BloggerDay 2021, Perayaan 6 Tahun BCC Bersama Keluarga

 

Hari Sabtu, 6 Maret 2021 yang lalu merupakan hari yang membahagiakan bagi saya. Karena setelah menunggu sekian lama, akhirnya saya berkesempatan untuk ikut merayakan BloggerDay 2021 yang diadakan oleh Bloggercrony Community (BCC). Perayaan ulang tahun ke-6 BCC secara virtual tersebut terselenggara melalui media Zoom dan berlangsung mulai pukul 10.00 hingga 17.30 WIB.



BloggerDay-2021


Sebagai bloger yang susah keluar rumah dan telah absen dari berbagai event blogger offline sejak akhir 2017, adanya event-event blogger secara online adalah surga bagi saya. Makanya, jujur, pandemi Covid-19 merupakan berkah buat saya. Maksudnya, saya bisa mengikuti berbagai pertemuan, workshop, seminar dan sebagainya cukup dari rumah saja, dari depan layar handphone atau PC. Jadi enggak perlu bersedih hati karena tak bisa keluar rumah demi menghadiri acara-acara itu. Termasuk, menghadiri event BloggerDay 2021 oleh BCC ini. Yeay! Saya bahagia!  


Keluargaku di Tengah Pandemi Covid-19 

Ngomong-ngomong soal event online, saya harus bersyukur karena (hampir selalu) bisa mengikuti berbagai event online selama pandemi ini dengan baik. Aktivitas-aktivitas lain yang memerlukan jaringan internet juga bisa dibilang no problemo. Ngeblog, sekolah daring anak-anak, pekerjaan suami, dan sebagainya, tak masalah. Artinya enggak ada kendala yang berarti terkait soal jaringan internet. Alhamdulillah ada fasilitas wifi di rumah, dan alhamdulillah masih bisa lancar membayar tagihannya tiap bulannya. Yah, kendalanya kalau mati listrik saat ikut acara online, sih. Hahaha.

Terbatasnya jumlah gawai memang menjadi permasalahan tersendiri saat menemani tiga anak kami yang melakukan PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh), namun selama ini masih bisa teratasi meski seringkali dengan berbalut emosi (sering bingung atur waktunya dalam penggunaan gawai). Hehehe. Tapi sekali lagi, ya, saya harus bersyukur jika mengingat di luar sana masih banyak orang yang kesulitan mengakses internet untuk saling terhubung di masa sulit ini.

Saya dan suami tak henti-hentinya bersyukur di masa pagebluk ini. Alhamdulillah pekerjaan (usaha) suami masih bertahan di masa sulit ini, sehingga berbagai kebutuhan rumah tangga masih bisa terpenuhi. Di sisi lain alhamdulillah masih ada saja job blog yang bisa saya kerjakan. Kami juga memberikan pemahaman kepada anak-anak mengenai hal ini. Bagaimana mereka masih beruntung, masih sehat, masih bisa berkumpul bareng keluarga, masih bisa sekolah, makan, dan sebagainya.

Penting sekali mensyukuri keadaan di masa pandemi ini. Selain sebagai imun agar hati tetap bahagia meski enggak bebas ke mana-mana, agar jiwa dan raga tetap sehat, juga menanamkan empati kepada orang lain yang tak seberuntung kita. Kami (saya dan suami) saling menguatkan, selalu menumbuhkan rasa syukur dan tak mengeluh meski rezeki tak berlimpah. Kami juga berusaha membantu pihak lain di sekitar yang memerlukan bantuan. Misalnya, membantu saudara yang kehilangan pekerjaan untuk diajak bekerja bersama suami.

Baca juga: Daftar Syukur Ketika Harus #DiRumahAja Saat Pandemi Covid-19.


