Sunday, 2 October 2016

Pentingnya Menstimulasi Keterampilan Sosial Anak Sejak Dini


http://www.dekamuslim.com/2016/10/pentingnya-menstimulasi-keterampilan.html



Kemarin tanggal 01 Oktober 2016, saya enjoy banget saat datang ke Royal Plaza Surabaya. Mau tahu kenapa? Karena saya bisa berkesempatan menghadiri undangan dari Sarihusada dalam press conference yang mereka selenggarakan. Press conference?? Ya, Sarihusada mengadakan konferensi media sehubungan dengan peluncuran kampanye barunya yang bertajuk “Lengkapi Nutrisinya, Jadikan Dunia Sahabatnya”

Press conference (pressconf) ini bertempat di Atrium Utama Royal Plaza Surabaya, menyatu dengan playground yang disediakan untuk anak-anak usia 1 hingga 6 tahun. Didominasi warna merah (sebagai ciri khas Sarihusada) pada pintu utama dan panggung, lokasi tampak semarak sekali dengan penataan booth-booth yang sangat menarik perhatian terutama buat anak-anak. Bagaimana tidak, playground yang ada terbagi menjadi 4 bagian utama, yaitu Dunia Safari, Dunia Samudera, Dunia Langit, dan Dunia Berkebun. Plus… ada booth Stasiun Kereta Api dan Kapal Pesiar, photo booth, booth konsultasi, dan arena permainan lainnya. Penuh permainan, deh, pokoknya. Tentu saja sangat menarik perhatian anak-anak, bukan? 







Jadi enggak heran, saat saya sampai di sana sekitar pukul 10.00 (Royal Plaza buka jam 10 pagi), tempat ini sudah mulai ramai, dan terus semakin ramai oleh anak-anak dan para orangtuanya. Sayangnya saya enggak bisa mengajak anak saya yang nomer dua yang berusia 2 tahun, Fahima, untuk ikut bermain di sana, karena saya sudah membawa si kecil Zia dalam gendongan. Bawa satu bebi aja sudah menyita waktu buat nge-tweet :D bagaimana jika harus sambil mengawasi Fahima main-main di playground? Enggak jadi menyimak pressconf mungkin, yaa… hehehe… 




Pressconf dimulai sekitar pukul 10.30. Sebelum materi inti, ada hiburan berupa tarian modern dari adik-adik TK Kertajaya Surabaya. Wuihh… adik-adik ini tampak menggemaskan sekali. Dengan pakaian yang lucu-lucu plus wajah mereka yang juga imut-imut, mereka bergerak sangat lincah mengikuti irama musik. Menghibur sekali! 

Selanjutnya ada bapak Arif Mujahidin selaku Communications Director Danone Indonesia (yang membawahi Sarihusada) yang memberikan sambutan. Beliau mengatakan, Sarihusada melalui salah satu produknya yaitu SGM Eksplor, meluncurkan kampanye barunya dengan tema “Lengkapi Nutrisinya, Jadikan Dunia Sahabatnya”. Melalui kampanye ini Sarihusada ingin menekankan pentingnya kecukupan nutrisi bagi keterampilan sosial anak. Dan dengan keterampilan sosial yang baik, diharapkan masa depan anak-anak Indonesia juga akan lebih baik lagi. 

Loh, memangnya ada hubungannya nutrisi dan keterampilan sosial anak? Yuk, baca sampai akhir :). 


Pentingnya Nutrisi Bagi Tumbuh Kembang Anak 
Pembicara pertama adalah dr. Dian Permatasari, M.Gizi, SpGK, yang merupakan seorang dokter spesialis gizi klinik. Beliau menyampaikan tentang pentingnya nutrisi bagi tumbuh kembang anak. 
“Nutrisi merupakan salah satu faktor terpenting yang mempengaruhi tumbuh kembang anak. Dengan terpenuhinya nutrisi yang tepat dan lengkap, anak akan menjadi sehat. Salah satu ciri anak yang sehat adalah mudah beradaptasi dengan lingkungannya, yang merupakan salah satu wujud dari keterampilan sosial yang dimiliki anak tersebut.” Demikian salah satu yang diungkapkan oleh dr. Dian. 

Tumbuh kembang anak mencakup fisik dan psikologisnya. Jika nutrisi yang diberikan kepadanya tepat dan lengkap, maka anak akan tumbuh sehat secara fisik dan psikis. Karena dengan tubuh (fisik) yang sehat, perkembangan psikisnya juga akan terpengaruh. Misalnya saja anak mudah sakit karena kurangnya nutrisi, maka dia juga akan mengalami kesulitan berpikir, bergaul dengan temannya, dan sebagainya. Sehingga perkembangan psikisnya juga terhambat. 

