Sunday, 27 November 2016

4 Hal yang Perlu Mendapat Persetujuan Istri Saat Suami Akan Memilikinya



*SPONSORED POST

Suami-istri, meski terdiri dari dua orang yang berbeda, tetapi sejatinya mereka satu. Karena mereka punya tujuan, visi dan misi yang satu sejak akad nikah diikrarkan. Maka seharusnya mereka seiring-sejalan, tak ada rahasia lagi diantara suami-istri, saling menerima kelemahan dan kelebihan masing-masing, saling tahu dan mengerti hal-hal yang disukai ataupun dibenci. Suami-istri memang seharusnya kompak! Ehm… kalau saya dan suami sudah kompak belum, ya? Hehe… menjadi kompak diantara perbedaan-perdaan yang ada itu sulit, kawan! Tapi tetap bisa jika diusahakan :).

Nah, salah satu yang bisa diusahakan untuk kekompakan itu adalah dengan saling mengetahui barang-barang atau hal-hal yang akan dimiliki. Untuk kali ini saya mau bahas hal-hal yang perlu persetujuan istri saat suami akan memilikinya. Kenapa perlu disetujui istri? Karena, kalau istri enggak setuju, bisa jadi sumber pertengkaran, diem-dieman, atau intinya hubungan suami-istri jadi renggang. Padahal sumber masalahnya sepele, lho. Hehe. Jadi apa saja, nih, hal-hal yang dimaksud? 

Pakaian 
Biasanya saya menemani suami kalau dia lagi pengen beli baju. Dia yang milih lalu minta persetujuan saya, atau sebaliknya. Demikian juga kalau belinya secara online, kami memilih bersama. Saya yang biasanya cerewet kasih masukan ini-itu. Hihi. Soalnya, kan, nanti saya juga yang melihat penampilan suaminya untuk pertama kali. Kalau saya enggak suka, rasanya enggak rela dan enggak pede membiarkan suami keluar rumah. 
Pernah suami beli sendiri, trus sampai di rumah saya enggak suka. Duh, sepet banget lihat suami kalau lagi pakai baju itu. Jadi meski pakaian itu suami yang akan pakai, tapi sebagai istri kita merasa ikut andil atas baik buruknya penampilan suami. 

Sandal/sepatu 
Sama dengan pakaian, sepatu atau sandal juga mempengaruhi penampilan, kan? Meski kadang seleranya beda, kita bisa ambil jalan tengahnya. Misalnya dengan kriteria modelnya yang sederhana saja, enggak norak, dan lain-lain sesuai kesepakatan. Jadi suami suka, istri juga bisa menerima pilihan suami. Istri juga enggak akan malu dengan sandal/sepatu yang dipakai suaminya. 

Parfum 
Kalau yang ini urusannya lebih ke dalam. Hehe. Soalnya yang paling sering dekat dengan suami adalah istrinya. Secara umum begitu, kan? Kecuali kalau suami kerja di luar kota, ya. Nah, urusan aroma badan akibat deodoran atau semprotan parfum ini bisa bikin ngambek istri kalau aromanya enggak cocok. Seperti yang pernah saya alami. Sebel banget rasanya waktu suami pakai parfum pria yang wanginya terlalu menyengat menurut saya. Jadi pusing dan serasa mabuk gitu pas kecium aromanya. Saya ngomel-ngomel, dong. Trus bilang, lain kali kalau mau beli parfum kasih liat dulu ke saya :). 


Contoh parfum The Body Shop.


Beli parfum juga bisa online, sih. Tapi belinya di olshop terpercaya aja, biar kualitasnya terjamin. Misalnya di The Body Shop Indonesia, yang mempersembahkan produk dengan bahan baku yang alami. Alkohol yang ada di parfum itu adalah alkohol denat, yang artinya telah mengalami proses denaturasi, yaitu intinya untuk menghilangkan sifatnya yang memabukkan. Jadi fungsi alkohol denat tersebut hanya agar parfum dapat disemprotkan dan segera menguap sesaat setelah berada di kulit kita. Jadi insya Allah aman dan halal.

Potongan rambut 
Kalau sudah tua (jadi bapak maksudnya), model rambut, ya, standard aja, sih. Pokoknya rapi. Tapi ternyata saya juga pernah, lho, dibuat sebel dengan model potongan rambut suami. Masa sudah potong rambut, eh, masih kurang pendek dan jambulnya terlihat lucu. Haha, bingung mau nerangin gimana bentuknya. Yang jelas suami saya mukanya jadi terlihat aneh. Kalau sudah gitu, ya, agak malu juga kalau lagi jalan bareng keluar. 
Makanya setelah itu saya selalu pesen kalau suami mau potong rambut. Modelnya yang standard aja, seperti biasa, yang penting rapi dan enggak aneh :). Biasanya kalau potong rambut sekalian merapikan jenggot juga. Nah, dibikin rapi aja bagian itu, enggak perlu dimodel aneh-aneh juga :). 


Sepertinya hanya itu, sih, hal-hal yang perlu mendapat persetujuan istri sebelum dimiliki oleh suami. Terutama parfum pria, nih. Soalnya ngaruh banget kalau lagi jalan bareng apalagi kalau lagi di rumah (khususnya kamar, hihi..). Kalau soal hape, dompet, sikat gigi, dan printilan-printilan lain terserah suami aja, sih, menurut saya. Karena enggak berpengaruh pada penampilan suami :).



8 comments:

  1. Aku mau kalau dikasih body shop. Beneran kagak nolak

    *Kabur sebelum dijitak

    ReplyDelete
  2. Ķalau suamiku bebas aja mau pakai parfum atau baju apa mbak. Asal istrinya satu aja haha

    ReplyDelete
  3. sebagai istri yang baik tentu aja kalau mau pilih membeli sesuatu harus atas persetujuan suami :D

    salam
    http://www.fujichan.net/

    ReplyDelete
  4. Memang sih 4 hal diatas sering saya diskusikan dengan pasangan atau lebih tepatnya membiarkan dia memilihkan untuk saya.

    Secara kalau saya mah asal cocok di badan hayuk aja.

    ReplyDelete
  5. yang White Musk, favorit suami saya. Eh, sekarang anak-anak saya pun ikutan pake :D

    ReplyDelete
  6. Parfum.. Jarang banget pakai.. Muehehe.
    Setuju dg 4 hal itu 😊

    ReplyDelete
  7. Sepakaat mbaak, parfum sama potongaan rambut yang perlu banget dapet ijin. Hehehe

    ReplyDelete
  8. Wew.. Masak harus izin nih.. Suaminya protes gak mbak

    Hehehe

    ReplyDelete

Terima kasih sudah berkunjung :)
Saya akan senang jika teman-teman meninggalkan komentar yang baik dan sopan.
Mohon maaf komentar dengan link hidup akan saya hapus ^^.

Kumpulan Emak Blogger

HALO BALITA


Ibu-ibu Doyan Nulis


Herbadrink Blog Competition

Herbadrink Blog Compeition: Life Style Story with Sari Temulawak

Priceza


Blogger Perempuan

Blogger Perempuan

Followers

Alexa Rank

© 2016 DeKa | Powered by Blogger | Template by Enny Law