BCC, Pandemi Covid-19, dan Keluarga Jempolan

Semangat membantu sesama yang terdampak pandemi Covid-19 juga ada di BCC (Bloggercrony Community). Salah satu komunitas bloger Indonesia yang saya ikuti ini sejak awal pandemi sudah bersiap dengan berbagai programnya sebagai bentuk empati kepada mereka yang terdampak. Hal ini karena BCC memang punya program yang bernama #BloggerCare yaitu program bentuk aksi nyata bloger sebagai agent of change

Melalui program ini, bloger anggota BCC dapat menyumbangkan tulisannya untuk berbagai isu/topik dengan misi bloger peduli. Anggota juga bisa digerakkan dalam aksi penggalangan dana untuk membantu sesama. Sebelum  ada pandemi Covid-19, program ini sudah berjalan. Kemudian saat pandemi melanda, BCC bergerak dengan melakukan sosialisasi pencegahan Covid-19 dan penggalangan dana.

Dalam program penggalangan dana, dana yang terkumpul disalurkan kepada teman-teman bloger anggota BCC yang terdampak, juga orang-orang yang membutuhkan bantuan di sekitar bloger anggota BCC. Tahun 2020 lalu penyaluran dana tersebut diserahkan dalam bentuk aneka sembako dan kebutuhan medis untuk pelaksanaan prokes (masker, hand sanitizer, dll). Tak ketinggalan, saat bencana alam melanda beberapa wilayah di tanah air, BCC juga bergerak melakukan penggalangan dana.

Selain itu, program-program BCC selama pandemi kebanyakan ramah keluarga. Misalnya dalam event 17-an (Peringatan Hari Kemerdekaan RI) dan Hari Blogger Nasional tahun lalu, atau acara tahun baru 2021 kemarin yang semuanya diadakan secara virtual, BCC mengajak anggotanya merayakannya bersama keluarga. Kami boleh mengajak anak-anak kami untuk turut serta bergabung dalam event-event online tersebut.

Hal itu tidak lain adalah salah satu cara BCC dalam mensupport keluarga para bloger anggotanya agar tetap bahagia dan produktif saat harus #DiRumahAja. Demikian juga saat perayaan ulang tahunnya yang ke-6 kemarin, BCC mendukung anggotanya untuk menjadi Keluarga Jempolan dengan mengajak para bloger bersama keluarga merayakan kebahagiaan 6 tahun BCC. Kami saling bertatap muka dengan teman-teman bloger lain dari berbagai wilayah di Indonesia secara virtual melalui fasilitas Zoom. Ya, kami tetap di rumah saja merayakan hari jadi itu bersama keluarga masing-masing, demi keamanan dan keselamatan bersama.


BloggerDay 2021, Perayaan 6 Tahun BCC Secara Virtual

flyer-lengkap-BloggerDay-2021


Kembali lagi pada cerita saya di awal tadi, karena event BloggerDay 2021 diadakan secara virtual dan saya bisa mengikutinya, maka kesempatan itu saya manfaatkan sebaik-baiknya. Saya sudah siap beberapa hari sebelum acara berlangsung. Ada sedikit kekhawatiran, sih, karena H-1 acara saya terkena diare. Badan lemas dan kepala pusing sekali. Sedikit tak yakin apakah saya bisa mengikuti seluruh rangkaian acara dari awal hingga akhir? Pagi hari saat hari H pun saya masih malas sarapan, karena rasanya tak enak saja makan. Namun menjelang pukul 10.00 saya paksakan makan. Takut jika dalam "perjalanan" BloggerDay badan menjadi semakin drop.