Nutrisi yang baik adalah yang menganut pada asupan nutrisi seimbang, yang mencakup protein, lemak, karbohidrat, vitamin dan mineral. Sedangkan susu juga penting sebagai asupan tambahan gizi seimbang, terutama untuk kebutuhan kalsiumnya (untuk pertumbuhan tulang dan gigi). 

Untuk memberikan nutrisi seimbang pada anak, memang kadang tidak mudah. Apalagi buat yang anaknya picky eater (pilih-pilih makanan). Maka orangtua (ibu) harus pandai-pandai saat memberi makan pada ananda. Caranya antara lain dengan memberikan makanan yang bervariasi setiap harinya, jangan paksa anak untuk makan (karena justru akan membuatnya tak suka dengan aktivitas makan), sabar menghadapi anak saat makan, dan lain-lain. 


Pentingnya Keterampilan Sosial pada Anak 
Pembicara kedua adalah seorang psikolog, yaitu Anna Surti Ariani, S.Psi., M.Psi. Beliau mengatakan, 
“Menjadi anak yang sehat merupakan landasan utama seorang anak bisa memiliki keterampilan sosial yang baik. Dengan tubuh yang sehat akibat kecukupan nutrisi yang baik, ia menjadi anak yang lebih tahan menghadapi stress, dan lebih mampu meregulasi emosinya, lebih leluasa mengeksplorasi lingkungan di sekitarnya dan menjadi anak yang supel di kemudian hari.” 

Beliau juga menyampaikan, 
“Penting bagi anak memiliki keterampilan sosial karena anak akan lebih mudah diterima oleh siapapun di lingkungannya, anak akan lebih mampu menyelesaikan masalah dengan orang lain, anak dapat mengasah berbagai keterampilan hidup yang lain, membantu mengurangi kesulitan di sekolah dan tentunya mmebuat anak lebih semangat bersekolah sehingga prestasinya lebih optimal dan secara keseluruhan anak mampu menikmati hidupnya dan merasa lebih bahagia.”

Mbak Anna menjelaskan tentang keterampilan sosial yang perlu dikuasai anak, yaitu:
  • Berteman dan bekerjasama
  • Selesaikan/damaikan pertengkaran
  • Peduli terhadap yang sakit/kekurangan
  • Marah tanpa ganggu orang lain
  • Sabar menunggu/mengantri
  • Ikut aturan

Lalu, mengapa anak perlu punya keterampilan sosial? Yaitu agar:

  • Anak lebih mudah diterima oleh siapapun
  • Anak lebih mampu menyelesaikan masalah dengan orang lain
  • Anak dapat mengasah berbagai keterampilan hidup yang lain
  • Mengurangi kesulitan di sekolah
  • Anak jadi lebih semangat bersekolah
  • Prestasi anak bisa lebih optimal
  • Anak lebih menikmati hidup, lebih bahagia

Setelah mengetahui apa saja keterampilan sosial dan alasan anak harus mempunyai keterampilan tersebut, sekarang mari kita ketahui kemampuan emosi dan sosial anak-anak sekaligus stimulasi yang harus diberikan. Untuk anak usia 1-3 tahun, kemampuan emosi dan sosialnya adalah sebagai berikut:
  • Paham dirinya perempuan/laki-laki
  • Bisa bermain bersebelahan
  • Tidak banyak bicara satu sama lain
  • Kadang saling meniru
  • Masih sulit berbagi
  • Mungkin memukul ketika marah tanpa sadar apa akibatnya
  • Kadang takut dengan orang lain
  • Senang memilih dan mengatur

Stimulasi yang diberikan:
  • Sensitif pada kebutuhan anak
  • Ajari bicara dan ungkapkan pikirannya
  • Perbanyak bertemu anak seusia
  • Jangan paksa bergaul
  • Ajak anak mengamati orang lain
  • Tegas apabila anak memukul orang lain

Sedangkan kemampuan emosi dan sosial anak usia 4-6 tahun:
  • Paham bedanya jujur dengan bohong
  • Bersikap baik karena takut dihukum
  • Lebih bisa mengontrol diri, tidak meledak-ledak
  • Senang humor dan imajinasi
  • Paham apa yang dirasakan teman
  • Berusaha menyenangkan orang lain
  • Bisa bergiliran dan bekerjasama
  • Lebih suka main dengan teman daripada orangtua

Stimulasi yang hendaknya diberikan:
  • Beri banyak kesempatan bermain dengan teman-teman seusia
  • Beri petunjuk cara selesaikan pertengkaran, tapi biarkan ia mencoba sendiri
  • Buat drama-dramaan di rumah untuk ajarkan etiket dan cara bergaul
  • Ajari anak mengantri, bergiliran, berbagi, bertukar, dll.
  • Ajak teman main ke rumah, atau anak main ke rumah teman
  • Tegas terhadap kekerasan dalam bermain (memukul, merebut, mengajak menjauhi teman, dll).

