Wednesday, 20 September 2017

Anak-anak Butuh Sepaket Kehangatan Cinta dari Ibunya






Anak-anak Butuh Sepaket Kehangatan Cinta dari Ibunya
Punya tiga buah hati hingga saat ini, telah memberikan pengalaman dan berbagai cerita di hidup saya. Suka-duka, senang-sedih, bangga-kecewa, lucu-konyol, begitu berwarna-warni. Dari anak-anak, saya belajar menjadi ibu yang semakin tumbuh dewasa dalam berpikir dan bertindak.
Dari pengalaman, saya belajar bahwa bonding (pelekatan, kedekatan) antara ibu dan anak itu sangat penting. Bonding yang tercipta sejak anak masih bayi sangat berpengaruh pada tumbuh kembang anak, memberikan dampak pada perilaku dan karakternya. Bahkan menurut pengalaman teman-teman yang anak-anaknya sudah besar (dewasa), bonding di masa kecil anak juga berpengaruh hingga mereka dewasa nanti. 

Saya akui, bonding saya dengan anak pertama, Faiq (7 tahun 5 bulan), kurang terbangun dengan baik. Pemberian ASI padanya yang hanya sekitar 2 bulan, kemudian setelah itu dia saya tinggal bekerja di luar rumah, membuat kami punya “jarak” tertentu. Bonding di antara kami berdua rasanya berbeda dengan bonding antara saya dengan dua adiknya. Ya, dua adik Faiq, yaitu Fahima dan Fauzia, dua-duanya lebih beruntung dari kakaknya. Mereka berdua mendapatkan ASI eksklusif dari saya, juga tak pernah saya tinggal bekerja di luar rumah sejak lahir hingga sekarang. Fahima dan Zia terasa punya ikatan yang lebih kuat dengan saya. 

Namun dengan proses belajar dari waktu ke waktu, saya tak berkecil hati atas “kegagalan” pada anak pertama. Saya pikir semua masih bisa diperbaiki. Kedekatan saya dengan anak-anak tak boleh berbeda satu sama lain. Begitu juga saya selalu optimis pada tumbuh kembang semua anak saya, selama saya masih mau belajar dan terus belajar. Mau memperbaiki diri demi kebaikan anak-anak. 

Nah, menurut saya, untuk menciptakan bonding yang kuat antara ibu dan anak, perlu “sepaket kehangatan cinta” yang harus diberikan ibu untuk anak-anaknya. Paket itu berisi kehangatan-kehangatan sebagai berikut: 


Kehangatan Sentuhan 
“Aku pengen dipeluk Ummi…”

Itu kata-kata yang sering diucapkan Fahima (3 tahun 4 bulan) pada saya. Biasanya kalau mau tidur dia agak rewel. Salah satu permintaannya, ya, itu tadi: minta dipeluk. Hehe. Begitu juga kalau dia sedang ketakutan pada suatu hal, pasti akan minta dipeluk. Ya, sejak Fahima sudah bisa bicara, dia sangat ekspresif mengungkapkan keinginan-keinginannya. Dia akan bilang kalau sedang ingin dipeluk, dicium, dielus-elus, dan sebagainya. Dia butuh sentuhan saya, dia butuh disentuh dan disayang oleh ibunya :). 

Itu semua mungkin karena kebiasaan yang saya berikan padanya sejak ia masih bayi. Pelukan, ciuman, elusan, saya berikan padanya hampir di setiap waktu. Dalam sehari mungkin bisa ratusan kali. Hehehe. Kehangatan sentuhan juga semakin sering saya berikan pada si sulung Faiq, agar bonding kami lebih kuat lagi. Sekarang, Faiq kadang “iri” kalau adiknya dipeluk-peluk terus. Dia juga minta dipeluk! Yey! Itu pertanda baik, bukan? Hehe. 

Ibu mana yang tak bahagia jika anaknya sering membutuhkan sentuhan ibunya? Kehangatan sentuhan ibu memang luar biasa dampaknya. Anak akan menjadi lebih dekat dengan ibunya. Dia akan lebih mudah mengutarakan maksud dan keinginan-keinginannya pada ibunya. Bukankah itu yang diharapkan oleh orang tua dari anak-anaknya? Keterbukaan anak pada orang tuanya akan bermanfaat hingga anak-anak dewasa nanti. Dan, saya bahagia sekali, karena itu artinya saya dibutuhkan anak-anak. Dan mungkin, dicintai anak-anak :). 


