Pages

Cara Memaksakan Baca Buku untuk Orang-orang yang Banyak Alasan


Awal tahun ini saya melihat kembali tumpukan buku-buku yang belum terbaca di rak buku dan meja kamar. Ah, masih banyak juga! Ya iyalah, karena akhir-akhir ini saya jarang banget baca buku dan kadang justru ada penambahan buku baru di situ. Entah buku beli sendiri ataupun sebab hadiah. Alhasil tumpukan buku bertambah tinggi saja. Lalu saya berpikir, ini harus diakhiri pelan-pelan!


Beberapa buku yang ingin saya baca (sampai selesai) dalam waktu dekat.

Saya mulai memutar otak, bagaimana cara memaksakan untuk baca buku, at least one month one book. Begitu. Karena kalau enggak dipaksakan, enggak akan kelar-kelar baca bukunya. Lho, kenapa mesti dipaksakan? Bukankah baca buku itu salah satu hobi atau kesenangan? Enggak, menurut saya, untuk saat ini baca buku bagi saya merupakan kebutuhan. Saya butuh baca buku untuk keperluan menulis atau ngeblog, untuk terus belajar sebagai ibu, istri, dan seorang perempuan, dan menambah wawasan atau pengetahuan lain-lain.

Nah, makanya saya harus kembali rajin baca buku seperti dulu (saat masih single), tidak hanya baca artikel-artikel di internet saja atau bahkan malah kerajinan baca timeline medsos. Hemm. 

Iya, sih, alasan saya selama ini susah bisa baca buku cukup masuk akal. Gimana enggak, setiap mulai pegang buku, ada saja permintaan anak-anak untuk ini-itu. Minta ditemani main, lah, minta diajarin baca, lah, atau, mereka bawa tandingan. Mereka ambil buku, lalu minta dibacakan. Haduh! Kalau baca bukunya nunggu anak-anak tidur, gimana? Emm.. saya lebih memanfaatkan waktu itu buat ngeblog! Huhu.

Ah, sudahlah. Banyak sekali alasan kenapa saya kesulitan baca buku semenjak ada anak-anak. Tapi... Seperti saya bilang di atas, saya kembali bertekad untuk bisa baca buku minimal sebulan satu buku. Kalau dipaksakan, insyaa Allah bisa. Seperti beberapa saat yang lalu, nyatanya saya bisa menyelesaikan baca buku Anger Management dan sekaligus mereview-nya hanya dalam waktu semingguan. Lihat! Kalau dipaksakan memang bisa!

Silakan baca: [Review] Anger Management: Kelola Amarah untuk Menuai Manfaat.

Nah, saya mau bikin list cara memaksakan baca buku ala saya di sini, nih. Buat apa? Tentu saja utamanya adalah buat mengingatkan diri sendiri. Dan kalau ada yang senasib dengan saya, semoga cara-cara berikut bisa membantu juga 😊. Oke, berikut beberapa cara memaksakan baca buku ala saya:

❤️ Posting niat di medsos.
Maksudnya kita posting niat kita mau menyelesaikan membaca sebuah buku di media sosial. Entah di Instagram, Twitter, Facebook, atau yang lain. Buat apa? Buat pamer niat! Haha.

Dengan kita pamer niat, otomatis akan ada beban tersendiri jika kita tak menepati apa yang telah kita tulis (niatkan). Kita akan merasa bersalah, membohongi publik (halahh... 😅) juga terutama membohongi diri sendiri. Dengan "beban" seperti itu, kita akan terpacu dan terpaksa untuk menyelesaikan membaca buku. Tak apa dipaksakan. Insyaa Allah lama-kelamaan akan terbiasa.







Tau nggak, aku udah memulai baca buku ini sejak beberapa bulan yang lalu (fotonya juga udah lama 😆😌). Dan sampai saat ini, belum selesai juga! Huhu. . Padahal buku ini bagus banget, lho, buat mendampingi emak-ibu-bunda kayak aku ini dalam membenahi perilaku anak-anak yang "negatif". Baca buku ini pun enggak perlu urut dari awal hingga akhir. Tapi kita bisa baca sesuai kebutuhan. Misal aku nih, karena si sulung lumayan sering marah-marah, langsung buka aja bagian "50 Cara Membenahi Perilaku Anak yang Pemarah". Dan seterusnya. . Tapi... Waktu membacaku selalu terkalahkan oleh aktivitas-aktivitas yang lain. Jadi baru sedikit yang aku baca 😭. . Nah, aku pengen banget nih mulai saat ini nyelesaiin buku buah karya mbak @utiauthor ini. Eman banget kalo enggak diselesaiin. Soalnya bagian-bagian yang dibahas menarik semua.. . Bismillah, semoga bisa. Aamiin. (btw banyak buku lain juga di rak buku yang belum aku baca 😢). . #book #parentingbook #parenting #bookstagram
Sebuah kiriman dibagikan oleh Diah Kusumastuti (@dekamuslim) pada


❤️ Katakan niat kita ke orang-orang terdekat.
Ini hampir sama dengan poin pertama di atas. Bedanya, kalau di medsos mungkin jarang atau bahkan tak ada yang mengingatkan jika kita lalai akan niat kita. Kalau orang-orang terdekat biasanya akan lebih perhatian.

