Saturday, 9 March 2019

Upaya Optimal PDAM Surya Sembada Melayani Kebutuhan Air Warga Surabaya





Surabaya sebagai salah satu kota terbesar di Indonesia menjadi incaran banyak orang untuk dijadikan tempat tinggal. Banyak pendatang baru dari tahun ke tahun yang menambah jumlah penduduk di kota ini. Entah itu berawal dari urusan pekerjaan, mencari ilmu, atau untuk urusan lain. Jumlah penduduk yang semakin padat, membuat sarana dan prasarana kota mau tak mau juga harus ditingkatkan kualitas dan kuantitasnya. Mulai dari lapangan pekerjaan, sekolah, hingga soal pelayanan air bersih.

Berbicara soal air, benda ini memang merupakan kebutuhan vital manusia, ya. Tanpa air, kita tidak bisa bertahan hidup dalam waktu yang lama. Konon, manusia bisa bertahan satu bulan tanpa makan, namun hanya bisa bertahan satu minggu tanpa air. Maka kebutuhan air bersih yang layak untuk dikonsumsi juga menjadi perhatian pemerintah untuk warganya. Nah, bicara air bersih dan pemerintah, sudah pasti enggak jauh kaitannya dengan PDAM, ya. Iya, karena jasa PDAM (Perusahaan Daerah Air Minum), masyarakat bisa menikmati air bersih dengan mudah. 

Dulu, saat saya hidup di desa (di pelosok Solo), enggak mengenal yang namanya PDAM (karena saya biasa menggunakan air sumur, hehehe..). Tapi semenjak saya kuliah di Surabaya, saya mendapat pengalaman baru bersama PDAM. Ya, saat awal kuliah dulu (tahun 2004-2005), saya pernah tinggal di rumah pakdhe di daerah Semolowaru Utara, Surabaya. Salah satu rutinitas harian saya di rumah itu adalah menjaga aliran air ke dalam ember tandon. Saya menunggu ember tandon itu sampai penuh berisi air (tentu saja sambil mengerjakan aktivitas lain seperti belajar dan shalat malam). Rutinitas itu terjadi setiap dini hari. Mengapa dini hari? Karena saat dini hari-lah aliran air dari PDAM mengalir paling lancar. Kalau di jam-jam efektif (pagi hingga menjelang malam), jangan harap air bisa keluar lancar.

Ternyata, perlu effort yang "lumayan" juga, ya, demi mendapatkan air bersih di kota besar seperti Surabaya ini 😊

Sekarang, saya tak lagi tinggal di rumah pakdhe. Ketika beberapa waktu lalu saya tanyakan kepada kakak sepupu di sana perihal air PDAM, beliau menjawab bahwa air PDAM masih mengalir lancar seperti dulu. Alhamdulillah. Hanya saja, katanya, karena penduduk di Surabaya bertambah padat, aliran air dari PDAM harus dibantu dengan pompa air agar air mengalir lebih lancar.

Baca juga: Yuk, Kita Irit Air!


Sekilas tentang PDAM Surya Sembada


Teman-teman semua pasti sudah tahu, ya, mengenai PDAM. PDAM merupakan salah satu unit usaha milik pemerintah daerah yang bergerak dalam usaha mendistribusikan air bersih kepada masyarakat umum. Untuk PDAM Surabaya sendiri punya nama khusus yaitu PDAM Surya Sembada. 
Logo PDAM.

Di atas itu adalah logo PDAM Surya Sembada Kota Surabaya. Didesain dalam bentuk yang terlihat dinamis, dengan bentuk dasar berupa organis (lengkung) yang akan tampak selalu bergerak seperti sifat air. Hal ini menggambarkan harapan perusahaan yang akan selalu bergerak dinamis menuju ke arah yang lebih baik. Juga menggambarkan citra perusahaan sebagai penyedia air minum yang tak akan pernah berhenti memberikan layanan terbaiknya kepada para pelanggan. Warna birunya dimaksudkan untuk memberi kesan matang, mandiri, profesional, serta mewakili warna air. Sedangkan warna hijau memiliki maksud bahwa air adalah salah satu elemen dari alam yang tidak dapat dipisahkan dengan lainnya. Harapannya, perusahaan akan selaku peduli akan kelestarian alam. (sumber: IG @pdamsuryasembada)

