Thursday, 2 March 2017

Di Era Globalisasi, Bahasa Inggris Semakin Perlu Diajarkan Sejak Dini



Di Era Globalisasi, Bahasa Inggris Semakin Perlu Diajarkan Sejak Dini
Saat ini, bahasa Inggris digunakan dalam percakapan sehari-hari di lebih dari 140 negara di dunia. Dan telah menjadi bahasa resmi bagi 45 negara. Sehingga tidak heran jika bahasa ini dinobatkan sebagai bahasa internasional. Ke depan, di era globalisasi ini, kemungkinan bahasa Inggris akan semakin banyak lagi digunakan dalam percakapan sehari-hari di seluruh dunia.

Demikian yang dikatakan oleh Miss Lara Lorenz dalam acara Family Gathering di Sekolah Islam Terpadu (SIT) Nurul Islam Krembung, Sidoarjo (sekolah anak saya), beberapa waktu yang lalu. Acara ini merupakan pengenalan program di Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Nurul Islam yang ada kelas ICP-nya, selain kelas Reguler. ICP adalah kependekan dari International Class Program, yang difokuskan dalam penguasaan bahasa Inggris sebagai bahasa internasional. 

Bahasa Inggris sangat penting untuk saat ini dan masa mendatang. Di era yang semakin global, akan semakin banyak warga luar negeri yang masuk ke Indonesia, begitu pun sebaliknya. Bahasa Inggris sangat diperlukan saat kita bergaul dengan warga asing, ke luar negeri untuk traveling atau urusan lain, membaca buku atau internet berbahasa Inggris sebagai bahan referensi, menonton film, menyimak lagu, dan lain-lain

Ehm, kata ustadzah, siapa tahu juga kelak, anak-anak kita punya perusahaan di luar negeri (aamiin). Nah, kalau enggak bisa berbahasa Inggris, gimana, dong? Hehe.

Acara Family Gathering ini ditujukan untuk walimurid TK B di TKIT Nurul Islam. Ya, saya adalah salah satu orangtua dari murid TK B :). Jadi tujuan dari Family Gathering ini adalah, menawarkan program unggulan dari SDIT Nurul Islam. Biar ortunya anak-anak enggak pindah ke lain hati maksudnya... hehehe.. (pindah sekolah maksudnya :D). 

Oh ya, selain penguasaan bahasa Inggris, di SDIT ini juga dikembangkan pendidikan berwawasan global tanpa meninggalkan karakter akhlakul karimah sebagai seorang muslim. Tentu saja, bahasa Arab juga enggak ketinggalan, dong. Tetap diajarkan dengan porsi yang sama
Hemm, meski SIT Nurul Islam (PG, TK, SD, dan SMP) ini letaknya di desa, bangunannya pun masih sangat sederhana, tapi insya Allah bagus program-program pendidikannya.

Dalam program kelas ICP ini, pihak SDIT Nurul Islam mendatangkan pengajar-pengajar bahasa Inggris asli dari negara pengguna bahasa itu. Untuk periode saat ini, Miss Lara Lorenz lah yang mendapat jatah mengajar anak-anak. Native speaker asal Jerman ini membantu anak-anak di SDIT Nurul Islam untuk belajar bahasa Inggris secara menyenangkan. 

Native speaker berfungsi sebagai orang yang membantu anak-anak berinteraksi dengan teman-teman dan para guru untuk berbahasa Inggris setiap hari di lingkungan sekolah. Kalau ada native speaker, mau enggak mau anak-anak akan berbahasa Inggris dengannya. Interaksi dengan warga sekolah pun akan dikontrol agar selalu berbahasa Inggris.

Untuk menciptakan pembiasaan berbahasa Inggris tersebut, Miss Lara menggunakan metode bermain dalam mengajar. Kadang juga sambil bernyanyi bersama-sama. Perempuan cantik ini tentu saja mengutamakan conversation dalam mengajar, karena agar anak-anak semakin terbiasa dan lancar berbahasa Inggris.


Anak-anak bersama orangtuanya masing-masing bermain Tapak Jejak.


Acara Family Gathering ini dikemas dalam suasana yang menyenangkan. Diantaranya, dengan diadakannya games yang melibatkan anak-anak dan orangtuanya masing-masing. Seru sekali, karena kami main Tapak Jejak! Jadi kami berlomba mencapai garis finish dengan cara saling memindahkan kertas bersama anak. Kami beradu cepat, dan enggak boleh keluar dari kertas kecil sebagai pijakan kami. Wah, saya kurang pintar mendeskripsikannya. Haha. Pokoknya seru dan bikin capek! Tapi senenggg :D.

Acara ini berhasil membujuk hati saya untuk mendaftarkan Faiq ke kelas ICP SDIT Nurul Islam Krembung. Yap, bismillah saja :). Karena saya pikir, apa yang disampaikan oleh Miss Lara dan para ustadz/ustadzah benar adanya. Di era globalisasi, bahasa Inggris semakin perlu diajarkan sejak dini. Dan sangat penting dikuasai sejak dini. Sekali lagi karena sekarang adalah era globalisasi. Kalau enggak bisa bahasa Inggris, bisa-bisa kalah bersaing dengan orang-orang dari mancanegara. Sebagai muslim, alangkah baiknya jika kita bisa bersaing dengan mereka, namun tetap berakhlakul karimah dan menjaga syari'at Islam dalam diri kita.


Berfoto bareng Miss Lara habis main Tapak Jejak. Saya dan Faiq capeknya keliatan banget, ya :D


6 comments:

  1. Setuju banget, aku juga sebagai calon guru bahasa inggris juga merasa bahasa inggris itu penting di ajarkan mulai anak2, karena dimana2 sekarang itu sudah menggunakan bahasa inggris.. banyak lagu2 bahasa inggris buat anak kecil yang bagus dan mendidik hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah.. calon guru.. :)
      Semoga nanti ngajar bhs Inggrisnya lancar ya, Mbak :)

      Delete
  2. Aku rencananya juga mau masukin kursus inggris mba sebelum nanti anakku masuk sekolah semoga bisa kuasain bahasa international ini :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Mbak, semakin penting ya soalnya bahasa Inggris ini :)

      Delete
  3. Setuju kata miss lara. Belajar bahasa itu pasti berguna kelak. Byk jg ustadz dan ilmuan islam yg gape bgt englishnya ya mba..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, kayak mb Ruli yg belajar bhs Inggris, nih. Pasti berguna kan? Hihihi
      Yap, ilmu agamanya bagus, bahasanya juga banyak yg dikuasai. Sippp :)

      Delete

Terima kasih sudah berkunjung :)
Saya akan senang jika teman-teman meninggalkan komentar yang baik dan sopan.
Mohon maaf komentar dengan link hidup akan saya hapus ^^.

Kumpulan Emak Blogger

HALO BALITA


Ibu-ibu Doyan Nulis


Herbadrink Blog Competition

Herbadrink Blog Compeition: Life Style Story with Sari Temulawak

Priceza


Blogger Perempuan

Blogger Perempuan

Followers

Alexa Rank

© 2016 DeKa | Powered by Blogger | Template by Enny Law