Pukul 09.56 saya memasuki ruang Zoom. Ternyata sudah banyak teman bloger yang duduk manis di sana, tak terkecuali founder BCC yaitu kak Wardah Fajri (kak Wawa) dan co-founder kak Satto Raji dan kak Anesa Nisa, juga pengurus inti dan harian. Mereka semua tampak antusias akan mengikuti acara ini. Saling "say hi" di kolom chat dan menyebutkan nama masing-masing, layaknya saling berjabat tangan bahkan cipika-cipiki di dunia nyata. Ah, kami memang rindu pertemuan langsung. Tapi karena kondisi sedang tak memungkinkan, ya, tak apalah sementara ini kami hanya bertatap muka di layar kaca 😊

Acara dimulai terbilang on-time. Beberapa menit selepas pukul sepuluh, kak Gita Siwi sebagai pembawa acara membuka gelaran istimewa ini. Lebih dari seratus bloger yang hadir memenuhi ruang akbar di Zoom hampir semuanya telah siap dan membuka kamera video mereka. Wajah-wajah ceria terpampang. Oh ya, FYI, peserta BloggerDay ini adalah 100 orang BCC Squad (anggota BCC terdaftar) yang terpilih melalui proses pendaftaran sebelumnya, dan beberapa tamu undangan.

Lalu acara demi acara mengalir. Dimulai dengan Welcome Speech, yaitu pembukaan rangkaian acara BloggerDay. Sambutan pertama dari ketua panitia yaitu kak Ibrahim Fawwaz, dan disambung dengan sambutan kedua dari founder dan Ketua BCC yaitu kak Satto Raji. Kak Fawwaz dan kak Satto memaparkan serba-serbi acara, diantaranya adalah bahwa event BloggerDay telah diadakan setiap tahun sejak tahun 2016 sebagai bentuk perayaan hari jadi Komunitas Bloggercrony Indonesia (BCC). Setiap tahun tempatnya berganti. Namun karena pandemi Covid-19, perayaan tahun lalu dan tahun ini diadakan secara virtual alias online.

Setelah Welcome Speech, acara selanjutnya adalah Awarding. Iyap, acara baru saja dimulai sudah ada Awarding! Hihihi.. acara ini memang dibikin seru, sih, bertabur hadiah. Pembagian hadiah di awal acara itu adalah untuk kategori Most Wanted Blog Award, Best Facebook Post, dan Best Video Profile Bloggerpreneur. Untuk kategori Most Wanted Blog Award dimenangkan oleh blognya mbak Herva, dong.. Momblogger yang keren abis emang. Blognya menang karena beliau konsisten membuat tulisan-tulisan organik 😊👍

Kemudian Awarding disambung dengan update kepengurusan BCN/X, yaitu pengurus inti dan pengurus harian BCC.

Baca juga: Pengalaman Belajar SEO On Page: Ini Kuncinya Agar Berhasil!


Virtual Family Trip Bareng Idfi Pancani

virtual-trip-BloggerDay-2021

Pukul 10.40 (sesuai jadwal acara), kami bersiap untuk mengikuti Virtual Family Trip bareng Kang Idfi Pancani ke USA! Yeay! Kedua anak saya sudah siap di depan layar (sedangkan si bungsu tidur, dan si sulung malu kalau terlihat di Zoom :D). Si nomor dua sudah hafal dengan kang Idfi karena sebelumnya sudah pernah ikut trip virtual juga bersama kang Idfi.

Di susunan acara memang disediakan waktu khusus untuk persiapan virtual tour ini. Ada waktu sekitar 10 menit untuk perkenalan dengan Kang Idfi, bersiap menuju destinasi wisata, lalu foto bersama. Benar-benar seperti mau piknik bareng keluarga, hehe. FYI, kang Idfi ini adalah Certified Indonesian Tour Leader & Tourist Guide, pemandu wisata bersertifikat gitu, deh. Selama pandemi ini, sudah banyak virtual tour yang diadakannya.

Nah, dalam kesempatan BloggerDay tersebut kami diajak sama kang Idfi ke USA alias Amerika. Tentu saja kami naik pesawat terbang (virtual) ke sana. Haha. Sesampai di sana kami diajak ke White House tempat presiden Amerika bekerja, lalu ke Jurassic Park, ke Walt Disney, hingga ke air terjun Niagara.