Berkaitan dengan air dan permasalahannya, setiap tahun ada peringatan Hari Air Sedunia yang jatuh pada tanggal 22 Maret. Peringatan ini diadakan oleh UN Water, salah satu lembaga PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa) yang fokus menangani permasalahan air di bumi. Untuk tahun 2019 ini tema yang diangkat adalah "Leaving No Behind" yang berarti tidak meninggalkan siapapun. Maksudnya tidak meninggalkan masyarakat yang kesulitan mendapatkan ataupun mengakses air bersih. Kemudian sub temanya adalah "Air untuk Semua". Ya, karena air adalah hak asasi seluruh manusia.

Sejalan dengan hal itu, PDAM Surya Sembada selalu berupaya secara optimal dalam melayani kebutuhan air bersih bagi seluruh warga Surabaya. Ada banyak hal yang telah dilakukan PDAM Surya Sembada. Mulai dari peningkatan kapasitas produksi untuk menjamin pemenuhan kuantitas air bersih, optimalisasi dan inovasi teknologi pengolahan untuk memenuhi kualitas air yang memadai, pemenuhan kontinuitas dan keterjangkauan melalui upaya pengembangan dan perbaikan jaringan distribusi perpipaan, pengaturan dan pemerataan tekanan dengan penyediaan pompa-pompa distribusi, juga pembangunan unit reservoir.

Juga sebut saja misalnya, di tahun 2018 PDAM Surya Sembada mengembangkan Zona Air Minum Prima (ZAMP). Yaitu kawasan yang nantinya air PDAM bisa langsung diminum dari keran tanpa dimasak terlebih dahulu. Kawasan yang menjadi percontohon awal yaitu Ngagel Tirto dan Dukuh Pakis. Kemudian peningkatan kehandalan IPAM (Instalasi Pengolahan Air Minum) Karangpilang dan IPAM Ngagel 3, dengan menambah penyulang (pasokan listrik) agar proses produksi akan menjadi lebih stabil dan minim gangguan dari sisi kelistrikan.

Pelayanan air minum kepada masyarakat oleh PDAM Surya Sembada tak hanya terbatas pada daerah administratif kota Surabaya saja, melainkan juga masyarakat daerah Kabupaten Pasuruan, Sidoarjo, dan Gresik. Untuk masyarakat yang daerahnya belum terjangkau jaringan pipa distribusi, pelayanan dilakukan dengan menggunakan mobil tangki, terminal air, hidran umum, dan kran umum. Bahkan untuk masyarakat yang menempati tanah tidak legal juga dilayani dengan bantuan Master Meter.


Pengadaan Master Meter


Master Meter adalah program dari PDAM Surya Sembada yang memberikan akses air bersih melalui meter besar yang nantinya pengelolaannya dilakukan oleh Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM). KSM inilah yang nantinya akan menjadi penghubung antara pengguna Master Meter dengan PDAM. Mengapa harus ada KSM? Karena di Surabaya (dan juga kota-kota lain) ada sebagian penduduk yang tinggal di daerah yang secara legalitas (hukum) tidak bisa dilalui pipa PDAM. 

Di Surabaya, sebagai contoh misalnya di Jalan Legundi, ada warga yang menempati tanah milik PT. KAI (Kereta Api Indonesia). Atau ada warga yang menempati tanah milik dinas pengairan, seperti contohnya di stren kali Jagir.  Nah, secara legalitas PDAM tidak bisa memasang pipa air di tempat-tempat itu karena akan melanggar hukum. Karena tanah yang ditempati warga tersebut bukan tanah mereka melainkan milik pihak lain. Jika PDAM memasang pipa di sana, berarti telah melakukan tindakan melanggar hukum.
Sehingga PDAM memberikan solusi dengan program Master Meter untuk masyarakat yang berada di daerah yang secara legalitas tidak bisa dilalui pipa PDAM seperti tersebut di atas. 