Kehangatan Perhatian 
”Mi, coba lihat Fahima dulu! Tadi itu, kan, Fahima (ikut) nganter mas Faiq ke sekolah, terus…bla…bla…bla…” dengan gaya cadelnya dia bercerita panjang lebar dan saya harus memperhatikannya sepanjang dia berceloteh, mata saya enggak boleh meleng sedetik pun. Hihihi. Fahima memang suka sekali diperhatikan.

Si kecil Zia (14 bulan) juga suka mencari perhatian. Kalau dia ditinggal bermain sendiri, dia tak akan betah berlama-lama, dia akan segera memanggil-manggil orang lain yang ada di rumah. Begitupun dengan si kakak, Faiq, dia akan marah jika saat menemaninya belajar, saya sebentar-sebentar lihat handphone. Hehe.

Tampaknya sudah fitrahnya anak-anak seperti itu, ya. Mereka sangat butuh perhatian dari orang lain, terutama orang-orang terdekatnya. Ibu, sebagai orang yang paling dekat dengan anak-anaknya, sangat dibutuhkan kehangatan perhatiannya. Anak-anak akan senang jika ibunya memperhatikannya saat dia bicara, bercerita, berargumen, berkarya, dan sebagainya. Kehangatan perhatian ibu insya Allah akan membekas pada hati anak-anak dan turut membentuk karakternya, hingga mereka dewasa nanti. 


Kehangatan Respon di Saat Sakit 
Kalau anak-anak sedang sakit, biasanya mereka akan cenderung menjadi pendiam. Selain itu, mereka akan minta perhatian lebih. Entah minta dielus-elus, minta ditemani terus, hingga minta diobati. Faiq yang lebih cuek dari adik-adiknya pun, kalau sedang sakit pasti minta perhatian lebih. Tapi, anak-anak juga sudah hafal dengan respon saya dan suami jika mereka sakit.

“Mi, pegangen kepalaku coba. Panas, kan? Diobati, ya?” 
“Ini tanganku gatel, Mi… Dikasih obat, ya?”
“Adik batuk itu, lho… dikasih obat apa, ya?” 

Begitulah celoteh Faiq dan Fahima kalau merasa ada "alarm" sakit di tubuh mereka atau bahkan pada adiknya, saya, atau ayahnya. Mereka sudah hafal respon orang tuanya saat diantara kami ada yang mulai sakit. Biasanya kami memang lekas merespon dengan memberikan "pertolongan pertama" (berupa obat-obatan yang sudah biasa kami gunakan) sebelum sakitnya bertambah parah hingga harus dibawa ke dokter. Jadi mereka secara otomatis telah meniru kebiasaan kami, orang tuanya. 

Kehangatan respon di kala anak sakit saya rasa memang sangat penting dilakukan. Saat mereka sehat saja, mereka ingin diperhatikan. Apalagi jika kondisi badannya sedang lemah? Mereka sangat butuh perhatian dan pertolongan orang-orang terdekatnya, terutama ibunya.


Faiq dan Fahima.


P3K di Rumah Kami
Ya, di rumah kami selalu ada obat-obatan P3K (Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan) ala kami. Selain sebagai respon cepat jika ada yang sakit, alasan kami sederhana. Ya, karena tahu sendiri, kan, biaya ke dokter atau rumah sakit itu tidaklah murah. Belum lagi tenaga dan waktu yang dihabiskan kalau harus ke dokter atau rumah sakit. 

Jadi, kami selalu menyediakan obat-obatan umum (pertolongan pertama) di rumah. Seperti obat sakit influenza (batuk, pilek, demam), obat gatal, obat luka, dan lain-lain. Kalau kami bepergian pun, obat-obatan itu tidak lupa kami bawa. Ya, siapa tahu selama bepergian ada yang sakit. Harapan kami, sakit yang kami derita bisa teratasi dengan P3K tanpa harus ke dokter.