Bisa ditebak, anak-anak seneng banget pas bagian ke Jurassic Park dan ke Walt Disney. Beberapa dino tampak seperti sungguhan, karakter-karakter Disney yang banyak jadi favorit anak-anak itu bermunculan. Dan yang paling seru saat Elsa dan kawan-kawan muncul, dong.. Si nomor dua bilang, "Kenapa sih kita enggak tinggal di sana?" Huhu.. maunya.. 😂

Oh ya, keseruan juga terjadi saat kang Idfi memunculkan video lagu Baby Shark. Hemm.. BCC Squad Kids auto goyang semua deh kayaknya. Hahaha.

Virtual Family Trip ini juga makin seru karena kang Idfi membagi-bagikan hadiah melalui tiga kali kuis di sela-sela trip. Sayangnya jari saya kurang cepat bergerak, jadi yaa.. enggak nyangkut di kami deh hadiahnya. Hehe. Tapi it's ok, karena kami sudah senang banget bisa ikut jalan-jalan ke USA. Ada banyak pelajaran yang kami dapatkan juga. Seperti misalnya tentang arti usaha dan kerja keras yang dicontohkan dari kisah Barack Obama (Barry). Kang Idfi bercerita kalau Barry dulu pernah jadi tukang scoop es krim di salah satu kedai es krim di Hawai.

Acara virtual trip itu berakhir pukul 12.10, sedikit melebihi dari jadwalnya. Ya, karena kami memang keasyikan jalan-jalan. Haha.

Baca juga: Pelatihan Online Terbaik Bersertifikat Solusi Jitu untuk Prakerja.


virtual-family-trip


Setelah itu kami rehat selama kurang lebih satu jam, untuk sholat Dhuhur, makan siang, dan lain-lain. Istirahat sejenak lepas dari layar gawai. Asyiknya BloggerDay ya gini, nih. Ada waktu isttirahat yang cukup sebelum lanjut ke acara selanjutnya.

Dan, acara selanjutnya adalah Kahoot Games. Yeay, selama pandemi kuis ini memang hits banget ya? Semua peserta tampaknya juga antusias untuk mengikuti games ini. Pertanyaan-pertanyaan di games sebagian besar adalah tentang BCC. Dan seperti biasa saya enggak menang karena kurang teliti. Misalnya, nama aslinya kak Nesa itu siapa? Mata saya langsung tertuju pada jawaban Anesa Nisa dan klik! Ternyata setelah dilihat lagi, semua jawaban mirip, dan ada pilihan nama lengkapnya di situ. Hiks. Padahal saya tahu sih siapa nama lengkapnya (Siti Khoirunnisa). Yah, gitu deh kalau enggak teliti. Hahaha.


BloggerHangout 1: Senjakala "Content Creator"

workshop-senjakala-content-creator

Setelah bermain-main di Kahoot Games, kami melanjutkan acara dengan mengikuti workshop. Workshop untuk BCC Squad ini sebenarnya adalah program BloggerHangout dari BCC. BCC sudah sering mengadakan acara serupa dan tentunya materi serta pematerinya berbeda-beda. Nah, di acara BloggerDay 2021 ini BCC menghadirkan tema menarik yaitu "Senjakala 'Content Creator'" dengan narasumber Kang Maman Suherman dan Bang Shafiq Pontoh.

Hemm.. awalnya saya belum paham arti senjakala. Pernah dengar tapi belum paham artinya. Jadi sebelum acara BloggerDay saya sudah mencari tahu dulu, dong, apa artinya. Dan ternyata menurut KBBI senjakala artinya yaa waktu senja. Sedangkan senja sendiri artinya waktu (hari) setengah gelap sesudah matahari terbenam. Jadi, bisa dikira-kira, ya, apa makna tema "Senjakala 'Content Creator'"? Hehe.