Program Master Meter ini tentu saja merupakan angin segar bagi warga "spesial" seperti tersebut di atas. Karena kebutuhan akan air bersih di kota besar memang tidaklah mudah didapatkan. 

Hingga saat ini PDAM Surya Sembada telah memiliki 121 Master Meter untuk melayani 6.722 pelanggan. Program Master Meter ini mendukung program MDG's 2020 dari pemerintah Indonesia, yaitu 100% pelayanan air bersih. Dan sampai tahun 2018, cakupan layanan PDAM Surya Sembada telah mencapai 98,97%. Kurang sedikit lagi insya Allah tagline "Leaving No Behind" akan tercapai di Surabaya 😊.


Pembangunan Reservoir


Reservoir merupakan tandon air yang berukuran besar untuk menampung air dari Instalasi Pengolahan Air Minum (IPAM) PDAM. Reservoir ini berfungsi sebagai penyimpanan cadangan air ketika IPAM terjadi kendala, serta pemerataan tekanan ke semua pelanggan. Dengan adanya reservoir ini, diharapkan tekanan serta kontinyuitas air ke pelanggan menjadi lebih baik. Air bisa mengalir lebih lancar daripada sebelumnya.

Saat ini, PDAM Surya Sembada memiliki 10 reservoir yang tersebar di seluruh Surabaya. Selama tahun 2018 PDAM Surya Sembada berhasil membangun empat reservoir di Made Lakarsantri (250m3), Putat Gede (tahap 2) (5000m3), Ketegan, Pegirian (200m3). Lalu di tahun 2019 ini PDAM akan membangun tiga reservoir, yaitu reservoir Kandangan, Kedungcowek dan Alas Malang.




Seperti yang telah saya singgung di atas, penduduk Surabaya dari tahun ke tahun semakin meningkat. Semakin padat. Data di tahun 2018 kemarin, jumlah penduduk Surabaya sudah mencapai angka tiga juta. Dari jumlah itu, hampir semuanya merupakan pelanggan PDAM. Bisa dibayangkan betapa banyaknya kebutuhan air bersih setiap harinya. Maka enggak heran jika kakak sepupu saya mengatakan bahwa air mengalir kurang lancar di jam-jam kerja. Karena penggunaan air yang terus-menerus di hampir seluruh rumah maupun bangunan lain di kota metropolis ini.

Maka pembangunan reservoir memang sangat dibutuhkan di kota Surabaya. Agar aliran air ke pelanggan menjadi lebih lancar dan kontinyu.

Pembangunan reservoir ini juga sebagai bagian dari upaya optimal yang dilakukan PDAM Surya Sembada dalam menjawab tantangan pemenuhan kebutuhan akan air bersih untuk seluruh warga Surabaya. Sekaligus untuk mencapai target pelayanan air bersih 100% sesuai target nasional.


Teman-teman, proses mengolah dan mendistribusikan air bersih sampai ke rumah-rumah kita semua merupakan proses yang panjang dan usaha yang terus menerus. Seperti itu pula yang telah dilakukan oleh PDAM Surya Sembada kepada seluruh warga Surabaya. Maka, sudah sepatutnya kita semua bisa lebih bijak dalam menggunakan air. Agar kita bisa berbagi air kepada kepada sesama, kepada generasi selanjutnya. Karena sesuai dengan tema Hari Air Sedunia 2019, "Leaving No Behind", "Jangan Meninggalkan Siapapun", dan mari terus belajar bijak agar “Air Untuk Semua” bisa tercapai.