Seperti kebanyakan anak-anak lainnya, penyakit yang lumayan sering menghampiri anak-anak saya adalah influenza (flu), yaitu dengan gejala batuk, pilek, dan demam. Perubahan cuaca, aktivitas anak-anak, dan lingkungan, adalah sebagian faktor penyebab datangnya penyakit tersebut. Kalau imunitas anak sedang kurang bagus, mereka mudah sekali terserang virus influenza itu. Main-main air kelamaan, badan jadi demam. Makan es lilin di sekolah, besoknya hidung mulai mbeler. Lain pula dengan si bungsu, enggak tahu apa sebabnya, tiba-tiba batuk pilek sudah menghampiri. Dia jadi sulit tidur karena hidungnya mampet dan badannya panas. 

Padahal, biasanya saya menyadari kalau imunitas anak menurun, ya, kalau mereka sudah mulai sakit. Nah, kalau sudah begitu, tak ada hal lain yang harus saya lakukan kecuali memberikan pertolongan pertama pada mereka, kan? Karena pencegahan sudah tak dapat dilakukan. Yang ada, mencegah agar sakitnya tidak bertambah parah. 

Di rumah, saya biasa menyediakan minyak kayu putih untuk pertolongan pertama kalau anak-anak sedang flu. Saya oleskan pada leher, dada dan punggungnya. Tapi, seringkali hal ini tidak berhasil membuat flu mereka sembuh. Tidurnya tetap tidak bisa nyenyak karena hidung tersumbat. Jadi seringkali saya oleskan pula minyak kayu putih itu di bawah lubang hidungnya. Hihihi, agak nekad ini, ya :D *jangan ditiru*



Transpulmin Balsam dan Transpulmin BB Balsam.


Nah, beberapa waktu lalu ada teman yang menawarkan Transpulmin untuk persediaan P3K di rumah. Transpulmin ini adalah balsam yang dapat membantu meringankan keluhan hidung tersumbat karena flu, nyeri di punggung, sakit kepala, sakit perut, dan menghangatkan badan. Ya, saya terima dengan senang hati, dong. Untuk menambah persediaan P3K, dan siapa tahu kami sekeluarga cocok dengan balsam ini. Ada dua macam Transpulmin, yaitu: 

Transpulmin Balsam Keluarga 
Transpulmin Balsam atau Transpulmin Family Balsam ini bisa digunakan oleh seluruh anggota keluarga kecuali anak di bawah usia 2 tahun. Transpulmin Balsam mampu meredakan gejala influenza (sakit kepala, demam, hidung tersumbat, nyeri punggung), melegakan pernafasan, menghangatkan badan, dan memberikan efek relaksasi. Komposisinya terdiri dari: 
  • Chamomile, yang berfungsi untuk relaksasi dan anti-inflamasi. 
  • Eucalyptol, yang mampu melegakan gangguan pernafasan seperti batuk dan pilek serta menghangatkan badan.
  • Menthol, untuk meredakan gejala pilek dan gangguan pernafasan lainnya.
  • Camphor, untuk menghangatkan badan.
  • Sage Oil, yang akan memberikan efek aromatherapy yang merelaksasi tubuh.

Untuk dosis pemakaiannya, kita bisa oleskan 1-4 cm Transpulmin Balsam ke bagian leher, dada dan punggung dan diamkan selama beberapa menit. Bisa juga dengan memasukkan beberapa cm balsam ini ke dalam 1 liter air, lalu hirup uapnya.

Untuk keterangan lebih lengkap tentang Transpulmin Balsam, bisa dibaca pada gambar berikut ini, ya.






Transpulmin BB Balsam 
Transpulmin BB Balsam atau Transpulmin Baby Balsam ini diformulasikan khusus untuk bayi dan anak-anak di bawah usia 2 tahun saja. Transpulmin BB Balsam ini khasiatnya hampir sama dengan Transpulmin Balsam Keluarga, tapi karena khusus untuk bayi, komposisinya pun ada yang berbeda. Transpulmin BB Balsam ini dibuat dari Eucalyptus Oil dan Ekstrak Bunga Chamomile saja, dan tidak mengandung Camphor dan Menthol, sehingga sangat sesuai untuk kulit bayi dan tidak menyebabkan alergi.

Untuk cara penggunaannya pun hampir sama dengan Transpulmin Balsam, yaitu oleskan Transpulmin BB Balsam pada dada, punggung dan leher si kecil, lalu diamkan selama beberapa menit. Gunakan balsam ini 2-4 kali sehari. Untuk keterangan lebih lengkap, bisa dilihat dalam gambar berikut.




