Teman-Teman Bloger Penyelamat Kesepianku

Saya punya satu WhatsApp Group (WAG) kesayangan, namanya … *tittttt* (disensor aja, ya, demi kemaslahatan ummat 😀). Meski saya hanya anggota grup, tapi saya merasa nyaman sekali berada di dalam grup itu. Saya biasa curhat di sana, enggak malem enggak siang, tengah malam atau pagi buta.

Awal saya join di WAG tersebut kalau enggak salah ingat, di tahun 2017. Saya join karena “ditarik dengan mesra” sama mbak Syarifani (keluargamulyana.com). Iya, mesra banget karena saya disuruh ngelist sebuah tawaran job blog. Siapa yang mau nolak? Hahaha (untuk kesekian kalinya saya harus mengucapkan makasih makasih makasihhh sama mbak Fani 🙂).

Jadi WAG ini tuh semacam komunitas bloger tapi isinya enggak terbatas hanya perempuan saja, atau hanya bapak-bapak saja. Isinya campur. Namun di sini enggak ada aturan khusus misal jadwal harian seperti apa, atau harus follow akun-akun tertentu, dan sebagainya.

Di sini kami para bloger saling berbagi cerita, berbagi kabar, curhat, berbagi info lomba blog, juga berbagi tawaran kerja sama blog (kadang-kadang).

Awalnya saya hanya kenal sama beberapa member di WAG tersebut. Kenalnya pun hanya sebatas tahu dan pernah sesekali bertegur sapa di medsos. Ada yang pernah jumpa secara offline juga, sih, tapi hanya sedikit (termasuk mbak Fani). Sebagai member baru saya lebih banyak menyimak grup. Tapi seingat saya hanya sebentar. Karena grup selalu ramai sama obrolan teman-teman, saya yang enggak tahu malu ini pun mulai suka nimbrung. Haha.

Dan ternyata, saya merasa nyambung dengan obrolan teman-teman. Hingga hari demi hari berlalu, saya semakin nyaman di grup ini. Dan satu hal, mengapa saya berani curhat macam-macam di sini (juga teman-teman yang lain), karena admin-adminnya baik bangettt. Hehehe. Semua member boleh curhat atau ngobrol apapun asal masih dalam batas sopan.

Hayo ini member atau admin? Hehe (mas Ihwan dan mbak Ivon).


Ya, kami sudah sama-sama dewasa (kebanyakan sudah berumah tangga), sih, jadi sudah tahu sendiri lah apa yang pantas dan tidak pantas untuk diobrolkan. Bisa menyaring kata-kata atau kalimat yang pantas dan enggak untuk dishare di grup.

Ngobrolnya biasanya tentang apa saja, sih? Random bangettt.. Dari soal blogging tentang fee nulis, DA/PA, mood ngeblog, dll, urusan anak sekolah, ngerawat kucing, drakor, skincare, kuliner, sampai ngomenin video-video di IG Reels atau Tiktok. Hihi. Pokoknya hampir tiap hari enggak pernah sepi, ada saja bahasannya :D


Teman-Teman Bloger Temani Sepiku

Saya memang punya beberapa teman dekat dari SD, SMP, SMEA, juga saat kuliah, yang masih in touch hingga sekarang. Tapi hanya sesekali saja kami saling menyapa lewat WhatsApp, ngobrol sebentar, lalu sudah. Enggak setiap hari ngobrol, karena saya merasa enggak enak kalau mengganggu aktivitas mereka.

Sedangkan sesama ibu-ibu wali murid dari temannya anak-anak saya, entah kenapa saya enggak bisa akrab. Padahal anak saya yang sudah bersekolah ada empat, lo. Tetapi dari semua wali murid temannya anak-anak, enggak ada yang akrab banget sama saya, gitu. Paling banter ya ngobrol sebentar jika perlu untuk menanyakan suatu hal yang berhubungan dengan sekolahnya anak-anak.

Tapi beda dengan teman-teman bloger di WAG yang saya sebut di atas. Saya bisa ngobrol setiap hari setiap saat dengan mereka. Dan saya merasa happy. Saya enggak merasa sungkan misal jam 10 malam tiba-tiba chat di grup, karena teman-teman juga sering melakukannya. Hehe. Karena kami sama-sama tahu, kalau bloger tuh ya bisa ngeblog setiap saat, sekaligus bisa diajak ngobrol tiap saat juga.