***


Referensi:
  • https://www.pdam-sby.go.id/
  • http://terupdate.net/data-statistik/jumlah-penduduk/jumlah-penduduk-kota-surabaya-tahun-2018.html
  • Instagram @pdamsuryasembada 


27 comments:

  1. Masya Allah ngomong air ini nggak ada habisnya ya mbak, kekurangan menderita, kebanjiran juga menderita.

    Btw saya juga merasakan air PDAM ketika di tinggal dikota besar, ya ampun merasa sedih sekali karena sedari kecil bebas menikmati limpahan air sumur. Sukses selalu untuk program PDAM Surabaya 😊

    ReplyDelete
  2. Kebutuhan air bersih di Surabaya pasti akan terus meningkat ya sesuai dengan jumlah penduduk Surabaya yang makin banyak juga. Yup, bijak menggunakan air bisa dimulai dari diri sendiri dan keluarga. Ngebayangin susahnya kalo sampai kekurangan pasokan air bersih.

    ReplyDelete
  3. Aku iri banget sama PDAM Surya Sembada yang bertekad terus berupaya agar "Leaving No Behind", "Jangan Meninggalkan Siapapun", untuk pemenuhan air warga Surabaya.
    Saya saja sudah tinggal sejak 2007 di Jakarta sampai sekarang PDAM belum masuk ke komplek saya. Padahal saya di Jakarta Barat. Duh, malu masih pakai air tanah yang ya gitu deh..Hiks

    ReplyDelete
  4. rumah mbahku masih menggunakan PDAM mak.. meski pakai air tanah juga sih. So far air PDAM di Jakarta terutama Jakarta Selatan cukup bagus dan lancar. kalo dulu kan seringnya mati ya

    ReplyDelete
  5. So it’s worth it for all... That’s great indeed. Water is very vital and important for our lives. We really have to appreciate those who have been working hard for us on providing safe drinking water

    ReplyDelete
  6. Kalau di Batam PDAMnya dikelola oleh swasta. Dan ternyata menjadi perusahaan pengelola air terbaik di Indonesia. Mungkin karena dikelola secara professional.

    ReplyDelete
  7. Ohh baru tau nih proses PDAM itu seperti apa. Kalo air di saya sih Alhamdulillah mbak masih ngocor pake jetpump. Cuma ya memang ga jernih.
    Semoga yah mbak dengan diperingatinya hari Air, kita makin lebih bijak dalam menggunakannya dan bisa menjaga kebersihan air tersebut.

    ReplyDelete
  8. Persoalan air ini memang esensial banget ya. Sebagus apa pun rumah, tempat, atau pembangunan, kalo air susah, pasti gak disukai masyarakat. SEmoga PDAM Surabaya bisa melayani kebuthan air semua masyarakat Surabaya dengan baik.

    ReplyDelete
  9. Aku bersyukur mba...belum pernah bermasalah sama air. Dari bayi sampe segini, air sumur. Di pedesaan soalnya.

    Tp pernah juga sih pake air PDAM, dulu pas di luar kota waktu masih statusnya kerja di perush swasta. Ngraain sedih klo air tiba mati nggak ngalir dan nunggu malem baru ngalir lagi...

    ReplyDelete
  10. pdam surya sembada keren. di tempatku belum bisa maksimal pelayanannya ga seperti di kotamadya :)

    ReplyDelete
  11. Air itu jadi persoalan utama banget karena kebutuhan primer yah mba. Aku emang di rumah nggak dari PDAM sih, tapi salut sama upaya-upaya PDAM Surabaya yang nggak pernah berhenti untuk melakukan pelayanan yang terbaik untuk mencapai target nasional.

    ReplyDelete
  12. Rumah saudaraku di Surabaya pakai PDAM juga tapi memang dirumahku sendiri gak pakai sih. Karena memang air bersih ini menjadi kebutuhan utama rumah tangga ya.

    ReplyDelete
  13. Masalah klasik yang muncul di berbagai perumahan adalah akses air yang kadang mengalir kadang enggak. Bagus nih kalau PDAM sudah melakukan berbagai perbaikan sistemnya agar aliran air bersih tetap lancar jaya. Susah juga soalnya ya kalau nggak ada air bersih di rumah.