Dalam masa tumbuh kembang anak, terdapat lima hal penting dan harus selaras untuk diperhatikan para orangtua, yaitu aspek motorik, kognitif, bahasa, emosi dan keterampilan sosial. Keterampilan sosial menjadi sangat penting bagi anak karena dengan memiliki keterampilan sosial, anak mampu bekerjasama dengan orang lain, memiliki rasa percaya diri, sehingga mampu menempatkan dirinya pada lingkungan yang tepat. Maka anak harus terus distimulasi sejak dini, agar tumbuh kembangnya dapat berjalan secara optimal. Termasuk keterampilan sosialnya.

Sesi selanjutnya, ada mbak Talitha Andini Prameswari sebagai Assistant Brand Manager SGM Eksplor yang menyampaikan tentang kampanye terbaru SGM Eksplor, "Lengkapi Nutrisinya, Jadikan Dunia Sahabatnya." Beliau mengatakan, 
"Keterampilan sosial pada anak sangatlah penting, dan kami meluncurkan kampanye ini sebagai salah satu bentuk dukungan kami kepada para bunda di seluruh Indonesia untuk bisa memberikan produk susu pertumbuhan yang bernutrisi baik, sehingga membantu mendukung anak untuk tumbuh optimal dan mampu memiliki keterampilan sosial yang baik pula."

SGM Eksplor menjawab kebutuhan para bunda untuk mencukupi kebutuhan gizi ananda. Dalam sesinya, mbak Talitha memutarkan video tentang aspirasi para bunda di Indonesia terhadap tumbuh kembang anak-anaknya. Kebanyakan dari para bunda mengharapkan anak-anaknya menjadi pemberani, mudah bergaul, supel, sehingga kelak lebih mudah diterima dalam masyarakat dan berujung pada kesuksesan masa depan mereka. 

SGM Eksplor menjawab berbagai aspirasi bunda tersebut melalui kampanye di atas, "Lengkapi Nutrisinya, Jadikan Dunia Sahabatnya". Salah satu bentuk kampanye yang dilakukan adalah melalui acara "Dunia Sahabat SGM Eksplor" yang digelar di Royal Plaza Surabaya mulai tanggal 30 September hingga 02 Oktober 2016. Melalui berbagai wahana permainan yang dihadirkan, ada edukasi yang terkait dengan usaha menumbuhkan keterampilan sosial anak yang baik. Permainan-permainan yang ada ditujukan untuk melatih keterampilan sosial si kecil.


Ada penjelasan seperti ini di tiap booth permainan. Sehingga orangtua dapat mengarahkan anak dan mendapat pengetahuan dari setiap permainan.


Dari uraian 2 narasumber dan penjelasan dari pihak SGM Eksplor di atas, kiranya sudah jelas, ya, hubungan antara nutrisi dengan keterampilan sosial anak? Baik dr. Dian maupun mbak Anna sepakat bahwa, memang tidak ada hubungan yang spesifik nutrisi A akan berpengaruh pada keterampilan sosial anak. Tetapi keseluruhan nutrisi yang masuk ke dalam tubuh anak akan berpengaruh pada keterampilan sosial anak. Seperti yang telah disinggung di atas, jika anak tercukupi nutrisinya dengan baik dan lengkap, maka anak akan menjadi sehat. Lalu jika anak sehat, keterampilan sosialnya juga akan terpengaruh.

Contohnya jika anak sehat, dia mampu menjalani aktivitas di sekolah dengan baik, dan sepulang sekolah pun dia masih fit untuk bermain dan belajar di rumah. Dia masih mempunyai kondisi yang bagus untuk bergaul dengan teman-teman maupun orang lain di lingkungannya. Kondisi fisiknya yang sehat mampu untuk mengendalikan emosinya dalam bersosialisasi (tidak mudah marah, mau mengantri, dan lain-lain).


Empat playground utama.
Dunia Safari ini menarik sekaliiii :).


Nah, seru sekali, ya, acara yang diselenggarakan oleh SGM Eksplor ini. Jadi Pentingnya Menstimulasi Keterampilan Sosial Anak Sejak Dini  memang harus diperhatikan. Untuk yang di Surabaya, acara ini memang sudah selesai malam ini. Tetapi jangan khawatir, akan ada acara serupa di kota-kota lain. Yaitu di Yogyakarta (4-6 November), Medan (25-27 November), Jakarta (2-4 Desember), dan Makassar (27-29 Januari 2017). Oiya, selain itu di Facebook Fanpage Aku Anak SGM juga ada kompetisi foto buat para bunda, lho. Periode kuisnya tanggal 1-28 Oktober 2016. Untuk informasi selengkapnya bisa kunjungi Facebook Fanpage Aku Anak SGM, ya :).



