Monday, 22 September 2014

Sekolah Impian: Sekolah Jangan Terlalu Lama



SMK N 6 Surakarta (dulu, ketika saya masih bersekolah di sana). Gambar dari sini.


Setelah lulus SMP, saya melanjutkan sekolah di SMK (Sekolah Menengah Kejuruan) dan mengambil jurusan Akuntansi sesuai minat saya ketika itu. Sebelum menentukan pilihan ke SMK N 6 Surakarta (ketika awal masuk namanya masih SMEA N 3 Surakarta, kemudian berubah menyesuaikan ketentuan dari pusat, SMEA, STM, SMKK, dan lain-lain disamakan menjadi SMK), saya bersama 2 orang teman saya mencoba menjajagi SMK-SMK yang lain.

Kami melihat-lihat gedung sekolahnya, jurusan-jurusan yang ada, profil sekolah, dan lain-lain. Hingga akhirnya kami bertiga memutuskan mendaftar di SMK yang sama, SMK N 6. Ketika itu alasan kami simpel, yaitu sekolah ini adalah SMK favorit di kota Solo, gedung sekolahnya bagus, lebih luas dan rindang, lebih mudah terjangkau oleh kendaraan umum, dan kualitasnya bersaing dengan SMK favorit lain yang gedungnya kurang luas. 

Di SMK N 6 ini, tersedia fasilitas-fasilitas yang cukup memadai untuk praktik. Seperti ruang komputer, ruang mengetik (ketika itu masih ada pelajaran mengetik manual), lab bahasa, minimarket, dan lain-lain. Fasilitas MCK juga tersedia dengan cukup memadai, masjid cukup besar berdiri di bagian belakang sekolah, lapangan ada 3 (di bagian depan untuk upacara bendera, bagian tengah dan belakang untuk kegiatan ekstrakurikuler dan lain-lain), kantin ada di bagian belakang, lahan parkir memadai, dan cukup banyak tanaman di lingkungan sekolah. Sehingga, bisa dibilang sekolah kami cukup lengkap dan terlihat hijau baik di bagian dalam maupun tampak luar. 

Mengenai guru, saya rasa guru-guru kami adalah pengajar yang kompeten di bidangnya masing-masing. Mereka adalah tempat bertanya yang menyenangkan. Dulu, kami akrab dengan beberapa guru sehingga tak sungkan untuk bertanya tentang pelajaran di luar jam sekolah. Selain itu, mereka selalu berusaha meningkatkan kualitas sekolah kami. Dari tahun ke tahun kualitas sekolah kami semakin meningkat. Itu saya rasakan ketika masih bersekolah di sana maupun sekarang setelah saya lulus. 

Beberapa waktu lalu ketika saya menengok ke website-nya, ternyata SMK N 6 telah jauh berubah, menjadi lebih baik. Ada peningkatan yang mencolok untuk jurusan yang kini semakin dibutuhkan dunia kerja, yaitu jurusan-jurusan yang berhubungan dengan bisnis dan IT. Gedung sekolah pun kini semakin bagus dan ditambah dengan beberapa bangunan untuk melengkapi kebutuhan dalam proses belajar-mengajar. 



SMK N 6 Surakarta (sekarang). Gambar dari sini


Itulah sedikit gambaran mengenai sekolah saya, SMK N 6 Surakarta. Untuk ukuran SMK, bagus, sih, menurut saya. Tapi, untuk anak-anak saya kelak, belum tentu saya akan menyekolahkan mereka di SMK. Itu tergantung pada minat-bakat mereka. Dan, saat ini sulung saya baru mulai belajar untuk sekolah. Ya, dia belum bersekolah, karena masih di Play Group, masih bermain sambil belajar. Dua tahun lagi, insya Allah, dia akan merasakan pendidikan di sekolah yang sebenarnya.

Sekolah Impian 
Kondisi sekarang memang jauh berbeda dengan jaman dulu, di mana saat ini telah banyak sekolah dengan model full day school. Di samping itu, pendidikan di sekolah dirasa selalu kurang dengan banyaknya anak-anak yang diberikan les tambahan di luar jam sekolah. Melihat perkembangan pendidikan seperti itu, sebenarnya saya kurang “sreg”. Saya tidak ingin kelak anak saya belajar di sekolah terlalu lama, masih ditambahi dengan les ini-itu di rumah. Saya takut anak akan terbebani dan kurang dekat dengan keluarga, serta kurang dapat bersosialisasi dengan lingkungannya. 