    ReplyDelete
  14. Dulu kuliahnya dimanakah, kak DK?
    Aku juga angkatan 2004 loo...ehheee..seumuran kah kita?

    Aku kuliah di kampus C.
    Dan beberapa sahabatku ngekos. Di daerah kampus C sepertinya airnya keluar siang-malam.

    Aku baru tahu kalau Semolo begitu.

    Alhamdulillah,
    PDAM berinovasi and No Leaving Behind.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku di UMSurabaya, Mbak Lendy. Tapi 2004 fakultasku kampusnya masih di daerah Wonokromo, belum di Mulyorejo yang deket kampus C itu, hehe.
      Wah, kita dulu deket dong tempat tinggalnya, ya. Haha.
      Iyaa.. Semolo emang gitu. Banyak anak kost pula. Padet det! 😊

      Delete
  15. Ngomongin PDAM jd pengen nyurcol ttg pelayanan pdam disini. Pernha air mati sampe 3 hari. Sy hubungi pdamnya.. Sy minta segera didatangkan air untuk darurat krn sy baru melahirkan. Eh, mrk nyuruh kami dtg ke kantor pusat. Haha. Mana jauh pula dr rumah. Heu..

    ReplyDelete
  16. Air oh air, keinget pas daerah rumah ibuku di Sby pertama kali pasang itu. Tapi kalau mati ngeselin haha, untung kami jg masih ada sumur sih :D Moga2 skrng lbh bagus PDAM surabaya.
    Baru tau ada Program Master Meter ini, jadinya warga yang agak kesusahan dapat air PDAM lewat pipa2 masih bisa dapat akses air bersihnya PDAM ya mbak :D

    ReplyDelete
  17. Ketersediaan air di daerah saya juga mulai berkurang, akibat semakin padatnya penduduk dan perumahan yang dibangun. Akhirnya sekarang airnya hanya mengalir di jam-jam tertentu. Digilir.

    ReplyDelete
  18. di tempatku airnya ngalir pagi sama sore doang lho mba..
    untungnya punya kamar mandi tiga dan bak nya gede-gede..
    eh...malah curhat..hehehehe....

    ReplyDelete
  19. ditunggu air yang langusng dapat diminum, biar gak tuku galon terus hihihihi

    ReplyDelete
  20. Andai di kotaku ada PDAM juga, kalau pas kemarau ga kehabisan air nih. Soalnya di kampungku hanya beberapa wilayah aja ada PDAM.

    ReplyDelete
  21. Beruntungnya PDAM masih beroperasi dg lancar. Di kotaku pdam nya udah ga jalan lagi mbak, airnya ga ngalir lagi, jadi pelanggan ya ogah bayar.

    ReplyDelete
  22. Aku pas sumur rusak aja aku kelabakan banget mbak. Air ini emang kebutihan pelrimer bnget. PDAM Surabaya bisa terus eksis itu berkat kerjasama antara piihak pdam dan masyarakat surabaya. Yuk ah bijak menggunakan air.

    ReplyDelete
  23. Aku kenal PDAM itu pas tinggal di rumah temenku duh sulitnmba dibatasi air keluar hanya subuh doang sisanya nampung dan rebutan wkwkk

    btw awal kuliahnya sama sepertinya kita seumuran mba wkwkk

    ReplyDelete
  24. Waaaawww kompleett bgt ini sist.
    Semoga JUARA yak
    --bukanbocahbiasa(dot)com--

    ReplyDelete
  25. wah jadi inget waktu masih tinggal di jogja jadi ketua kost ngurus pembayaran air di pdam tiap bulan ;)

    ReplyDelete

Terima kasih sudah berkunjung :)
Saya akan senang jika teman-teman meninggalkan komentar yang baik dan sopan.
Mohon maaf komentar dengan link hidup akan saya hapus ^^.

Kumpulan Emak Blogger

WARUNG BLOGGER


Blogger Perempuan

Blogger Perempuan

Ibu-ibu Doyan Nulis


Mom Blogger Community


Followers

© 2016 DeKa | Powered by Blogger | Template by Enny Law