Kedua nama narasumber di atas tentu sudah tak asing lagi di Indonesia, ya, terutama di dunia kepenulisan dan media sosial. Workshop yang dipandu oleh mbak cantik Helen Simarmata ini dimulai pukul 13.30. Para BCC Squad dan tamu undangan (iya, ada beberapa tamu undangan yang diundang khusus oleh BCC) tampak antusias mengikuti workshop ini karena selain temanya menarik juga pembahasan dari kedua pemateri sangat "ndaging". Banyak ilmu dan insight baru yang diberikan dari keduanya. Berikut ini sedikit catatan saya dari workshop tersebut.


Maman Suherman: Content Creator Harus Paham Literasi

Di sesi pertama, Kang Maman yang merupakan penulis dan pegiat literasi itu memberikan "wejangan" mengenai tanggung jawab content creator di era sekarang. Bahwasannya di masa kini pembuat konten semakin banyak, dan dari banyaknya pembuat konten itu tidak semuanya paham akan literasi. Bahkan mirisnya, banyak yang melakukan berbagai cara demi konten yang viral. Misalnya dengan membuat judul-judul yang clickbait (tidak sesuai antara judul dan isi artikelnya). Jika yang terjadi demikian, maka content creator tersebut telah memasuki senjakalanya.

Kreativitas memang sangat diperlukan, namun jangan asal berkreativitas. Jika ingin bertahan sebagai content creator di era sekarang, banyak literasi yang perlu dipahami untuk menghadirkan kreativitas dalam berkarya. Jika tak mau belajar, maka bersiap-siaplah untuk memasuki senjakala di dunia pembuat konten ini. Lalu literasi seperti apakah yang harus dipahami? Diantaranya mengenai etika penulisan, numerasi, juga literasi finansial (bagaimana risiko di balik angka-angka yang disajikan), literasi sains, literasi budaya dan kekeluargaan, dan lain-lain.

Baca juga: Penggunaan Bahasa Indonesia Baku dalam Blog.


Content creator di era sekarang juga harus berani menjadi expert di bidangnya. Kalau kita sudah menekuni dunia blogging, ya, jadilah expert di situ. Tapi bloger zaman now tuh multitasking, bisa fotografi, videografi, de el el.. enggak bisa jadi expert, dong? Hei, ternyata kata kang Maman, melakukan banyak kemampuan bukan berarti tidak bisa menjadi spesialis. Tapi keahlian-keahlian itu untuk satu spesialisasi. Tanpa kita kehilangan fokus. Oohh, gitu... *manggut-manggut

Poin selanjutnya yang ditekankan oleh kang Maman adalah (lagi-lagi) mengenai tanggung jawab content creator terhadap konten-konten yang dihasilkannya. Seperti bloger misalnya, dia punya tanggung jawab ketika mereview produk. Maka menulis review produk seharusnya ditulis secara jujur dan sesuai dengan hati nurani. Demikian juga menulis sebuah berita, ulasan, atau apapun, seharusnya ditulis sesuai dengan hati nurani, dan berani menolak "orderan" tulisan jika tak sesuai dengan hati nuran. 

Karena, jangan sampai konten menjadi boomerang, yang suatu saat akan menyerang balik penulisnya karena ketidakbenaran konten. Kita harus punya prinsip membela yang benar lebih baik daripada membela yang bayar. Kalau kata Ki Hajar Dewantara, diungkapkan sebagai "ngerti, ngerasa, ngelakoni". Artinya benar-benar paham karena merasakan dan melakukan sendiri apa-apa yang ditulisnya. Hehe. Tampak mudah ditulis, ya, tapi ketika kita dihadapkan pada pilihan itu, kadang situasinya menjadi sangat sulit.

Hal lain yang disampaikan oleh kang Maman adalah soal kolaborasi. Di era sekarang, kolaborasi dan networking sangat diperlukan. Sebagai content creator kita jangan hanya monolog dalam belajar dan berkarya, karena karya kita bukan untuk kita sendiri, bukan? Maka kita harus berkolaborasi, jadikan lawan sebagai teman kolaborasi.

Dalam berkolaborasi, kita butuh kemampuan berkomunikasi yang baik. Maka mari belajar soal critical thinking. Nah, salah satu cara untuk mengasah critical thinking adalah dengan banyak mendengar daripada berbicara.



