Jangan Takut, Setiap Bloger Punya Peluang untuk Menang Lomba Blog!

 

Setelah kemarin tulisan saya jadi salah satu tulisan favorit lomba menulis yang diadakan oleh Warung Blogger, entah mengapa saya jadi ingin menuliskan sedikit coretan tentang lomba blog. Mengapa saya berani mengatakan bahwa setiap bloger punya peluang untuk menang lomba blog? Ada sedikit cerita, sih.. Simak sampai akhir, ya! 😊


peluang menang lomba blog


Ya, saya berani menuliskan judul di atas karena berdasarkan pengalaman pribadi, sih. Pengalaman yang hanya sedikit, yang bikin saya punya tingkat kepedean yang cukup tinggi dan mungkin memalukan. Ah, tak masalah perihal pengalaman yang seuprit. Karena nyatanya, hanya dengan percaya diri, saya berani mencoba! #eaaa

Alkisah, duluuu (tahun 2013) saya pernah menang lomba blog dengan tema korupsi. Dan sekarang jika saya baca lagi tulisan itu, duh.. ternyata sederhana sekali tulisan saya. Tapi, dulu kok bisa jadi juara ketiga, ya? Hehehe.. Karena seingat saya, dulu pesertanya tak begitu banyak. Jadi peluang saya menjadi pemenang terbuka lebar 😄

Tulisan mengenai korupsi yang jadi juara 3 bisa dibaca di sini: Pendidikan Anti Korupsi Seja Usia Dini.


Lalu hampir sama dengan cerita di atas, beberapa waktu kemudian saya pernah dua kali menang lomba blog yang diadakan oleh Sarihusada. Saat saya jadi juara dua dan membagikan alias pamer kabar gembira tersebut di Facebook, ada yang berkomentar, "Kok aku gak tau info lombanya, sih?"

Batin saya, "Iya, memang publikasi tentang lombanya terbatas, dan saya memang berharap yang ikutan hanya sedikit.." hiyyaaaaa... hahaha. Enggak seperti sekarang, info lomba blog pasti bertebaran di mana-mana 😄

Jadi memang saat itu publikasi info lombanya setahu saya kurang tersebar luas, plus rentang waktu lomba yang hanya sebentar. Jadi pesertanya hanya sedikit.

Kejadian yang mirip juga terjadi saat saya jadi pemenang di lomba Sarihusada berikutnya. Saat itu lombanya hanya bisa diikuti oleh bloger yang hadir di event offline yang diadakan oleh Sarihusada di Surabaya. Otomatis peserta lombanya sangat terbatas. Dan lagi-lagi karena peserta sedikit, saya jadi ada peluang buat jadi pemenang. Hahaha. Alhamdulillah.

Tulisan yang jadi pemenang kedua: Karnaval Ayo Melek Gizi, Langkah Kecil Tapi Penting untuk Indonesia Sehat.

Tulisan yang jadi pemenang di event Surabaya: [Nutritalk] Kenali Alergi Sejak Dini, Agar Tumbuh Kembang Anak Tidak Terhambat.


Kemudian masih dengan cerita yang tak jauh berbeda (hahaha..), tahun 2019 tulisan saya jadi juara ketiga lomba blog yang diadakan oleh KBR (Kantor Berita Radio) Indonesia dengan tema cukai rokok. Kok, bisa jadi pemenang? Setahu saya (lagi-lagi) pesertanya juga enggak banyak, dan waktu lombanya juga enggak lama. Tapi di sini saya agak bangga juga, sih. Karena para pemenang lain adalah nama-nama yang tak asing di jajaran jawara lomba blog. Cieee..


lomba blog kbr


Cerita yang hampir sama masih berlanjut.. tapi kali ini saya merasa lebih bangga lagi shombong maksudnya (?) dari sebelumnya. 

Ceritanya, beberapa waktu lalu tulisan saya jadi pemenang lomba blog dengan tema kesehatan, makanan dan masakan! Padahal saya, kan, enggak jago masak... huhu. Bukan itu saja, para peserta lain adalah nama-nama yang sudah biasa jadi jawara lomba blog, dan beberapa sudah terkenal sebagai bloger yang ahli masak atau food blogger gitu, deh.