Itulah dua macam Transpulmin yang kini ada di dalam deretan P3K di rumah saya. Pertama kali saya melihat Transpulmin ini, saya suka sekali dengan tampilannya: kecil mungil nan imut (ada kemasan 10 g dan 20 g). Hehehe. Jadi kita bisa bawa si mungil ini ke mana saja untuk berjaga-jaga kalau ada anggota keluarga yang sakit. Bisa dimasukkan ke dompet, saku baju, atau ke dalam tas. Praktis banget pokoknya :). Trus yang saya suka juga, balsamnya enggak lengket, enggak berminyak, dan cepat meresap. Jadi habis ngolesin balsamnya, tangan kita enggak terasa risih karena lengket dan berminyak.

Mengenai cara mendapatkan Transpulmin, kita bisa membelinya di toko-toko seperti Guardian, Century, Kimia Farma, Watson, Baby Shop, dan toko-toko obat di sekitar tempat tinggal kita. Nah, kalau teman-teman mau tahu keterangan lengkap tentang Transpulmin, bisa mengunjungi http://transpulmin.co.id/ atau media sosialnya di FP Transpulmin Kehangatan Ibu dan Instagram @transpulmin.kehangatanibu


Pengalaman Menggunakan Transpulmin 
Kebetulan banget, beberapa hari setelah ada Transpulmin di rumah, tepatnya sehari menjelang Hari Raya Idul Adha kemarin, si bungsu Zia sedang terserang flu. Hidungnya keluar ingus bening terus. Pasti kepalanya pusing banget, tuh. Saya jadi kasihan banget. Padahal, rencananya setelah shalat Ied kami akan langsung pulang ke kampung suami di Nganjuk. Gimana kalau si kecil enggak sehat begitu? Perjalanan pasti akan kurang menyenangkan...

Sebenarnya gejala influenza termasuk dalam kelompok self-disease, sih. Yaitu penyakit yang dapat sembuh dengan sendirinya, tergantung daya tahan penderita. Tapi, ya, namanya ibu, kalau anaknya sakit pasti juga cemas/khawatir, inginnya segera sehat kembali. Kalau menurut info yang saya dapat, kalau si kecil terserang influenza kita bisa melakukan perawatan seperti dalam infografis ini:




Yang pertama sekali saya perhatikan memang ASI-nya. Saya berusaha memberikan ASI yang cukup buat si kecil. Karena kita tahu, kan, ASI mampu memperbaiki daya tahan tubuh. Obat paling mujarab, lah, untuk si kecil di bawah usia 2 tahun. Nah, selain ASI yang cukup, karena ada Transpulmim BB Balsam di rumah, jadi si kecil saya kasih balsam itu, deh. Saya ingin mencobanya, siapa tahu lebih manjur dari minyak kayu putih :).


Nyenyak banget tidurnya, berkat Transpulmin BB Balsam.


Pas malam Idul Adha, awalnya tidur Zia enggak nyenyak karena batuk dan pileknya menganggu. Saya pun langsung mengoleskan Transpulmin BB Balsam ke leher, dada dan punggung si kecil. Enaknya balsam, ya, gitu. Jadi kita sebagai ibu bisa sekalian membangun bonding  pada saat mengoleskan balsam. Sambil mengelus-elus si kecil, mungkin sentuhan tangan kita ke kulit si kecil ada efeknya juga :).

Alhamdulillah tidur Zia langsung jadi nyenyak! Enggak kedengeran lagi batuknya. Kok, beda, ya, dengan minyak kayu putih yang sebelumnya biasa saya berikan? Mungkin karena aroma bunga Chamomile-nya yang menghangatkan itu yang membuat tidurnya lebih mudah lelap.


Zia saat ikut shalat Idul Adha. Masih agak pilek, tapi enggak rewel.


Esoknya, saat shalat Ied si kecil enggak rewel meski masih sedikit pilek. Dia anteng ditemani kakaknya saat saya melaksanakan shalat. Tapi karena masih sedikit pilek, saya oleskan lagi Transpulmin ke badannya. Alhamdulillah, pileknya enggak jadi parah dan akhirnya kami sukses pulang kampung. Hehehe. 

Zia sudah kembali ceria saat jalan-jalan di kampung :).