Shafiq Pontoh: ATM Tidak Cocok untuk Era Sekarang

Sesi kedua dalam workshop pertama ini disampaikan oleh Shafiq Pontoh. Pegiat media sosial/Provetic ini sejak awal telah menyatakan setuju dengan apa-apa yang disampaikan oleh kang Maman. Maka materi yang disampaikan oleh bang Shafiq pun sejalan dengan materi kang Maman. Hanya saja bang Shafiq lebih fokus ke persoalan media sosial di era sekarang.

Saat ini navigasi untuk content creator antara lain sebagai berikut:

  • Soal wisdom. Bagaimana kita harus mampu berlaku bijak di media sosial atas konten-konten kita. Wisdom biasanya, sih, seiring dengan pertambahan usia. Usia nambah terus kalau wisdom enggak bertambah, kan, malu.. hehe.
  • Sekarang tuh era apa? Sekarang eranya extended reality, yaitu realitas yang di-extend dengan sosial media. Kita hidup di dua dunia: maya dan fisik. Dimana dunia adalah unlimited, tanpa batas. 
  • Sebenarnya kita ngomong sama siapa?

Hal-hal seperti itulah yang harus kita pikirkan ketika "bermain" di media sosial. Kita harus benar-benar memikirkan konten untuk diunggah di media sosial. Seharusnya, konten-konten yang dibuat adalah yang relevan dan otentik, dengan menggunakan analisis SWOT (Strength, Weakness, Opportunity, Threath) dan memperhatikan prinsip 5W1H.

Maka di era sekarang metode ATM (Amati, Tiru, Modifikasi) enggak cocok untuk diterapkan. Menurut bang Shafiq, ATM hanya cocok untuk era revolusi industri yang sudah jauh di masa lalu. Karena ATM serupa dengan nyontek, yang tidak sesuai dengan tuntutan konten-konten zaman now.

Soal optimasi media sosial, menurut bang Shafiq kita enggak harus punya semua kanal digital, melainkan sesuai kebutuhan saja, yaitu kanal-kanal yang kita kuasai. Sehingga apapun perubahan yang terjadi di dunia social network ini, kita akan selalu relevan dengan perubahan-perubahan itu karena kita juga akan bertumbuh.

Knowledge itu bisa dicari, skill bisa dilatih, sedangkan wisdom berjalan sama umur kita. Maka, lakukan kolaborasi dengan generasi lain untuk menciptakan konten. - Shafiq Pontoh.

Senada dengan kang Maman, bang Shafiq juga mengajak para content creator untuk berkolaborasi dalam menciptakan karya. Untuk berkolaborasi kita juga harus terus belajar, misalnya mempelajari algoritma tiap platform (yang akan terus berubah), melakukan riset di Google, dan lain-lain.

Nah, itulah sedikit yang bisa saya catat dari workshop "Senjakala 'Content Creator'". Acara yang berakhir sekitar pukul 15.00 ini buat saya pribadi, sih, menyisakan pe-er yang masih banyak dari apa yang disampaikan oleh kang Maman dan bang Shafiq. Kalau teman-teman bagaimana? Hehe.


Lucky Draw Bersama Bloggerpreneur

Setelah serius menyimak workshop, peserta #BloggerDay2021 diajak menyimak Lucky Draw, yaitu pembagian doorprize untuk para peserta. Dalam Lucky Draw via Zoom ini sudah banyak sekali peserta yang mendapatkan dooprize. Dan yang belum beruntung, akan tetap mendapatkan hadiah-hadiah lain setelah acara selesai (dibagikan via WAG khusus peserta BloggerDay 2021). Wah.. tentu saja semua peserta senang. Hehe.

