Sunday, 9 March 2014

PLACENTA PREVIA: Saya Masih Punya Harapan....

Beberapa minggu yang lalu saya melakukan pemeriksaan USG (ultrasonography) untuk mengetahui kondisi kandungan saya yang memasuki usia 7 bulan. Alangkah sedihnya saya, ketika dokter mengatakan bahwa kandungan saya mengalami placenta previa. Itu artinya, kemungkinan besar persalinan saya nanti melalui operasi (SC). Padahal, saya pengin banget melahirkan secara normal (setelah anak pertama dulu juga melalui operasi :( ). Lalu, bagaimana saya menyikapinya?


Sekadar untuk mengingatkan diri sendiri, berikut ini saya tuliskan kembali apa yang saya baca dari sini.

Placenta previa adalah kondisi plasenta atau ari-ari yang tumbuh bukan pada tempat semestinya. Biasanya, plasenta akan tumbuh di bagian atas rahim. Tetapi jika kondisi rahim bagian atas kurang baik, dia akan tumbuh di tempat lain, dan biasanya mencari tempat di bagian bawah rahim. Kondisi inilah yang disebut placenta previa (plasenta menutupi jalan lahir). Keadaan ini akan menghalangi jalan lahir untuk bayi. 

Plasenta atau disebut juga ari-ari adalah tempat dimana bayi bertumbuh dan berkembang di dalam rahim. Plasenta inilah yang membungkus bayi agar aman. Fungsinya sebagai tempat penyalur zat makanan, oksigen dan sebagai perlindungan dari benturan, kuman atau penyakit yang mengancam janin. 

Dalam teori kebidanan disebutkan bahwa plasenta previa berdasarkan tempat tertanamnya plasenta, berada pada tiga lokasi sekitar segmen bawah rahim dan menutupi kanalis servikalis . Ada tiga lokasi plasenta previa yakni plasenta menutupi total jalan lahir (plasenta previa totalis), menutupi sebagian jalan lahir (plasenta previa partialis) atau hanya tertanam sekitar pinggir dari bagian bawah rahim. 

Apa saja faktor penyebab terjadinya plasenta previa? Penyebab langsung dari plasenta previa memang tidak ada namun dari berbagai sumber medis kebidanan disebutkan faktor-faktor yang mendukung terjadinya plasenta previa ini antara lain:
  • faktor usia, pada usia muda rahim belum sempurna terutama pada lapisan endometriumnya, 
  • usia diatas 35 tahun keadaan rahim (endometrium) sudah mulai kurang subur, 
  • riwayat persalinan yang sering hamil dengan jarak yang dekat antara kehamilan, 
  • keadaan rahim, bekas kuret, bekas operasi pada rahim, keadaan kurang gizi.
Plasenta ini tidak kecil, diameternya sekitar 20 cm saat sudah keluar dari rahim, beratnya sekitar 500-1000 gram dan penuh berisi pembuluh darah juga jaringan dan selaput. Pembuluh darah ini yang sangat peka dengan rangsangan, terutama saat kehamilan memasuki usia 7 bulan.

Tanda-tanda ibu hamil mengalami plasenta previa:
Ibu hamil mengalami perdarahan pada usia kehamilan 7 bulan ke atas. Perdarahan pada kehamilan dengan Plasenta previa tidak disertai rasa nyeri pada perut, terjadi sewaktu-waktu terutama saat melakukan aktifitas. Semakin tua usia kehamilan maka bagian bawah rahim semakin peka menerima rangsangan, juga karena bagian segmen bawah rahim mengalami perubahan menyesuaikan usia kehamilan. 
Akibatnya plasenta ini bisa lepas sedikit demi sedikit sebelum waktunya melahirkan. Nah karena ada bagian yang terlepas sedikit demi sedikit ini maka timbul perdarahan. Perdarahan ini dapat mengganggu penyaluran oksigen dan zat makanan ke bayi, juga menimbulkan kadar hemoglobine ibu menurun (anemia). Pada plasenta previa ini seringkali terjadi juga kelainan posisi janin dalam rahim, misalnya letak melintang dan sungsang karena bagian kepala janin terhalang tidak bisa masuk ke pintu panggul. 

