Wednesday, 2 May 2018

Biaya Persalinan Normal untuk Pasien Umum di RSI Arofah Mojosari



Dari empat kali menjalani persalinan di rumah sakit, baru pada persalinan keempat kemarin kami (saya dan suami) mengeluarkan dana pribadi alias datang sebagai pasien umum. Sebelumnya, persalinan anak pertama kami memakai bantuan Jamsostek, kemudian persalinan anak kedua dan ketiga dengan menyodorkan kartu BPJS Kesehatan. Nah, kali ini saya ingin berbagi informasi mengenai biaya persalinan normal untuk pasien umum di RSI Arofah Mojosari.

Baca juga: Pengalaman Melahirkan Anak Keempat

Oh ya, apa sebab kami tak memakai BPJS lagi? Enggak lain dan enggak bukan karena kartu BPJS kami sudah enggak aktif lagi! Hehe. Yap, sudah berbulan-bulan kami absen membayar iuran bulanannya. Ya, sudah, akhirnya kami sudah mempersiapkan dana persalinan untuk pasien umum sejak beberapa bulan sebelum HPL (Hari Perkiraan Lahir) si kecil. 

Sebenarnya ada sedikit kekhawatiran juga, takut kalau-kalau saya enggak bisa lahiran normal lalu harus menjalani operasi caesar. Wah, pasti akan habis biaya yang enggak sedikit. Tapi suami (dan saya sendiri) optimis bahwa saya bisa lahiran normal, mengingat kondisi kehamilan saya nyaris tanpa masalah. Hanya di trimester kedua sempat dinyatakan posisi bayi sungsang (kepala yang harusnya di rahim bagian bawah, saat itu terletak di bagian atas). Kalau sungsang, kemungkinan harus operasi lebih besar. Tapi alhamdulillah kondisi itu berangsur membaik setelah saya rajin sujud seperti yang dianjurkan bu bidan. Kepala bayi akhirnya berada di tempat yang benar (rahim bagian bawah).


Rumah Sakit Arofah (sumber gambar: http://dinkes.mojokertokab.go.id/).


Oh ya, sudah tiga kali ini saya bersalin di Rumah Sakit Islam (RSI) Arofah Mojosari, Mojokerto. For your information, rumah sakit yang beralamat di Jalan Gajah Mada No. 1 Mojosari ini termasuk rumah sakit yang terbilang cukup murah. Artinya jika kita ada keperluan medis di sana, biaya yang kita keluarkan relatif lebih murah dibandingkan dengan rumah sakit lain di daerah yang sama. 

Lalu mengapa saya kembali memilih RSI Arofah sebagai tempat bersalin anak keempat? Padahal jarak rumah saya ke RS ini lumayan jauh, lho. Kira-kira 30 menit (setengah jam) perjalanan lancar/tidak macet dengan mobil/sepeda motor baru sampai di tempat. Alasan-alasan saya memilih RSI Arofah sebagai tempat persalinan sejak melahirkan anak kedua adalah sebagai berikut:
  • Rekomendasi dari bidan. Karena RS ini merupakan tempat dinas bidan saya (dulu), maka beliau merekomendasikan RS ini, agar saat saya bersalin beliau dapat mendampingi.
  • Pro persalinan normal dan pro ASI. Ini yang paling saya cari. Karena saya ingin persalinan normal setelah anak pertama dulu operasi caesar. Informasi tentang pro persalinan normal dan pro ASI saya dapat dari bidan saya (dan ternyata memang benar).
  • Biaya lebih murah (seperti telah saya tulis di atas).

Baca juga: Bersyukur atas Lahirnya Anggota Baru Keluarga Kami.


Nah, pada persalinan anak keempat kemarin alhamdulillah harapan dan doa saya untuk bersalin secara normal, terkabul. Tetapi karena ini adalah kali pertama saya datang sebagai pasien umum, saya dan suami agak deg-degan juga soal biayanya. Hehehe. Meski menurut keterangan dari bidan saya biayanya berkisar 2 hingga 3 jutaan untuk pasien kelas 2 (kelas pilihan kami), tapi kami berpikir, siapa tahu sekarang sudah naik. Karena bidan saya tersebut saat ini sudah tidak berdinas lagi di sana.