Itulah pengalaman pertama saya menggunakan Transpulmin BB Balsam untuk si kecil. Untuk Transpulmin Balsam, saya baru menggunakannya untuk diri saya sendiri, karena suami dan dua anak saya sejauh ini belum memerlukan balsam itu (alhamdulillah belum sakit). Menurut pengalaman saya, memang aroma dari balsam ini enak banget, bisa merelaksasi badan gitu. Jadi saya cocok dengan balsam ini. Alhamdulillah ada anggota P3K baru di rumah kami, yang bisa diandalkan :).

Oh ya, ternyata, Transpulmin ini sudah terkenal di mana-mana dan dipercaya oleh banyak keluarga di Indonesia karena khasiatnya yang sudah terbukti bagus untuk mengobati keluhan-keluhan seperti tersebut di atas. Hehe, saya aja yang kuper berarti, ya. Hehe. 

***


Begitulah sepenggal cerita saya mengenai bonding antara ibu dan anak. Sepaket kehangatan cinta dari ibu untuk anak-anaknya termasuk respon yang baik di kala anak-anak sakit, akan mempererat bonding tersebut. Berbeda dengan ayah yang notabene banyak tersita waktunya untuk urusan pekerjaan, ibu harus siap memberikan sepaket kehangatan cinta bagi anak-anaknya, mau enggak mau! Meski ibu rumah tangga seperti saya juga banyak pekerjaan rumahnya, tapi ibu-lah yang paling banyak menghabiskan waktu dengan anak-anak. 

Nah, itulah sepaket kehangatan cinta yang bisa saya berikan kepada anak-anak hingga detik ini. Kehangatan cinta yang sederhana dari seorang ibu yang sederhana pula. Mungkin teman-teman punya tambahan sebagai pelengkap paket kehangatan cinta untuk anak-anak? Sharing, dong. Kalau saya bisa melakukannya, pasti akan saya tambahkan di dalamnya :).



Tulisan ini diikutsertakan dalam Lomba Blog Transpulmin Balsam




22 comments:

  1. ini health care yg wajib banget waktu anak2 kecil. iyah uy, anak2 butuh banget perhatian dr mamanya. sekadar ngelus2 dada atau kepala jg udah seneng, hiks. sampe skrg kl anak2 sakit, paling seneng dielus dadanya, biar anget ^^

    ReplyDelete
  2. Anak2 itu ngerti kali ya kalau liat kita pake henpon, sama aja mbak.. si kecil saya juga gitu, kadang ditariknya tu henpon terus dia geleng2..no no maksudnya :)
    Saya belum pernah sih pake transpulmin, tapi mba bener tuh, sentuhan ibu ditambah balsam ini sepaket jadi obat mujarab

    ReplyDelete
  3. Wah sama kita, sama -sama punya tiga anak sama-sama anaknya seringnya sakit flu, batuk dan pilek. Dan sama2 sedia transpulmin dirumah

    ReplyDelete
  4. Semenjak ada baby jadi makin akrab sama Transpulmin.. kemasan yang imut bisa dibawa2 kemana2, aroma mentholnya bikin lega..bikin nyaman...

    ReplyDelete
  5. Aku orang yang paling males pakai balsem karena biasanya lengket. Nah untuk anak2 terutama ponakan itu sering bapil. Dulu masih pakai bahan alami. Tapi pas gak punya bahannya, nyesek juga lihat mereka batuk2. Transpulmin bisa jd jawaban dan kudu disiapin di kotak P3K

    ReplyDelete
  6. Baca ini jadi makin tau kalo ngerawat anak itu susah-susah gampang ya.

    Btw, itu obatnya boleh juga tuh, bisa dipake buat orang-orang yang nggak bisa minum obat dalam bentuk kapsul atau tablet. :)

    ReplyDelete
  7. Di rumah, bundanya anak-anak juga selalu sedia transpulmin. Dibanding yang lain transpulmin lebih cocok buat anak-anak.

    ReplyDelete
  8. Bener Mbak ... sentuhan dan pelukan bisa mempererat bonding antara anak dan orangtua. Sudah banyak yang membuktikannya.
    Apalagi kalau anak lagi sakit, kehangatan dari orangtua pasti sangat membantu.

    ReplyDelete
  9. kakak Faiq pinter ya mba, apalagi Fahima ceriwis banget kayaknya..
    bener banget ya mba Diah kita sebagai ibu harus bisa membangun bonding yang kuat dengan anak, aku mesti belajar banyak nih sama mba hehe
    baru tau nih ternyata transpulmin ada yang khusus bayi nya juga ya..

