelete
  16. Kangen sama Bu Elly.
    Dulu kalau Bu Elly ke Bandung buat ngadain seminar, aku gak pernah ketinggalan.

    Sekarang,
    Hehehe...sudah berada di zona nyaman.

    Semoga diberi kesempatan untuk menimba ilmu beliau lagi.

    ReplyDelete

Terima kasih sudah berkunjung :)
Saya akan senang jika teman-teman meninggalkan komentar yang baik dan sopan.
Mohon maaf komentar dengan link hidup akan saya hapus ^^.

Kumpulan Emak Blogger

WARUNG BLOGGER


Blogger Perempuan



Ibu-ibu Doyan Nulis


Mom Blogger Community


Followers

© 2016 DeKa | Powered by Blogger | Template by Enny Law