Bersama mbak April Hamsa.


Jujur, saya yang saat ini punya lima anak masih kecil-kecil, yang mana si bungsu masih berusia satu tahun, jauh dari teman-teman dekat dari masa lalu, "jauh" pula dari ibu-ibu wali murid dan lain-lain, merasa menemukan kesenangan tersendiri bisa gabung di WAG bloger tersebut. Karena saya merasa enggak punya teman di dunia nyata. 

Faktanya, hampir enggak pernah ada teman yang berkunjung ke rumah saya. Karena saya pun juga jarang bersilaturahim ke rumah teman-teman saya. Alasannya klasik, rempong dengan urusan rumah dan anak-anak. Kesulitan mencari waktu yang pas dengan pekerjaan suami. 

Saya benar-benar merasa kesepian. Maka adanya WAG bloger yang "membebaskan" saya untuk curhat segala macam, berkomentar semau saya (asal baik), menjadikannya tempat ternyaman bagi saya. Teman-teman yang ada di dalamnya menjadi semacam penyelamat dari rasa kesepian saya.

Karena, terutama saat ini tuh saya butuh mengeluarkan unek-unek dengan bebas. Atau setidaknya, enggak mengeluarkan unek-unek tapi mengalihkannya dengan bertanya apa saja dan berharap mendapatkan jawaban yang saya harapkan. Dan di WAG tersebut saya merasa terpenuhi kebutuhan saya. Teman-teman banyak yang care, merespon chat dengan cepat, membuat guyonan-guyonan yang bikin saya ketawa, dan sebagainya.

Sekali lagi intinya, WAG itu bisa membuat saya merasa ada. Dan nyaman.  

Bersama mbak Ruli Retno.

Oh ya, selain teman-teman bloger di WAG tersebut, saya juga merasa dekat dengan beberapa bloger lain yang kenalnya sudah lumayan lama. Jadi ada yang dulunya kami sama-sama tergabung dalam sebuah WAG karena ada proyek menulis atau apalah, lalu bubar. Tetapi sampai sekarang kami masih sering ngobrol via WA dan berbagai medsos. Ada juga yang awalnya ketemu secara offline di event blogger, merasa klik, lalu berlanjut menjalin hubungan yang sangat baik sampai sekarang.

Karena kami sesama bloger, aktivitas sehari-hari enggak jauh dari ngeblog, jadi selalu merasa nyambung gitu kan kalau ngobrol. Dan kalau sudah ngobrol jadi asyik banget. Apalagi jika misalnya sama-sama punya anak lebih dari dua, berasa rempongnya sama. Relate banget. Curhatnya jadi nyambung banget. Hihi. 


Itulah sekelumit cerita tentang teman-teman bloger saya saat ini. Foto-foto yang terpampang di sini hanya mewakili sebagian yang lain. Tentu masih ada teman-teman dekat saya yang lain, yang baik-baik banget sama saya. Tapi saya belum menemukan fotonya, nih. Mungkin next time kalau ada bisa saya tambahkan di sini, ya. I love you all 💓💓💓


ngeblog asyik KEB



2 comments

  1. itu pasti foto pas pak admin tilik bayii

    ReplyDelete
  2. Feel you mbaaaa.... Aku pun ga akrab Ama ibu2 temen sekelas anakku di grub 🤣. Ntah kenapa ga bisa. Mereka rame ngobrolnya, tapi aku ngerasa ga bisa berbaur dengan percakapan nya.

    Tapi beda saat ngobrol dengan bloggers di medsos, grub atau komen box. Itu berasa kenal lama, ga canggung. Dan pas ketemuan dengan aslinya, memang beneran seenak itu ngobrolnya.

    Mungkin Krn sesama bloggers udh ngerasa klik duluan yaaa. Kita sama2 suka menulis, jadi langsung nyambung aja. 👍

    Malah bisa dibilang temenku yg bloggers jauh LBH banyak drpd temen asli di dunia nyata 😂. Lebih asyik soalnya..

    ReplyDelete

Terima kasih sudah berkunjung :)
Saya akan senang jika teman-teman meninggalkan komentar yang baik dan sopan.
Mohon maaf komentar dengan link hidup akan saya hapus ^^.