Oh ya, hadiah-hadiah dalam Lucky Draw ini persembahan dari para BloggerPreneur BCC, lho. Yaitu para bloger pelaku UMKM anggota BCC. BCC memang punya program khusus yaitu BloggerPreneur yang memfasilitasi para bloger pemilik usaha untuk mempromosikan usahanya melalui BCC. Mau tahu siapa saja para bloggerpreneur yang kali ini terlibat dalam BloggerDay 2021? 

Berikut ini mereka (jika kepo dengan produk-produknya, silakan cari nama akun IG yang tertulis di bawah ini, ya)...  

  1. @anesacooking dengan baked pasta dan pudingnya yang merupakan usaha kak Anesa Nisa. 
  2. @asiboostertea dengan produknya yang ampuh buat melimpahkan ASI usaha dari kak Li Partic. 
  3. @aykoprojects yang menyediakan newborn props usaha dari kak Waya Komala.
  4. @makarame yang menyediakan berbagai eco-fiendly crafts usaha dari kak Anita.
  5. @duorajistore yang menawarkan bermacam produk Nusantara usaha dari kak Satto Raji 
  6. @dapursesukahati yang punya produk aneka cemilan dan kue kering usaha dari kak Marga Apsari.
  7. @katalensaku.photoworks yang menerima jasa foto produk usaha dari kak Rahmah Chemist.
  8. @ebigsoo_fashion_ dengan usaha fashion-nya yang khas Bali usaha dari kak Erni Bigsoo.
  9. @geraiaksesoris2 yang merupakan gerai aksesoris di Surabaya usaha dari kak Rie Agustina.
  10. @resepdapurayah yang merupakan usaha kuliner milik kak Jun papa bloger itu.
  11. @hennahijab_collection yang menjual hijab dan pakaian muslim usaha kak Anisa Widyastuti.
  12. @sreehandmate yang merupakan usaha kak Yayat dan adiknya berupa hampers-hampers cantik.
  13. @photo_coffee_ yang merupakan usaha foto dan kopi milik kang Dudi.

Dannn tentu saja event ini didukung oleh KITATAMA EVENT (IG: @kitatama.id) yaitu sebuah agency digital marketing yang menangani berbagai event.

Tentu saja kami para peserta berterima kasih kepada para bloggerpreneur juga pendukung acara. Dari mereka, kami semua kebagian hadiah... Hehehe.. alhamdulillah 😊🙏

Kemudian, setelah acara berbagi hadiah di Lucky Draw, kami semua diajak untuk saling berbagi untuk mereka yang membutuhkan. Di BCC sendiri ada program yang namanya BloggerCare. Nah, seperti yang sudah saya singgung di atas, di masa pandemi Covid-19 ini BCC telah beberapa kali menggalang dana. Di acara BloggerDay 2021 ini kami juga melakukannya. Banyak diantara peserta yang langsung beraksi menyumbangkan hartanya untuk membantu teman-teman bloger yang membutuhkan.


BloggerHangout 2: Tantangan Pembelajaran Jarak Jauh

workshop-pjj

Setelah rehat sejenak dari "mikir berat" (hahaha..) materi di workshop pertama, pukul 16.00 peserta diajak mengikuti workshop yang kedua. Kali ini temanya adalah "Tantangan Pembelajaran Jarak Jauh". Narasumber kali ini adalah mbak Ifa H. Misbach seorang psikolog klinis dan mbak Kania Safitri seorang mom influencer. Sedangkan moderator masih sama dengan workshop pertama, yaitu mbak Helen Simarmata.

Wah.. materi ini juga enggak kalah menarik dari workshop pertama. Karena peserta juga banyak yang merupakan mom dengan anak-anak yang menjalani Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) selama pandemi ini. Di sesi pertama mbak Kania berbagi pengalaman dalam mendampingi anaknya selama PJJ. Cerita mbak Kania panjangggg banget dan memang related banget dengan para mom seperti saya, hahaha. Semua uneg-uneg serasa terwakili diceritakan oleh mbak Kania.