Saya datang ke RS tersebut pada tanggal 2 April 2018 pukul 01.00 (dini hari) dan pulang sekitar pukul 16.30 (sore hari) pada tanggal yang sama. Ya, saya enggak menginap. Jadi biaya akan lebih ringan juga. Hehe. Dan akhirnya, saat akan pulang keluarlah rincian biaya bersalin yang kami tunggu. Seperti pada foto di atas, biaya yang harus kami bayar adalah Rp.2.332.000,00 (dua juga tiga ratus tiga puluh dua ribu rupiah). Biaya-biaya tersebut mencakup biaya poliklinik UGD, visit dokter spesialis, tindakan dokter spesialis (RSC dan persalinan), jasa pelayanan, bahan habis pakai, biaya operasional, administrasi rawat inap, perawatan bayi, sewa kamar (kamar bersalin dan kamar ibu+anak), laboratorium, dan bon apotik. 

Tapi total biaya yang ada di perincian perawatan tersebut tidak termasuk biaya pengurusan plasenta (ari-ari) yang dilakukan oleh bidan (atau dokter, ya? :)) dan perawat. Biaya pengurusan plasenta yang dimaksud mencakup biaya pembersihan plasenta dan biaya tempat/wadah untuk menampung plasenta (semacam baskom). Kata suami, biaya tersebut dibayar langsung setelah proses pembersihan plasenta selesai, sejumlah Rp.250.000,00. Sehingga total biaya persalinan normal yang saya jalani enggak sampai tiga juta rupiah. Alhamdulillah.

Baca juga: Catatan Persalinan Anak Ketigaku.


Demikianlah sedikit informasi yang bisa saya bagi mengenai biaya persalinan normal untuk pasien umum di RSI Arofah Mojosari, Mojokerto. Namun, biaya-biaya yang kami keluarkan seperti tertulis di atas tentu saja merupakan pengeluaran atas pengalaman pribadi saja, ya. Artinya tentu akan berbeda-beda jumlah biaya persisnya antara pasien umum persalinan normal yang satu dengan yang lain. Karena pasti ada beberapa perbedaan biaya, tergantung berapa lama di rumah sakit tersebut, berapa banyak jenis obat yang harus ditebus (menyesuaikan keluhan pasien atau kebutuhannya), dan lain-lain. Hanya saja kisarannya sejumlah itu. Untuk pasien kelas 1 dan 3, menurut informasi yang saya peroleh dari pihak RS, biayanya terpaut sekitar satu jutaan (ke atas dan ke bawah) dari kelas 2.

Bagaimana, teman-teman? Biaya persalinan normal untuk pasien umum di RS Arofah Mojosari tersebut tergolong murah, bukan? Nah, share juga, yuk, biaya persalinan di rumah sakit tempat tinggal teman-teman :).




2 comments:

  1. lumayan terjangkau yaa Mba, biaya persalinannya? kalo saya dulu waktu lahiran bukan di rumah sakit, tapi bidannya yang datang ke rumah :)

    ReplyDelete
  2. Lumayan ya, Teh. Ini jadi catatan buatu yang nantinya jadi seorang bapak nih..he

    Setidaknya tahu dulu, dan belajar lagi tentang ilmu pernikahan..he

    ReplyDelete

Terima kasih sudah berkunjung :)
Saya akan senang jika teman-teman meninggalkan komentar yang baik dan sopan.
Mohon maaf komentar dengan link hidup akan saya hapus ^^.

Kumpulan Emak Blogger

WARUNG BLOGGER


Blogger Perempuan

Blogger Perempuan

Ibu-ibu Doyan Nulis


Mom Blogger Community


Followers

© 2016 DeKa | Powered by Blogger | Template by Enny Law