Monday, 15 April 2013

Ada dan Tiada


Aku tahu pagi ini kau akan lewat di lorong jalan ini. Aku tunggu kamu. Benar kan? Telah nampak sosokmu di ujung jalan. Aku pura-pura menyapu. Sementara debar jantungku kian tak menentu.

“Pagi...,” sapamu tepat di hadapanku, lalu tetap meneruskan langkahmu. Karena ini sudah pukul 8 pagi, saatnya kau mulai membuka kiosmu bersama anak buahmu. Dan aku, serasa tak bisa mengendalikan sapu di tanganku.

Semua orang di pasar ini tahu, siapa dirimu. Seorang “eksekutif muda” untuk ukuran tempat ini, yang selalu menarik perhatian para gadis pramuniaga. Sedangkan aku? Hanyalah gadis kelas bawah yang mencoba mencari pengalaman pun sesuap nasi di tempat seramai ini. Tapi, tak pantaskah aku sekedar mengagumimu? Atau mungkin menaruh hati padamu?

“Oke, melanjutkan aktivitas Anda di pagi ini, sebuah request dari Ray from the East....”
Aku mulai memasang telinga baik-baik.

Justin Timberlake with “Where is the Love”. Menyapa seluruh kawula muda di lapaknya masing-masing, salam terindah buat kalian. Dan spesial, lagu ini teruntuk Putri Rapuntsel.”

Lalu lagu itu pun mengalun rancak. Aku suka request lagunya. Tapi nama yang disebut terakhir oleh penyiar radio di pasar ini barusan, membuatku muak.

Begitulah, aku tetap saja mengagumimu. Aku tetap saja menaruh harapan padamu. Meski tak hanya sekali aku mendengar kicauan senada dari penyiar radio itu, tentang request demi request dari kamu dan dia. Aku masih tak percaya tentang hubungan kalian, karena aku belum pernah melihat dengan mata kepalaku sendiri kalian sedang berjalan berdua.

***

Akhirnya masa itu tiba. Masa di mana aku harus berpisah denganmu. Mungkin sangat singkat pertemuan antara kita, tak sampai setahun. Dengan masih memendam rasa dan harapan yang belum tercurahkan padamu. Hanya sebaris tulisan yang kutitipkan pada penyiar radio kesayangan kita bersama di hari terakhirku.
 

“Jean Paul Ritcher pernah berkata: “Jangan pernah berpisah tanpa ungkapan kasih sayang untuk dikenang. Mungkin saja perpisahan itu ternyata untuk selamanya.” Dan aku tak bisa berkata apa-apa, maka kukatakan saja padamu, bahwa aku sangat bahagia bisa mengenalmu. Walau kutahu, aku tak pernah berarti apa-apa buatmu.
Lagu ini spesial buat Ray from the East: “Antara Ada dan Tiada”, Uthopia.”

Kunantikan requestku dibacakan sang penyiar. Namun setelah kalimat-kalimat itu telah mengudara, tak ada lagu yang kuminta. Hingga sore pun tak kudengar alunan lagu sedih itu.

“Santi, ini untukmu,” Ray mengagetkanku di beranda studio radio sore itu. 



doc. pribadi
 

Aku terdiam. Sebuah benda mungil berbentuk love telah berpindah ke tanganku. Bergambar kucing, makhluk kesayanganku. Mungkin dia tahu tentang kesukaanku ini dari Nuri sahabatku.

“Siapa bilang kau tak pernah ada buatku. Kalau aku menganggapmu tak ada, buat apa setiap pagi dan sore aku selalu menyapamu? Sayangnya, kau begitu cepat pergi. Simpan itu ya untuk selalu mengingatku.”
“Di mana Rapuntsel-mu?”
“Hahaha... dia hanya imajinasiku.”

Dia memberiku sesuatu untuk dikenang....


#439 kata



 

Keterangan foto:
Benda mungil itu hadiah ultah dari sahabatku beberapa tahun yang lalu. Dia sendiri juga ga tau apa fungsinya. Yang penting ada gambar kucingnya, binatang kesayanganku, katanya :) Kusimpan rapi hingga akhirnya jatuh ke tangan anakku. Sekarang benda itu sudah tak utuh lagi, hilang kuncinya, sering diletakkan di sembarang tempat (kali ini nangkring di rak buku), dan biasa dibuatnya untuk wadah uang receh atau kelereng :D


42 comments:

  1. Oowww, so sweet dinamai Rapuntsel :D Quotenya bagus

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe.. Aku juga ga ngerti banget soal Rapuntsel, sebenernya :-D
      Makasih mbak :-)

      Delete
  2. yang bikin aku kaget adalah bahwa ternyata Ray kenal si perempuan lebih dari sekedar sapaan sekilas saat bertemu, bahkan tahu bahwa perempuan ini mau pergi dari tempat itu. dan mengenal Nuri, sahabatnya?

    endingnya bisa lebih manis lagi, sebenarnya. dan ndak usah bawa-bawa Nuri, hahaha..