Misal katakan niat kita untuk menyelesaikan sebuah buku dalam waktu tertentu kepada suami atau anak. Biasanya mereka akan mengingatkan kalau sudah lama saya tak membaca buku. 
"Katanya mau diselesaikan dalam seminggu? Kok, gak pernah baca?"
"Kok, gak dibaca bukunya, Mi? Katanya mau dibaca tiap hari?"

Dengan teguran-teguran semacam itu, kita akan malu. Apalagi sama anak-anak, rasanya seperti mengajarkan hal yang tidak baik jika tak menepati janji. Huhu.

Baca juga: Buku Anak Turut Membangun Karakter Sejak Dini.

❤️ Cari dan curi waktu untuk membaca, kapan saja.
Kalau waktu luang saat anak-anak tidur biasanya dimanfaatkan untuk ngeblog (me time), baiklah saya cari waktu lain. Saya akan mencari dan "mencuri" waktu-waktu luang lain. Misalnya saat anak-anak sedang mengerjakan aktivitas lain (seperti saat mereka asyik bermain sendiri), atau saat istirahat sejenak di sela aktivitas memasak atau mencuci baju, atau bahkan saat BAB di kamar mandi. Hahaha. 
Intinya kapan ada waktu luang, meski sebentar, manfaatkan untuk membaca. Kalau masih kurang, ya, terpaksa membagi me time untuk ngeblog dan baca buku.


❤️ Siapkan buku-buku yang akan dibaca di tempat strategis.
Tempat-tempat strategis yang dimaksud adalah tempat-tempat di mana kita sering berada atau lewat di sana. Misal kalau saya, di meja kamar tidur, di dapur, atau di meja ruang tamu. Dengan meletakkan buku-buku yang akan dibaca di tempat strategis, kita akan sering melihatnya dan kemudian ingat akan niat kita. Sehingga kita seperti terus diingatkan.

❤️ Jauhkan smartphone saat membaca buku.
Seringkali membaca buku tak selesai-selesai gara-gara ada smartphone di dekat kita. Sebentar-sebentar melihat notifikasi, lalu membaca pesan dan lain-lain. Hingga akhirnya buku hanya dipegang dan sedikit sekali yang terbaca. Menyedihkan sekali, ya 😢.

Makanya smartphone harus kita jauhkan saat sedang membaca buku. Agar baca buku jadi lebuh efektif, lebih konsentrasi, lebih dapat kualitas dan kuantitasnya. 


Itulah beberapa cara memaksakan baca buku untuk orang-orang yang banyak alasan (tentu saja seperti saya 😅😭). Ada yang seperti saya juga? Ingin memaksakan baca buku? Atau ada yang punya pengalaman seputarnitu? Share tips lain, dong, kalau ada 😊.


Diah Kusumastuti

Saya seorang ibu rumah tangga dengan 4 orang anak, Faiq, Fahima, Fauzia, dan Fahri. Asli Solo tapi sekarang berdomisili di Sidoarjo. Suka menulis tentang apa saja selama itu positif dan sebisa mungkin memberi manfaat bagi yang membaca. Menulis bagi saya adalah sarana refreshing dan agar otak terus bekerja :) Email: d3kusumastuti@gmail.com

2 comments:

  1. Sebagian besar mengatakan kalau gadget, terutama HP emang merusak niat baca kita ya....

    Yang saya sayangkan, ada beberapa orang berkata gerakan melawan hoax tapi dia sendiri sebar hax karena malas baca dan mencari.

    ReplyDelete
  2. bener banget sih ba, distreksi yang paling utama itu adalah dadget, kalo udah bunyi notif sedikir gatel banget pengen dibuka, terus kalo udah dibka jadi kelanjutan dan buku nya jadi ketutup lagi hehehe

    ReplyDelete

Terima kasih sudah berkunjung :)
Saya akan senang jika teman-teman meninggalkan komentar yang baik dan sopan.
Mohon maaf komentar dengan link hidup akan saya hapus ^^.