Pages

Inilah Tradisi Lebaran yang Membuat Idul Fitri Jadi Semarak


Lebaran sebentar lagi.. lebaran sebentar lagi.. *nyanyi 😊
Apa yang teman-teman pikirkan tentang lebaran? Mungkin banyak sekali yang terlintas di pikiran, ya, saat muncul kata lebaran. Mulai dari shalat Idul Fitri, mudik, aneka jajanan, baju lebaran, dan lain-lain hingga tradisi lebaran yang bermacam-macam.

Usai shalat ied.

Nah, berbicara tentang tradisi lebaran, apa saja tradisi di hari raya itu di lingkungan teman-teman? Kalau di lingkungan saya, yaitu daerah Jawa Timur (dan Jawa Tengah) yang paling mencolok adalah tradisi silaturahmi setelah melakukan shalat ied.


Mungkin hampir di seluruh Indonesia juga seperti itu, ya, tradisinya. Yaitu saling berkunjung ke rumah tetangga dan saudara untuk bersilaturahmi, saling mengucapkan selamat Idul Fitri dan saling meminta maaf. Kalau di Solo tempar kelahiran saya istilahnya "ujung", di Surabaya dan Sidoarjo tempat saya menetap sekarang "unjung-unjung", kemudian di Nganjuk dan Kediri tempat lahir dan besar suami istilahnya "sejarah".

Hemm.. tampaknya beda tempat beda istilah, ya. Saya sempat bingung saat sedang mudik ke Nganjuk dan Kediri. Bingung ketika ada saudara yang bilang mau "sejarah". Hah? Ada bahas tentang sejarah apa, ya? Pikir saya. Oh, ternyata mau ke tetangga-tetangga untuk silaturahim dan saling meminta maaf. Hahaha. Ya namanya baru sekali dua kali dengar, saat itu belum tahu dan paham (dan enggak habis pikir kenapa istilahnya sejarah 😄). Mungkin di daerah-daerah lain di Indonesia ada istilah yang beda-beda juga, ya.

Baca juga: Seberapa Penting Make Up Saat Lebaran?

Nah, menurut yang saya lihat, tradisi lebaran yang satu itulah yang membuat Idul Fitri selalu semarak. Karena di hari pertama hingga beberapa hari setelah shalat ied, selalu ada orang-orang yang bersilaturahim. Ada yang jarak dekat (ke tetangga dekat) hingga jarak jauh (mengunjungi kerabat atau teman yang jauh rumahnya). Ada yang jalan kaki, naik sepeda kayuh, sepeda motor, atau mobil. Sehingga, jalan-jalan di perkampungan hingga di jalan raya selalu ramai. Mungkin ada di beberapa tempat yang sepi, tapi kebanyakan lalu lintas di jalan tak pernah sepi hingga beberapa hari setelah hari H.

Bersilaturahim ke rumah saudara.

Tradisi saling bersilaturahim dan saling meminta maaf memang bukan berasal dari syariat Islam sendiri. Tak ada dalil dalam Al-Qur'an dan hadits yang mewajibkan untuk mengerjakannya. Tetapi itu merupakan tradisi di Indonesia dalam merayakan Idul Fitri. Bagi yang tidak mengkhususkan untuk saling meminta maaf, mungkin tradisi ini dimanfaatkan untuk murni bersilaturahim saja. Kapan lagi kita bisa saling bersua dengan banyak orang baik saudara atau teman, selain di hari lebaran? Kapan lagi orang-orang yang merantau itu mudik ke kampung halamannya hingga mudah kita temui? 

Yap, momen lebaran adalah saat yang tepat untuk bersilaturahim dengan lebih banyak orang. Dan itu merupakan tradisi lebaran yang sangat dinantikan karena kehangatan keluarga dan kekerabatan kembali tercipta.



Diah Kusumastuti

Saya seorang ibu rumah tangga dengan 4 orang anak, Faiq, Fahima, Fauzia, dan Fahri. Asli Solo tapi sekarang berdomisili di Sidoarjo. Suka menulis tentang apa saja selama itu positif dan sebisa mungkin memberi manfaat bagi yang membaca. Menulis bagi saya adalah sarana refreshing dan agar otak terus bekerja :) Email: d3kusumastuti@gmail.com

No comments:

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung :)
Saya akan senang jika teman-teman meninggalkan komentar yang baik dan sopan.
Mohon maaf komentar dengan link hidup akan saya hapus ^^.