    ReplyDelete
  3. Hihihi.. Berarti ada yg terlewat nih mbak.. Sebenarnya mereka kenal lewat udara, sama2 penggemar radio dan sering kirim request lagu :-D

    ReplyDelete
  4. ooh kenal di udara? aku kira si ray ini penyiar radio. soalnya pas baca pesannya yg utk ray, aku mikirnya gini loh *si ray pas lg nyiarin radio baca pesan yg lagunya ditujukan utk dia, terus ga dia bacain krn dia tau siapa yg ngirim pesan itu, trs pas mau pulang dia nemuin sambil ngasih hadiah*

    dan setuju sama mbak la, ga usah bawa2 nama nuri, jd kemana2 ceritanya :D

    ReplyDelete
  5. hemmmm... makasih kritiknya mbak Isti, berarti saya kurang detail yah. Saya kira kalimat "Hanya sebaris tulisan yang kutitipkan pada penyiar radio kesayangan KITA bersama di hari terakhirku." itu sudah menjelaskan :)
    iya yah soal Nuri harusnya bisa diganti dengan keterangan lain. Makasih mbak.... :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya sih, mak. sebenernya menjelaskan memang. tapi rada siwer juga. jadi itu pesannya udah dibaca atau belum ya? kok tau2 si ray dateng sambl bawa2 hadiah buat "aku"?

      Delete
    2. hihihi.. ternyata baaaannyak celah yang bikin cerita ga utuh :D
      ceritanya, si Ray kan penggemar berat tu radio, jadi dia otomatis deket banget sama penyiarnya. Nah, dia taunya ya dari penyiar radio itu kalo Santi mau pindahan... *keterangan atau ngeles nih :D

      Delete
  6. Replies
    1. makasih mbak... asyiiik ada yang bilang so sweet :D

      Delete
    2. iya mbak.. sweet sekali. hihi.. :D kalo ada yang denger request lagu saya dan merasa, seneng rasanya.

      Delete
    3. wah, kayaknya sering request lagu di radio juga nih :) seneng dong mbak rasanya, saya juga pernah atuh :D

      Delete
  7. Setelah dibaca lagi, aku bingung pada kalimat "request demi request dari kamu dan dia" <--- dia di sini itu siapa ya? Apa seharusnya kalimatnya: dari kamu untuk dia? Hehehehe

    Btw, kata-katanya manis mbak. Suka ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. "dia" maksudnya Rapuntsel mbak. Nah, ceritanya, Rapuntsel itu kan cuma imajinasinya Ray aja, jadi dia itu sebenernya ga ada. Ray nyuruh temennya tiap kali request atas nama Rapuntsel, yg slalu nyapa Ray dalam requestnya ^^
      moga ga bingung ya :-)

      Delete
  8. hohoho, kereen....top mbak...the first euy!

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehe.. makasih mbak. lagi gemes nih sama FF, ga bisa-bisa bikin dari dulu :D
      dan yang ini, gagal maning....gagal maning.... :D

      Delete
    2. Nggak gagal kok mba :D, bagus euyyy

      Delete
    3. hihi... makasih mbak Vee.. tapi liat tuh di atas, kritikannya banyak :D

      Delete
  9. Aih.. salam di radio.. Manis bener. Eh saya nangkepnya Ray penyiar radionya. Bener nggak?

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehe... manis ya mbak.. bukuan mbak, bukan... :) si Ray penggemar berat radio itu :)

      Delete
    2. wkwkwk.. harus baca ulang lagi nih kayanya.. :D

      Delete
    3. dengan senang hati,,, monggooo mbak :)

      Delete
  10. aaahh,, aku suka celengan seperti itu, gampang diambillagi duitnya,hehe

    ReplyDelete
  11. hehe,,, iya mbak, kayak anakku tuh, baru dapet dikit diambil lagi :D

    ReplyDelete
  12. sensasi dpt slm lewat radio itu gimana ya? hihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. kalo salamnya dari temen biasa ya biasa aja sih :D kalo dari si dia? hemmm.. pasti keinget terus ama request lagunya :)

      Delete
    2. nah itu bener bgt mbak Diah, apalagi klo gebetannya si penyiar radio itu sendiri, tiap hari di kirimin lagu, ampe bosen *pengalaman pribadi jaman singel hihihi*

      Delete
    3. hahaha.. ternyata dirimu juga penggemar radio :D

      Delete
  13. Replies
    1. hehehe.... cari yang unik kali yaa.. makasih mbak :)

      Delete
  14. wah, Santi emang mau kemana San? Kan bisa sesekali masih main ke situ buat ketemu sama Ray...

    ecieeee :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. mau pergi jauh mbakkkk.. kerja di luar pulau :D
      makasih mbak, akhirnya mampir juga :)

      Delete
  15. Di radioooo, Mba warnanya pink, lutju..

    ReplyDelete
    Replies
    1. "di radiooo, aku dengar.. lagu kesayanganmu..." eh itu lagu jadul yang nyanyi siapa ya? lupa. hehe.. makasih mbak Astin.. :)

      Delete
    2. lagunya Gombloh mbak...kayaknya dah almarhum ya? hihi lupa...

      Delete
    3. naahhhh,, yang angkatan jadul tau nih... hihi.. piss mbak Nunung.. :D makasih udah ikut nginget-inget..
      iya kalo Gombloh setauku udah almarhum mbak :)

      Delete
    4. betuuul, lagunya gombloh..hihihh, di radio...aku dengar lagu kesayanganmu...keterimaa, eh malah nyanyi

      Delete
    5. ayo nyanyi bareng-bareng mbak-mbak yang baikkkk :) syalallalala......

      Delete

Terima kasih sudah berkunjung :)
Saya akan senang jika teman-teman meninggalkan komentar yang baik dan sopan.
Mohon maaf komentar dengan link hidup akan saya hapus ^^.

Kumpulan Emak Blogger

HALO BALITA


Ibu-ibu Doyan Nulis


Followers

Blogger Perempuan

Blogger Perempuan

Alexa Rank

© 2016 DeKa | Powered by Blogger | Template by Enny Law