Apa yang harus dilakukan bila ibu hamil mengalami plasenta previa? 
  1. Bed rest atau tirah baring total saat mengalami perdarahan aktif. Tujuannya agar membantu menghentikan proses pelepasan plasenta yang terjadi sedikit demi sedikit sebelum waktunya. Dengan istirahat total baring diatas tempat tidur maka keadaan otot rahim dalam kondisi istirahat (relaksasi). Tak jarang pasien hamil dengan plasenta previa terpaksa keluar masuk rumah sakit beberapa kali karena setelah pulang dirumah tidak bisa istirahat, sering jalan dan mengerjakan pekerjaan rumah sendirian, akhirnya masuk rumah sakit lagi. Sebenarnya dengan banyak istirahat saja di rumah bila patuh sudah cukup membantu relaksasi otot rahim. 
  2. Mencegah bayi terlahir prematur. Rangsangan kontraksi atau his adalah rasa seperti kram pada perut ibu hamil. Bila terdapat kontraksi atau his disertai perdarahan, maka ibu hamil dengan plasenta previa harus segera mencari bantuan tenaga kesehatan. Selanjutnya kehamilan akan dipantau secara ketat, baik kondisi janin, perdarahan dan keadaan kesehatan ibu. Pada kasus plasenta previa yang belum cukup bulan tetapi mengalami perdarahan terus menerus, terpaksa bayi dilahirkan sebelum waktunya. Hal ini sedikit banyak beresiko untuk kematangan fungsi paru-paru bayi saat pertama kali bernafas. Bila masih paru-paru belum bisa mengembang sempurna, dapat terjadi kegagalan untuk bernafas awal kelahiran. Ibu tidak perlu cemas dengan keadaan masa transisi bayi. Dokter kandungan akan mengupayakan antisipasi sejak sebelum bayi lahir dan tindakan pertolongan segera setelah lahir pada bayi prematur. 
  3. Memperhatikan Kebutuhan Gizi Ibu hamil. Ibu hamil dengan plasenta previa ini mudah sekali mengalami penurunan kadar Hemoglobine dalam darah akibat perdarahan tersebut. Perbanyak makanan dari sayuran berwarna hijau tua seperti bayam, kangkung, daun singkong, sawi. Lauk pauk telur, ikan, tahu, tempe dan daging. Minum susu untuk menambah daya tahan tubuh. Buah-buahan segar juga air putih yang cukup selama kehamilan. 
  4. Persiapan mental. Bagi ibu hamil dengan plasenta previa tak jarang harus mengalami istirahat total di rumah sakit. Jalanilah semua proses kehamilan dengan pasrah dan doa. Apapun yang terjadi tetap harus bersyukur. Mengisi waktu selama bedrest di rumah sakit dengan hal yang menghibur, misalnya membaca tentang kesehatan,menyulam, mendengar musik dan membaca buku-buku perawatan bayi dan sebagaimya. Kegelisahan seorang ibu selama masa perawatan dapat berpengaruh terhadap kehamilan. Terlalu stress dan tegang akan merangsang kontraksi rahim atau kram pada perut. Suami juga memberi dukungan mental pada istri selama masa perawatan. 
  5. Persiapan biaya. Pada kehamilan yang sudah didiagnosa Plasenta previa totalis maka jelas cara satu-satunya untuk melahirkan hanya bisa melalui opeasi Sectio Casarea. Persiapkan biaya sebaiknya sudah dimulai sejak hamil muda walaupun tidak terdiagnosa plasenta previa, juga perkiraan bila bayi terlahir prematur.
Selain memperhatikan beberapa ulasan di atas, saya juga memperbanyak sujud (seperti yang saya baca dari beberapa artikel, juga petunjuk bidan). Kata bidan saya, kemungkinan plasenta dalam rahim saya bergeser ke atas masih ada. Apalagi saya termasuk dengan plasenta previa partialis (sebagian menutupi jalan lahir). Dan, tentu saja banyak berdoa. 