    ReplyDelete
  10. Iyaa mbak bener ya kedekatan dengan anak-anak nggak boleh berbeda satu sama lain, biar gak timbul iri irian.

    Transpulmin sepertinya sangat bermanfaat ya karena ada yang khusus untuk bayi juga.

    ReplyDelete
  11. Naqiya juga suka banget dipeluk, mba Diah. Terus dia juga suka tidur diatas lenganku. Soal bonding, mungkin karena masih punya satu anak, fokusku memang ke Naqiya seorang, semoga kalo naqiya punya adek, aku pun bisa spt mba diah, memperlakukan anak2 dengan sama. Well, sukses untuk lombanya ya

    ReplyDelete
  12. Anak-anak itu selalu lucu dan butuh perhatian ya. Kita sebagai ibu memang perlu mendekatkan diri kepada anak-anak , krn masa itu tak akan terulang lagi kalau mereka sudah dewasa. Saya perlu banyak belajar lagi nih soal ini,mumpung belum menjadi ibu.

    Aku baru tahu produk transpulmin ini mbak apalagi untuk bayi dan anak-anak.

    ReplyDelete
  13. Kehangatan Transpulmin ampuh membuat anak-anak merasa sentuhan yang memperkuat bonding.

    Aku jadi ingin stock Transpulmin juga di kotak obat.
    Karena sebenarnya yang sering kurang enak badan adalah aku, Ibunya.
    haahha...ampuh untuk keluarga kan yaa...

    ReplyDelete
  14. Praktis banget ya mbak makenya, dioles dan digisok2. aku jadi ingat waktu kecil dulu saat sakit hobi bangt dekat2 ibu, nempal nempel, terus diobatin dg ibu, disentuh ibu aja rasanya sudah bisa bikin sembuh, apalagi kalau disentuhnya pake obat

    ReplyDelete
  15. Reflek menjawab anak setiap saat setiap kondisi dengan kasih sayang sangat baik untuk menumbuhkan rasa percaya diri. Anak-anak pun jadi lebih care. Juga, kehangatan keluarga selalu terjaga, seperti kehangatan transpulmin

    ReplyDelete
  16. kehangatan keluarga bisa terjaga dengan baik dalam semua kondisi, termasuk yang dari kehangatan transpulmin.

    ReplyDelete
  17. Hahahahha anakku biarpun udah usia 4 tahun tetep saya pakein transfulmin kalau batuk pilek.. Dan lumayan ampuh sih..rasa hangatnya mungkin masih cocok buat anak saya.

    ReplyDelete
  18. Keren banget ya Transpulmin bisa membantu meringankan keluhan hidung tersumbat karena flu, nyeri di punggung, sakit kepala, sakit perut, dan menghangatkan badan. Banyak banget manfaatnya, wajib banget ditambahin ke P3K di rumah nih. Heuheu

    ReplyDelete
  19. Iya, aku sepakat.

    Hihihi


    Jadi buat ilmu deh besok kalo punya anak kudu gimana.

    Makasih kak!

    ReplyDelete
  20. wah jadinya pake transpulmin balsem ini sangatlah bagus banget ya buat anak anak yang lagi sakit tersebut.

    Wajib kasih tau kaka ane nih biar tidak kerumah sakit terus klo lagi pilek dan batuk

    ReplyDelete
  21. Transpulmin juga selalu tersedia di rumahku. Udah makai sejak anak2 masih piyik2 :D
    Lumayan bisa membantu ngangetin anak yg rewel krn batpil :D

    ReplyDelete
  22. Akupun belum pernah pake Transpulmin, sepertinya butuh stok buat si kecil kalo sedang flu. Soalnya kasian kadang tidurnya keganggu. Sehat-sehat ya Zia..

    ReplyDelete

Terima kasih sudah berkunjung :)
Saya akan senang jika teman-teman meninggalkan komentar yang baik dan sopan.
Mohon maaf komentar dengan link hidup akan saya hapus ^^.

Kumpulan Emak Blogger

HALO BALITA


Ibu-ibu Doyan Nulis


Blogger Perempuan

Blogger Perempuan

Followers

Alexa Rank

© 2016 DeKa | Powered by Blogger | Template by Enny Law