Lebih jauh, saya mempunyai impian tentang sekolah di Indonesia. Secara umum, saya memimpikan sekolah dengan spesifikasi sebagai berikut: 
  1. Sekolah dengan konsep alam dan ramah lingkungan. Sekolah dibangun dengan memperhatikan kebutuhan warga sekolah akan lingkungan yang bersih, nyaman, asri, dan memberikan kesegaran. Diantaranya dengan memperbanyak penanaman pohon di lingkungan sekolah dan penggunaan AC yang dibatasi. Sehingga siswa terbiasa menghirup udara segar dan alami yang diharapkan akan menyegarkan kembali otak dan tubuh mereka setelah belajar. Selain itu proses belajar-mengajar tidak selalu di dalam kelas, tetapi kadang juga dibawa keluar kelas, sehingga siswa tidak merasa terbatas dalam sekat-sekat ruangan dan terbatas berekspresi.
  2. Guru berkualitas. Guru memegang peranan yang sangat penting di sekolah. Guru yang cakap, berwawasan luas, menguasai setiap materi yang diajarkan, beretika dan bermoral baik menjadi syarat yang harus dipenuhi. Selain itu, guru sebaiknya ramah dengan siswa, sehingga siswa merasa guru serupa dengan orangtua mereka sendiri. 
  3. Mengutamakan pendidikan karakter dan moral. Sekolah menciptakan iklim dan budaya beretika, bermoral, berakhlak mulia sesuai dengan ajaran agamanya masing-masing melalui kegiatan belajar-mengajar setiap harinya.
  4. Fasilitas lengkap, terutama perpustakaan. Fasilitas yang lengkap akan menunjang kemajuan dan kemandirian siswa. Perpustakaan yang berisi buku-buku yang berkualitas dalam jumlah banyak tentu sangat dibutuhkan siswa. Penyediaan akses internet yang mudah juga akan sangat membantu proses belajar siswa. 
  5. Waktu sekolah tidak terlalu lama. Jam belajar di sekolah yang terlalu lama saya rasa hanya akan membuat kebosanan dan kejenuhan siswa. Siswa juga kehilangan waktu untuk berkumpul bersama keluarga dan berbaur di dalam masyarakat. Sekolah sebaiknya lebih menekankan pada penanaman nilai/karakter pada siswa dan pendalaman materi. Sedangkan materi pelajaran bisa didapat siswa dengan membaca buku atau browsing di internet, di luar jam sekolah. Dengan demikian siswa juga dilatih untuk lebih aktif berdiskusi di sekolah. 
  6. Membangun hubungan yang baik dengan orangtua/wali murid. Hubungan yang baik antara sekolah dengan orangtua/wali murid sangat diperlukan, karena orangtua tak bisa dan tak boleh “pasrah bongkokan” (menyerahkan sepenuhnya) atas anak pada sekolah. Hubungan antara guru dan orangtua sangat penting, untuk mengontrol perkembangan belajar anak. 
  7. Sistem pemberian nilai tidak berperingkat. Sebaiknya sistem pemberian nilai tidak berperingkat, seperti ranking 1, 2, dan seterusnya. Tetapi bila nilai anak di bawah nilai rata-rata yang ditetapkan, maka anak harus meningkatkan belajarnya. Pemberian peringkat pada siswa dikhawatirkan akan menimbulkan kesenjangan dalam pergaulan antar siswa. Anak dengan peringkat rendah dikhawatirkan akan turun rasa percaya dirinya, yang akan mengganggu perkembangan psikisnya. 
  8. Terjangkau secara finansial. Sekolah tidak membebankan biaya yang terlalu tinggi pada orangtua/wali murid melebihi biaya yang dibutuhkan. Sekolah jangan dijadikan bisnis. Misalnya, buku-buku yang harus dibeli siswa tidak perlu bermacam-macam untuk satu mata pelajaran. 

Seperti itulah gambaran umum sekolah impian saya di Indonesia. Tetapi, saya ingin kelak anak-anak saya bersekolah di sekolah Islam. Untuk sekolah Islam, guru seharusnya diberikan tes tambahan ketika proses recruitment. Tes itu mencakup kemampuan membaca Al-Quran, rutinitas ibadah hariannya, dan penguasaan materi agama Islam. Setelah itu, harus secara rutin dievaluasi dan ditingkatkan kemampuan dan rutinitas ibadah hariannya. Hal ini penting, agar ruhiyah guru terjaga dengan baik, agar berimbas pada pendidikan yang diberikan untuk siswa-siswanya. Sekolah Islam juga diharapkan melahirkan para hafidz-hafidzah, berakhlak mulia-islami, juga berwawasan global dengan cakap berbahasa Inggris-Arab. 

Demikianlah sekolah impian saya. Saya memang masih sangat awam akan pendidikan, termasuk pendidikan di sekolah. Namun itulah garis besar impian saya sebagai orangtua akan sekolah anak-anak saya, juga anak-anak Indonesia pada umumnya. Karena saya pikir anak-anak harus dididik secara seimbang terkait kecerdasan-kecerdasan yang telah ada secara alami di dalam dirinya. Baik IQ (Intelligent Quotient), EQ (Emotional Quotient), maupun SQ (Spiritual Qoutient), harus diusahakan berkembang secara optimal melalui pendidikan yang tepat.



