Sunday, 16 October 2016

Ada MacGyver di Keluarga Kami



Temans, kalian tahu siapa itu MacGyver? Kalau kalian lahir di tahun 80-an, kemungkinan besar tahu, lah, ya, siapa dia. MacGyver ini sempat sangat populer lewat sebuah serial televisi di tahun 90-an. Dia merupakan tokoh cerdik yang mempunyai seribu cara untuk mengatasi permasalahan-permasalahannya. Biasanya dia suka menggunakan barang-barang sepele di sekitarnya, yang tak terpikirkan oleh orang lain, untuk membuat senjata dalam mengatasi kejahatan. Kadang hasilnya terlihat lucu, aneh, atau amazing, dan dari situ akan terlihat kecerdikan dan kecerdasannya.

Nah, kata kakak sepupu saya, bapak saya tuh seperti MacGyver. Hihihi. Dia bilang begitu karena sering melihat bapak saya membuat ini-itu dari barang-barang bekas, atau barang apapun yang orang lain enggak kepikiran mau dibuat apa. Seperti membuat lemari pakaian dari kayu-kayu bekas, jemuran baju dari sisa kayu dan pipa-pipa besi, pot-pot bibit tanaman dari plastik-plastik refill, dan lain-lain. 

Bapak cenderung selalu berpikir, barang-barang sisa yang ada di sekitar itu bisa dibikin apa, ya? Kalau saya atau ibu butuh suatu barang, kadang kami nyeletuk, eh, ternyata bapak utak-atik sendiri berusaha membuatkan. Sepertinya dalam kamusnya tak ada kata membeli barang baru jika beliau masih bisa membuatnya sendiri. Di kalangan saudara-saudara, "kekreatifan" bapak sudah terkenal. Hihi. Maka tak jarang ketika saudara-saudara berkunjung ke rumah, mereka tanya, "Buat apa lagi, nih?" :D


Plastik-plastik refill minyak goreng bapak jadikan pot untuk pembibitan cabe.


Bapak saya memang sudah senja usianya, sudah tidak bekerja. Tapi, selalu saja ada yang dikerjakannya setiap hari. Bikin ini lah, memperbaiki itu lah, merenovasi apa lah. Pokoknya beliau tipe orang yang enggak bisa diam. Makanya badannya pun tak pernah gemuk. Beliau langsing, lincah, gesit, meski usianya sekarang sudah 74 tahun. Alhamdulillah selama ini juga tak pernah mengalami masalah kesehatan seperti terkena penyakit-penyakit degeneratif macam asam urat, kolesterol, dan sebagainya yang banyak menyerang masyarakat masa kini itu. Hemm... na'udzubillahi min dzalik.

Kalaupun sakit, ya, karena kecelakaan. Iya, kecelakaan. Seperti yang dialaminya beberapa bulan yang lalu. Gara-gara keasyikan akan membuat semacam gazebo kecil di belakang rumah, kaki bapak terkena perkakas pertukangan yang mengakibatkan otot di atas tumitnya putus. Beliau pun harus menjalani operasi. Opname selama seminggu. Nah, kalau sudah begitu, barulah beliau mau beristirahat. Hehehe. Istirahatnya pun cukup lama, sebulan lebih, lah. Karena setelah operasi, kan, masih harus kontrol-kontrol. Masih harus banyak istirahat, enggak boleh gerak-gerak yang banyak, apalagi bikin ini-itu. Hihi.

Tapi bukan bapak namanya kalau cuma diam saja di kamar. Ketika kakinya sudah agak enak untuk bergerak lebih bebas, beliau pun mulai bikin-bikin lagi. Enggak tahan tangannya diam saja :). Dari mulai memasang kristikan hadiah dari budhe saya ke piguranya (yang butuh penyesuaian karena piguranya kekecilan dan butuh pemolesan agar lebih bagus), hingga membuatkan tangga beserta tempat duduk buat tempat main cucu-cucunya (anak-anak saya) di belakang rumah.

Lho, memangnya kami enggak melarangnya, karena kondisinya belum benar-benar fit? Hehe. Beliau itu orangnya enggak suka diatur-atur. Kalau misalnya barang yang akan dibuatnya diganti dengan dibelikan yang baru, beliau akan tidak suka dan merasa tersinggung. Yah, mungkin begitulah ya, sifat orang sepuh :).



Karya terbaru bapak :)
Di belakang sana ada view sawah membentang, sedang di samping kanan ada view pegunungan. Anak-anak suka nongkrong di atas itu :


Teladan dari Bapak
Dari sekelumit cerita tentang bapak saya tersebut, ada sisi-sisi menarik yang ingin saya teladani, bahkan juga mungkin bisa menjadi contoh buat anak-anak saya. Bahwa menjadi orang kreatif itu asyik, tidak pernah bosan dengan kehidupan. Menjadi kreatif itu segera berpikir akan bertindak apa sebelum satu pekerjaan selesai. Berpikir dan berpikir, kemudian bergerak, action, insya Allah juga akan terhindar dari kepikunan dan dapat menjaga kesehatan tubuh.