Tulisan di atas adalah salah satu artikel yang saya baca dan saya salin di sini. Tentu saja masih banyak artikel lain tentang plasenta previa ini. Dan saya, tidak berkecil hati dengan tulisan terakhir bahwa: jelas-cara-satu-satunya-untuk-melahirkan-hanya-bisa-melalui-operasi-Sectio-Casarea. Saya percaya bahwa Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu, Dia Yang Maha Berkehendak. Jadi, kemungkinan apapun masih bisa terjadi. Ya, saya masih punya harapan...pada-Nya....

Untuk teman-teman yang mampir di sini, dan sempat membaca tulisan ini, mohon doanya juga agar persalinan saya nanti lancar (alhamdulillah kalau bisa lahiran normal), saya dan bayi sehat wal afiat. Aamiin....


9 comments:

  1. Aamiin,, saya doakan semoga proses persalinannya lancar ya mak, dan semoga bisa normal aamiin,,,

    ReplyDelete
    Replies
    1. makasih banget ya, Mak, atas doa indahnya :)

      Delete
  2. Aamiin... semangat mbak! insya Allah bisa...semoga Allah beri yang terbaik buat mbak. lancar dan mudah persalinannya. bayi dan ibu sehat. Aamiin. hugs...

    *modem lagi sehat, jadi bisa BW hihi

    ReplyDelete
  3. ha ha kok jadi sniper? ternyata pake akun suami. gak sengaja. maaf ya mbak...:-)

    ReplyDelete
    Replies
    1. haha.. woalah.. aku juga kaget pas buka inbox kok ada komen dari sniper. siapa tuh? hehehe... ternyata..
      aamiin.. makasih buat support dan doanya ya, Mbak..

      ayo modem, jaga kesehatan, biar bisa nemenin mbak Nunung terus :D

      Delete
  4. Semoga diberi yang terbaik ya Mba.. :) Saya jg baru tau ttg plasenta previa beberapa bulan yg lalu. Adik saya jg PP, dan dia harus sesar, tapi nggak apa asal ibu dan bayinya selamat :).

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah, anak saya sudah lahir dengan jalan normal, tanpa operasi :)
      di sini ceritanya: http://dekamuslim.blogspot.com/2014/05/bersyukur-atas-lahirnya-anggota-baru.html

      iya, Mbak, apapun itu sudah ketentuan Allah, ibu dan bayi selamat itu sudah bersyukur sekali, ya :)

      Delete
  5. Mba tapi pernah pendarahan atau terjadi flek gk ??
    Aku juga di vonis dokter pp dan di usia 32 week pendarahan dan skrg mlh ngeflek terus
    Agak khawatir soal.a pngen bgd lahiran normal

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau untuk kehamilan yang saya ceritakan di atas, enggak pendarahan ataupun flek, Mbak. Soalnya sejak habis USG itu saya trus sering2 sujud dan ngajak bayi komunikasi terus.
      Coba Mbak Hesty juga begitu. Sering2 sujud, doa, dan ngajak bayi komunikasi supaya plasentanya geser ke atas.
      Semoga persalinannya lancar ya, Mbak. Bisa lahiran normal. Tapi kalaupun terpaksa harus operasi, itu pasti ketentuan Allah yang terbaik buat Mbak Hesty.
      Tetep semangat dan positive thinking aja :)

      Delete

Terima kasih sudah berkunjung :)
Saya akan senang jika teman-teman meninggalkan komentar yang baik dan sopan.
Mohon maaf komentar dengan link hidup akan saya hapus ^^.

Kumpulan Emak Blogger

HALO BALITA


Ibu-ibu Doyan Nulis


Followers

Blogger Perempuan

Blogger Perempuan

Alexa Rank

© 2016 DeKa | Powered by Blogger | Template by Enny Law