Lalu, tahu enggak..? Tulisan saya malah jadi pemenang utama! Masya Allah.. alhamdulillah.

Nah, kok bisa jadi pemenang? Jujur, peserta lomba ini memang terbatas juga, karena merupakan job blog dari salah satu brand susu pertumbuhan anak (yang hanya terdiri dari sekitar 20-30 peserta - saya lupa) yang sekaligus dilombakan. Jadi peluang menjadi pemenang memang lebih besar. Tapi, para peserta ini bloger yang jago-jago semua, lho, kok tulisan saya masih bisa jadi pemenang? Saya pikir, ini karena selera juri.


piagam lomba chilgo


Iyes, selera juri merupakan salah satu kunci dalam lomba blog. Bagaimanapun ketatnya persaingan, bagaimanapun bagus-bagusnya blogpost para peserta, selera juri yang menjadi salah satu penentu.

Nah, bicara soal selera juri, ini berkaitan dengan paragraf awal tulisan ini. Yap, tiga kali menjadi pemenang lomba menulis yang diadakan oleh komunitas Warung Blogger (WB) dalam 2 tahun terakhir, saya semakin menyadari bahwa selera juri merupakan salah satu faktor penting dalam lomba blog.

Saya tahu (lebih tepatnya sok tahu), para admin WB yang sekarang sukanya bacaan yang seperti apa. Jadi dalam tiga kali lomba menulis itu, saya mencoba menulis apa adanya, bebas tanpa beban. Karena setahu saya style tulisan-tulisan mereka juga demikian 😂

Alhasil, tulisan-tulisan saya yang mungkin bagi bloger lain hanya "yahhh... tulisan gini aja.. (kok jadi pemenang)". Yah, enggak tahu, deh. Itu juri yang milih 😂


pemenang wb menulis


Tulisan-tulisan yang menang di lomba menulis WB:


Banyak Faktor yang Bisa Menjadikan Kita Sebagai Pemenang Lomba Blog! 

Jadi... apa yang bisa saya simpulkan dari sekelumit tulisan ini? Saya hanya bisa memberikan motivasi buat teman-teman yang mungkin kurang percaya diri untuk ikut lomba blog. Jika teman-teman memang ingin ikut berkompetisi dalam lomba blog, coba saja, jangan ragu. Berusaha saja semaksimal mungkin yang kita bisa. Karena ada banyak faktor yang bisa menjadikan kita sebagai pemenang.

Seperti sedikit pengalaman yang pernah saya alami, selain konten yang bagus (tulisan yang bagus, yang didukung oleh foto-foto dan infografis juga mungkin video yang menarik tentu punya nilai lebih di mata juri), beberapa faktor penentu lain adalah sebagai berikut:

  • Peserta lomba. Jika peserta lomba blog terbatas, tentu peluang jadi pemenang lebih besar. 
  • Waktu pelaksanaan lomba yang sebentar. Manfaatkan peluang ini untuk membuat tulisan dengan cepat agar jadi "sedikit orang yang ikut lomba".
  • Selera juri. Kadang selera juri tak bisa ditebak. Tapi kadang juga bisa kita pelajari dari tulisan-tulisan mereka, atau tulisan-tulisan yang pernah jadi pemenang dengan mereka sebagai jurinya.
  • Dan mungkin hal-hal lain. 


Coba saja cari celahnya. Kira-kira di mana tulisan kita bisa "menyelusup", meskipun mungkin secara kualitas tidak lebih baik dari tulisan peserta lain. Haha.


Jadi, merasa tulisan kita jauh lebih buruk dari tulisan para jawara lomba blog? Iya, mungkin memang demikian (ini saya, sih 😞). Tapi ingat, ada faktor-faktor lain yang masih bisa jadi "penyelamat" 😅. Oh ya, jangan lupa berdoa yang kenceng, karena Allah yang Maha Mengatur segalanya 🥰

Happy blogging, temans! 💗   



12 comments

  1. Wihh selamat mbak Diah sudah menang lomba blog. peluang terbesar adalah menyelusup selera juri ya Mbak hihiihi n_n

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasihhh.. enggak ada apa-apanya dibanding bloger lain..