Oiya, punya hobi itu ternyata penting, lho, buat kelangsungan hidup. Seperti bapak, hobinya utak-atik segala macam, membuat masa tuanya penuh warna. Beliau enggak suka melamun, melainkan terus bergerak. Saya harap hobi menulis saya ini juga bertahan hingga nenek-nenek, sih. Biar seperti bapak, enggak merasa sepi di masa tua nanti :)

Terima kasih, Bapak. 
Meski saya kerapkali berbeda pendapat dalam banyak hal dengan beliau (tapi saya hanya diam karena bapak sifatnya keras dan cenderung enggak mau dibantah), tapi selalu ada sisi-sisi positif dari setiap orang. Apalagi jika ia adalah sosok seorang BAPAK! Tentu jasa-jasa beliau terhadap saya tak terhitung banyaknya, dan saya tak akan mampu membalasnya. 
So, bagaimana dengan bapak kalian, temans? Pasti ada hal-hal istimewa dari mereka. Kalau bapak saya banyak akal seperti MacGyver, gimana dengan bapak teman-teman? :)


Bapak (berpeci) bersama suami dan anak saya, dan paklik-paklik :).


19 comments:

  1. Waduh saya terlihat tua deh kalo bilang MacGyver salah satu tontonan paling sering dilakukan dulu...

    Bagus karya Bapak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haha.. gak usah malu Mbak sama usia. Sini aku temenin :D
      Makasih Mbak :)

      Delete
  2. Seru ya Bapaknya Mba'.. :)
    Jadi ingat ayahku di kampung halaman.. :(
    Beliau juga sudah lumayan tua, tapi masih aktif. Semoga senantiasa diberi kesehatan ya orang tua kita, Aamin.. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah Mbak, disyukuri setiap kelebihannya, yg kurang sreg di hati kita pendam saja :)
      Iya Mbak, semoga yg terbaik utk orangtua kita. Aamiin..

      Delete
  3. Subhanallah ... jd inget bapakku mba... habis pensiun bpk juga rajin nggarap tegalan. Usinya jg gak beda jauh 70 thn

    ReplyDelete
    Replies
    1. Masa tua jadi lebih bermakna, ya, Mbak. Selalu ada kesibukan :)

      Delete
  4. bagus banget nih mbak karya Bapak.. aku kalau dirumah sama embah juga suka manfaatin barang bekas gini, tapi kalau di kampung aja sih hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih, Mbak Mariana :)
      Embah pasti suka ya, Mbak, ada yang bantuin dan perhatiin beliau :)

      Delete
  5. Senang sekali membacanya mbak, jadi teringat bapak saya yang kurang lebih sama karakternya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih, Mbak Ria. Semoga bapaknya juga sehat2 aja, yaa :)

      Delete
  6. aku fans berat MacGyver..eh skarang ada lagi lho serial terbarunya, nggak kalah keren :) Btw, salam buat bapak ya mba, salut banget dan jadi inget papaku juga, hiks..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah, sama dong Mbak kita, dulu suka banget liat filmnya :)
      Eh saya malah belum tau itu serial terbarunya, hehe..
      Makasih Mbak, insya Allah saya sampaikan :)

      Delete
  7. Aku br tau di sini nama McGyver. Hehe. Inspiratif bgt ya. Dan Bapak nya mba ini Mc Gyver seaungguhnya yaa di keluarga. Saluut

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe.. mungkin Mbak Noe generasi di bawah saya, nih. Atau dulu gak suka liat tivi :D
      Iya nih, bapak jadi MacGyver versi lain :D

      Delete
  8. Wuih, bapaknya keren banget. Semoga beliau sehat selalu. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih, Mak Niaaa... aamiin... untuk doanya :)

      Delete
  9. Mirip bapak saya mba... g mau diem. Bapa saya baru 60an tapi... sehat selalu buat bapak2 kita yg tidak pernah mati gaya alias kreatif...

    ReplyDelete
  10. MacGyver ini pilem paporitkuuuu mbaaa

    Kabarnya mau ada versi 2016-nya yak? Semoga Bapak sehat sehat selalu yah :)

    bukanbocahbiasa(dot)com

    ReplyDelete

Terima kasih sudah berkunjung :)
Saya akan senang jika teman-teman meninggalkan komentar yang baik dan sopan.
Mohon maaf komentar dengan link hidup akan saya hapus ^^.

Kumpulan Emak Blogger

HALO BALITA


Ibu-ibu Doyan Nulis


Followers

Blogger Perempuan

Blogger Perempuan

Alexa Rank

© 2016 DeKa | Powered by Blogger | Template by Enny Law