Suka duka PJJ terhampar semua. Seperti bagaimana mengatur jadwal belajar anak di rumah, kesulitan akan tugas-tugas anak, kegaptekan beberapa wamur dan bahkan juga terjadi pada beberapa guru, internet yang kadang kurang bersahabat, dan lain-lain. Namun di atas berbagai kesulitan itu, kata mbak Kania, sebagai mom kita harus bisa mengatasi itu semua, jangan stress. Karena permasalahan itu adalah masalah bersama, dan kita harus menghadapinya.

Selanjutnya mbak Ifa menyambung bahwa di masa pandemi ini permasalahan PJJ memang bukan hanya permasalahan orang tua, tetapi juga menjadi masalah bagi anak juga para guru. Sehingga, kita semua harus saling berempati. Semua punya kesulitannya sendiri-sendiri, jangan merasa menjadi yang paling susah 😀

Seperti yang dialami anak, dan dirasakan oleh orang tua saat mendidiknya di rumah. Banyak orang tua yang baru menyadari bahwa mendidik anak terutama anak usia di bawah 7 tahun itu enggak mudah. Selanjutnya mbak Ifa memberikan materi tentang "Mengapa Anak Sulit Belajar" dengan tinjauan 12 indra. 

Materi mbak Ifa.


Perlu diketahui bahwa sebagai orang tua kita enggak perlu bingung ketika anak belum bisa calistung (baca tulis hitung) saat usianya 0-7 tahun. Kita enggak perlu ngoyo mengajarinya calistung. Cukup dikenalkan saja enggak masalah. Karena memang di rentang usia itu anak belum butuh dan belum mampu untuk menguasai hal itu. Kebutuhan dominan anak di usia itu masih seputar motorik kasar, halus, sensori, dan security.

Mbak Ifa menyampaikan bahwa tak ada anak yang bodoh, melainkan setiap anak mempunyai minat terhadap apa yang disukainya. Maka sebagai orang tua kita mempunyai tugas untuk mengasah minat-minat tersebut sesuai tahapan perkembangan usianya.


BloggerDay-2021-on-zoom
Sebagian screenshot peserta, host, dan pemateri saat BloggerDay 2021.


Ternyata workshop ini dirasakan menarik sekali bagi sebagian besar peserta BloggerDay. Sampai di akhir workshop, banyak yang minta kapan-kapan disambung lagi belajarnya bersama mbak Ifa.. hehe.. maunya.. 😂

Alhamdulillah, BloggerDay 2021 selesai pukul 17.30 dengan memberikan banyak sekali ilmu, insight, dan kegembiraan bersama teman-teman bloger dan keluarga. Kami para peserta khususnya saya sangat berterima kasih kepada BCC khususnya para pengurus (BCN) yang telah menyusun dan menyelenggarakan BloggerDay 2021 ini dengan sangat baik dan tersusun rapi semuanya dari awal hingga akhir. Semoga saya masih diberi kesempatan dan bisa mengikuti BloggerDay tahun depan, ya.. 😊




2 comments

  1. Waah mba, seruuuu acaranyaaa :). Aku padahal join juga blogger crony, tp jujurnya jrg ikutan event. Dari baca tulisan di atas, berbobot semua acara2nya. Penasaran pas yg virtual trip ke Amerika :D.

    Yg mengisi acaranya juga bagus. Suka dengan bahasan Shafiq Pontoh ttg ATM :). Iya sih, di era skr, udh ga zaman hanya meniru dan modifikasi . Waktunya utk menciptakan hal hal yg baru :)

    ReplyDelete
  2. Aku juga bahagia mbak bisa ikutan virtual celebration BloggerDay 2021. Kalau diadakan offline ga bisa ikut, lha ada bayi.

    Topik acara seharian ini related banget dengan kita sebagai bloger dan orang tua. Keren yaa Bloggercrony!

    ReplyDelete

Terima kasih sudah berkunjung :)
Saya akan senang jika teman-teman meninggalkan komentar yang baik dan sopan.
Mohon maaf komentar dengan link hidup akan saya hapus ^^.