      Yuk yukkk ikut lomba blog 😁

      Delete
    2. tapi aku kok kurang pd ya mbak, dan nggak tau caranya, kayak asing banget gitu lo

      Delete
    3. Sesekali cobalah ikut. Kalau emang suka dan menguasai temanya.
      Kalau gak mencoba akan asing terus. Coba aja biar ada pengalaman dan pedenya muncul 😁

      Delete
  2. Selamat ya kak atas segala kemenangan yang didapat. Tidak ada hasil yang mengkhianati usaha. Terus menginspirasi banyak orang dengan tulisan blognya

    ReplyDelete
  3. Selama mulai ngeblog lagi dari tahun 2019, aku belum pernah dong menang lomba blog. Heu heu. Syedihhh.. Ya karena memang jarang ikutan juga. kadang udah jipoer duluan buat ikutan. Duhh.... mental masih cemen banget akutu. Hihi

    ReplyDelete
  4. duh mbak diah ni aku salut banget, tetep semangat ngelomba padahal jauhhh lebih sibuk daripada aku, dan udah gak kehitung berapa kali menang, kagum pokoknya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha.. aku kudu bales komen ini 😂

      Ya lebih sibuk mb Ruli, lah. Kegiatan di rumah maupun di luar rumah seabrekkk.. dan lebih sering menang lomba blog juga daripada aku.. hiks, mb Ruli kok gini komennya ^^

      Delete
  5. Memang lomba2 tu hampir semuanya kyknya selain krn usaha jg ada pengaruh selera juri + keberuntungan, gk hanya lomba blog, lomba masak, lomba desain, dll. Makanya bukan berarti yang hebat banget gtu saat menang lomba, eh kecuali lombanya kyk lomba matematika yg udah pasti jawabannya 1+1 ya pasti 2 kali yaa #imho hehe. Jd emang bener semuanya berpeluang besar yg penting usaha maksimal trus doa dan yakin aja kalau rezeki tak ke mana ya mbak :D

    ReplyDelete
  6. MashaAllah~
    Akutu sebenernya sangat sangat insecure, gitu...kak DK kalau ikutan lomba.
    Bukan khawatir gak menang, karena sudah sadar diri dari awal, tapi khawatir dibilangin orang "Lah, ini buat lomba? Kok tulisannya gini doank?"

    Yampun...
    Bisa-bisanya aku takut sama bayanganku sendiri yaa..

    Tapi banyak sahabat blogger yang bikin aku semangat.
    Jadi apapun hasilnya, bismillah.. tuangkan ide dulu, gitu yaa..
    Biar Allah yang menentukan hasilnya.

    Barakallahu fiik, kak DK atas kemenangan lomba blognya.
    Semoga semakin memicu semangat menulis dan menggali ide selalu.

    ReplyDelete
  7. Hahahaha sudah tahu kuncinya ternyata.
    Mewakili Warung Blogger saya ucapkan Semangat dan selamat yaaa!!

    Betul, seperti yang dibahas di tulisan, alih-alih menyebut tulisan terbaik, kami lebih memilih untuk menggunakan frasa "tulisan favorit" karena, ya itu, selera para panelis nyumbang sumbangsih paling besar di penilaian.

    Aku pun kalau mau ikut lomba, suka lihat-lihat dulu siapa jurinya. Sambil bilang dalam hati: sudi enggak ya ini juri baca tulisan gue.

    ReplyDelete
  8. Aku kalo peserta lomba nya udah pakai banyak data, infografis keren, animasi dll wah auto merasa insecure dan benar mereka yg menang. Wkkka.

    ReplyDelete

Terima kasih sudah berkunjung :)
Saya akan senang jika teman-teman meninggalkan komentar yang baik dan sopan.
Mohon maaf komentar dengan link hidup akan saya hapus ^^.