Persiapan-persiapan Menyambut Lebaran


Allahu Akbar.. Allahu Akbar.. 
Laaillahaillallah Allahu Akbar..
Allahu Akbar walillahil hamd.

Merdu suara takbir berkumandang, pertanda Ramadhan telah berakhir dan 1 Syawal telah hadir. Antara bahagia dan sedih. Ya, sebagai muslim perasaan itu wajar. Namun, Hari Raya Idul Fitri mestinya kita sambut dengan gembira. Saya pun menyambut lebaran dengan suka cita.

Sumber: pixabay.com

Alhamdulillah, lebaran tahun ini juga sebagian besar umat Islam melaksanakannya secara bersamaan, yaitu di hari yang sama, 5 Juni 2019. Meski ada sebagian kecil yang telah melaksanakannya di hari ini, bahkan ada golongan yang melaksanakannya di tanggal 6. It's okey, tak perlu diperdebatkan, ya. Yang penting kita merayakan hari besar umat Islam ini dengan suka cita 😊.

Nah, agar lebaran menjadi momen yang bermakna dan berkesan, saya berusaha membuat persiapan untuk menyambut Idul Fitri. Beberapa persiapan itu antara lain sebagai berikut:

Menyiapkan perlengkapan shalat Idul Fitri.
Setelah kemarin dicuci bersih, disetrika, selanjutnya disiapkan di kamar agar besok saatnya akan shalat ied enggak cari-cari lagi. Biar hemat waktu.

Membersihkan rumah.
Sudah sejak beberapa hari yang lalu kami sekeluarga bersih-bersih rumah. Juga ada beberapa perbaikan bagian rumah. Bukan apa-apa, biasanya ada banyak tamu di hari lebaran. Jadi, ya, gitu, deh 😁. 

Menyiapkan hidangan lebaran.
Meski saya rempong dengan adanya keempat anak kecil di rumah, tapi saya bersama suami dan ibu berusaha menyiapkan hidangan untuk lebaran sebaik mungkin. Mulai dari masakan (sayur) hingga camilan untuk mengisi toples-toples di meja tamu. Hehe.

Jaga pola makan.
Alhamdulillah dengan puasa Ramadhan pola makan jadi lebih baik. Nah, sudah seharusnya kebiasaan ini juga berlaku setelah Ramadhan. Apalagi saat lebaran, saat makanan bertebaran di mana-mana. Kita harus pandai-pandai memilih makanan/minuman apa saja yang layak masuk ke tubuh kita. Jangan mentang-mentang banyak makanan lalu kita santap semua tanpa memperdulikan sebaiknya tubuh konsumsi yang mana saja. Takut nanti sakit, atau berat badan jadi bertambah banyak. Hehe.

Istirahat yang cukup.
Saat lebaran biasanya di rumah banyak tamu. Atau, kita bersilaturahim ke banyak saudara dan teman. Jangan sampai kecapekan, lho. Istirahat yang cukup, ya. Atur sedemikian rupa aktivitas kita selama lebaran, agar badan tak terlalu capek.

Persiapakan mental.
Saat lebaran, biasanya kita bertemu banyak orang. Dari saudara, teman, tetangga, dan lain-lain. Persiapkan mental jika kita ngobrol-ngobrol bersama berbagai macam orang. Baik yang sering ketemu, apalagi yang lama enggak ketemu. Mungkin akan ada pertanyaan-pertanyaan yang bikin hati sesak. Seperti misalnya, kapan mau nikah, kapan punya anak lagi, kenapa anaknya minum sufor bukan ASI, dan lain-lain. Hemm.. kudu siap mental, ya 😁.

Bersiap capek lagi.
Yap, siap-siap capek lagi setelah lebaran usai. Khususnya buat emak-emak, nih. Cucian baju dan piring yang menumpuk, rumah yang perlu dibersihkan lagi, siap-siap nyetrika buat persiapan anak-anak sekolah, dan lain-lain. Yeah.. begitulah 😁.

Tapi meskipun akan capek lagi, lebaran selalu menyisakan cerita yang menyenangkan. Itulah mengapa saya juga selalu berusaha menyambut lebaran dengan persiapan-persiapan yang matang. Dan, beberapa persiapan di atas tinggal dijalani dengan senang hati dan penuh rasa syukur. Bismillah. Semoga lebaran kali ini penuh makna dan membahagiakan 😊.

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1440 Hijriyah, teman-teman! 
Taqabbalallahu minna wa minkum.
Barakallahu fiikum ❤️



Hhh

2 comments

  1. Yang paling penting istirahat yang cukup sama jaga pola makan rupanya mba. Jangan sampe jatuh sakit saat lebaran tiba :D.

    ReplyDelete
  2. Selamat lebaran yah mba. Maaf lahir batin

    ReplyDelete

Terima kasih sudah berkunjung :)
Saya akan senang jika teman-teman meninggalkan komentar yang baik dan sopan.
Mohon maaf komentar dengan link hidup akan saya hapus ^^.