20 comments:

  1. Wiksss, ibu hebaaat!
    Udah kelar aja nih tulisannya hihihi.

    Acaranya FULL manfaat ya mbaaa... Senaaaaang ketemu mbak Diah, walo maappp tasnya hampir aja keangkut dirikuuuh :)

    bukanbocahbiasa(dot)com

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah Mbak.. lagi gak ada DL tulisan lain soalnya :)
      Yap, full manfaat. Sampai-sampai keasyikan dan lupa bawa tasnya siapa. Haha.. santai aja Mbak :D

      Delete
  2. Acaranya kerennn, talkshownya mantapppp.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Mbak. Alhamdulillah bisa hadir di sana :)

      Delete
  3. Kemarin Salfa juga benar-benar menikmati Dunia Sahabat GSM sampe2 ketiduran...
    Mba Deka ga bawa kakaknya si bungsu ya kemarin ?

    ReplyDelete
    Replies
    1. SGM,Mbak.. hihihi...
      Iya gak bawa si kakak kemarin, soalnya suami cuma nganter aja. Lha rempong dong kalo saya bawa satu bebi plus anak 2 taun :D

      Delete
  4. Seru ya acaranya Mba'... :)
    Aku juga dapet undangannya, tapi nggak bisa datang, :(
    Anakku emang agak sulit berbagi, terutama mainan punyanya, semoga nggak berlangsung lama dan segera mau berbagi.. :)
    Nice sharing Mba'.. :)

    ReplyDelete
  5. Aku nunggu yang di jakarta... ^_^

    ReplyDelete
  6. Kalau mengajak bermain ke teman sebayanya suka ga sempet Bun, pergi pagi pulang udah sore hampir magrib, cuma Minggu itu memang berkurang sekali waktu bermainnya

    ReplyDelete
  7. Dulu waktu anak2 sy msh TK saya suka bikin drama2an di rmh. Drama pergi ke pasar, main sekolah2an. Anak2 suka, bhkan kadang mrk ajak juga teman2 dekat rmh. Ish, jadi kangen masa2 mereka kecil...

    ReplyDelete
  8. Sungguh.. luar biasa, salam salute, ⓢ⒠ⓜ⒜ⓝ⒢ⓐ⒯ ♡ yaa мϐä - smg ananda2 kita sentiasa terlengkapi gizinya.., jasmani - rohani - dan iman nya, Aamiin YRA.... 😇

    ReplyDelete
  9. Tulisannya lengkap dan panjang lebar. Keren. Jadi tahu bagaimana stimulasi anak sejak dini :)

    ReplyDelete
  10. waah.. bgs mbak tulisannya... slm kenal ya.. #sy yg kmrn mbak..msh ingat ga yaa.. нĭ°°~нĭ°°~нĭ ~°°нĭ~°°

    ReplyDelete
  11. Aku setuju anak hrs pny keterampilan sosial. Krn skrg uda byk anak yg tdk pny keterampilan sosial yg di kemudian hari kurang sopan santunnya

    ReplyDelete
  12. Wuih lengkap, makasih sharingnya mba :)

    ReplyDelete
  13. seru banget ya, Mbak. AAnak- anak memang perlu memiliki ketrampilan sosial ya,

    ReplyDelete
  14. Haha, kapan-kapan ajak Fahima juga bakal seru tuh bunda.
    Kunjungan balik ya.

    ReplyDelete
  15. wahhh, ulasannya lengkap banget Mba Diah :)
    saya juga setuju banget, anak-anak memang seharusnya memiliki keterampilan sosial :)

    ReplyDelete
  16. kemampuan emosi dan sosial untuk anak 3 tahun sama persis kayak anak saya :D memang anak harus memiliki keterampilan sosial :)

    ReplyDelete
  17. wah pasti anaknya seneng banget ya bunda, bvisa belajar sambil bermain gitu, mantap deh patutu untuk ditiru

    ReplyDelete

Terima kasih sudah berkunjung :)
Saya akan senang jika teman-teman meninggalkan komentar yang baik dan sopan.
Mohon maaf komentar dengan link hidup akan saya hapus ^^.

Kumpulan Emak Blogger

HALO BALITA


Ibu-ibu Doyan Nulis


Followers

Blogger Perempuan

Blogger Perempuan

Alexa Rank

© 2016 DeKa | Powered by Blogger | Template by Enny Law