Tulisan ini diikutsertakan dalam 



Mommylicious #ParentingBook




Referensi:


21 comments:

  1. Setuju Mak sekolah itu harus dilengkapi dengan fasilitas yg mendukung ditambah kecerdasan yang seimbang :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Mak. Eman kalau kecerdasan yang telah dimiliki secara alami tidak diasah secara optimal..
      Makasih, Mak, atas kunjungannya :)

      Delete
  2. Saya juga sependapat dengan sampeyan mbak.. :D
    sekolah jangan terlalu lama jam blajrnya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yap, ada yang sependapat mengenai ini. Iyaaa Mbak.. kasian anak-anak.. kecapekan, kelelahan, kurang berekspresi..
      Btw, makasih Mbak atas kunjungannya :)

      Delete
  3. ;) idem sekolah itu adalah tempat kedua setelah rumah, dimana karakter anak akan dibentuk. sayangnya sekolah dengan kriteria sempurna masih minoritas. semoga dimasa datang lebih banyak tumbuh lagi sekolah2 yang bagus. salam blogger

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, sekolah dengan kriteria sempurna memang masih sulit didapatkan. Pemikiran yang sama tentang sekolah impian pun pasti banyak perbedaan. So, perkuat dari diri sendiri mungkin ya.. dimulai dengan penguatan keluarga sebagai tempat pendidikan utama.

      Salam blogger kembali :)

      Delete
  4. Iya mak, betul banget, lebih baik nggak perlu lagi memberikan peringkat kelas kepada siswa. Semoga pendidikan di Indonesia makin maju dan berkembang ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Setuju kan, ya? Pengalaman saya dulu juga gitu, pas ranking menurun, ada beban gimanaaa gitu :)
      aamiin.. semoga.

      Delete
  5. Beragam ide dilontarkan dalam mencari kompisisi yang tepat akan eksistensi sekolah impian yang diharapkan... Semoga harapan2 kita tersebut bisa diakomodir pemerintah walau tak semua ide bisa diterima... Btw, sekolahnya bagus ya Mbak... Setidaknya ada rasa bangga ya telah mengecap pendidikan di sana...Saat ini kan pemerintah sangat memperhatikan perkembangan akan sekolah kejuruan agar lebih banyak mengeluarkan alumni tenaga2 terampil dan berbakat.... Sukses dengan GA-nya ya...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin.. semoga harapan-harapan dan impian-impian saya ada yang terwujud kelak :)
      Alhamdulillah, Mbak, sekolah saya semakin maju seiring perkembangan zaman, mungkin juga sama seperti sekolah mbak Rita..
      Sukses juga buat mbak Rita :)

      Delete
  6. gedung sekolahnya sudah berubah banyak ya, tapi lebih asri yg dulu :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehehe.. iya, Mak.. lebih ngejreng yang sekarang, tapi emang kayaknya ada pengurangan pohon :(
      tapi yang jelas kualitas tambah bagus :)

      Delete
  7. kl sudah tingkat menengah atas mmg lebih enak mengatur jam belajar mengajar ya mak. krn sdh pd bisa internetan, kerja praktik dll.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Mak.. kalau masih SD ya peran ortu harusnya lebih banyak :)
      terima kasih Mak atas kunjungannya :)

      Delete
  8. Wi cakep bangunan sekolahnya

    ReplyDelete
  9. Boleh saja Full Day School, tapi lingkungan kudu mendukung sehingga anak nyaman berada disana layaknya rumah sendiri. Tapi kadang-kadang perhatian guru kurang maksimal, baiknya cuma sama anak2 'tertentu' saja :)

    ReplyDelete
  10. Sekolah SMK enak ya Mbak, pelajarannya gak seberat SMP. Saya dulu di SMK juga, Mak. Tiap hari bisa tidur soalnya gurunya sering telat masuk kelas haha

    ReplyDelete
  11. Saya dulu juga sekolah SMK Mak. Dan kaget ternyata palajaran SMK tak sepadat di SMP. Tiap hari bisa tidur soalnya guru sering datang telat masuk kelas haha

    ReplyDelete
  12. Ternyata kita samaan alumni smea, saya dulu juga ngambil akuntansi. Sempat sih pengen jadi akuntan tapi dua kali gagal ikut ujian PTN (sipenmaru atau apa gitu namanya, lupa). Eh giliran kuliah malah nyasar di sastra...Alhamdulillah sekolahku dulu termasuk sekolah impian, buktinya sampai sekarang masih ngangenin....

    ReplyDelete
  13. Ternyata kita samaan alumni smea, saya dulu juga ngambil akuntansi. Sempat sih pengen jadi akuntan tapi dua kali gagal ikut ujian PTN (sipenmaru atau apa gitu namanya, lupa). Eh giliran kuliah malah nyasar di sastra...Alhamdulillah sekolahku dulu termasuk sekolah impian, buktinya sampai sekarang masih ngangenin....

    ReplyDelete

Terima kasih sudah berkunjung :)
Saya akan senang jika teman-teman meninggalkan komentar yang baik dan sopan.
Mohon maaf komentar dengan link hidup akan saya hapus ^^.

Kumpulan Emak Blogger

HALO BALITA


Ibu-ibu Doyan Nulis


Followers

Blogger Perempuan

Blogger Perempuan

Alexa Rank

© 2016 DeKa | Powered by Blogger | Template by Enny Law