Wednesday, 14 September 2016

Makeup untuk Menyesuaikan Diri



http://www.dekamuslim.com/2016/09/makeup-untuk-menyesuaikan-diri.html



Percakapan antara saya dan suami pada suatu petang… 
“Mi, ini malem Jumat, ya?” 
“Iyaa. Emang kenapa?” 
“Pantesan….” 
“Pantesan kenapa??” 
“Itu, lho. Aku tadi, kan, dari tokonya mbak A. Tumben mbak A tadi dandannya menor banget. Aku malah gimanaaa gitu liatnya. Eneg.” 
“Hihihi… Masa, sih, Bi? Tapi mbak A itu udah cantik, lho, orangnya. Masa kalo dandan malah bikin eneg mata?” 
“Iya, sih. Tapi tadi dia keterlaluan banget dandannya. Menyolok banget pokoknya. Ya, kalau di hadapan suaminya sendiri, sih, gak apa-apa. Lha ini, aku kok malah gak suka liatnya.” 

*** 

Bicara tentang makeup, ternyata tidak semua laki-laki suka perempuan ber-makeup, terutama makeup yang tebal. Suami saya terkesan sangat tidak suka dengan tetangga kami yang bermakeup menyolok seperti cerita di atas. Bahkan setelah kejadian itu, suami saya ogah membeli segala sesuatu ke toko mbak A. Dia mau ke sana kalau sudah sangat kepepet saja. Tampaknya dia trauma melihat pemandangan “aneh” itu. Hehehe… 

Bicara tentang makeup, memang berbicara mengenai selera masing-masing orang, sih. Ada perempuan yang suka memakai makeup ke manapun dan di manapun berada, baik di rumah maupun saat bepergian (ke kantor dan sebagainya). Ada yang ber-makeup saat bepergian saja. Namun ada pula yang enggak suka ber-makeup. Pakai makeup kalau kepepet saja, misal ke acara-acara resmi seperti resepsi pernikahan, itupun dengan makeup yang “seadanya”. 

Bicara tentang makeup, apa sih sebenarnya arti atau makna makeup itu? Makeup itu bahasa Inggris yang kalau ditranslate artinya “rias”. Sedangkan “rias” sendiri menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia artinya hias (berhias diri atau berdandan). Di sini maksudnya menghias wajah supaya terlihat lebih baik atau lebih cantik, yang tentunya menggunakan alat-alat tertentu untuk kepentingan itu. Alat-alat makeup banyak sekali jenisnya. Apalagi jaman sekarang, peralatan makeup semakin bervariasi. Misalnya saja, warna lipstik sudah sangat beragam dengan perbedaan satu sama lain yang mungkin bagi orang awam hampir tak ada bedanya (maaf bahasanya mbulet :D). 


Bagi Saya, Makeup Itu...
Bicara tentang makeup, cakupannya memang sangat luas. Mau dari segi perkembangan makeup masa kini, dari segi keperluan makeup, dari segi agama, atau yang lain? Blogpost ini memang tercipta karena untuk menanggapi tulisan mak Lia Harahap di web KEB (Kumpulan Emak-emak Blogger) yang berjudul “Berani No Makeup?” Jadi, saya akan melanjutkan tulisan ini tentang perlu enggak sih makeup BUAT SAYA? Saya berani tampil no makeup enggak, sih? Seputar itu saja, ya :). So, berikut inilah arti pentingnya makeup buat saya. 

Saya, sejak kecil hingga sekarang sangat jarang bersentuhan dengan makeup. Bisa dihitung, sih, berapa kali wajah saya dirias “medok merok”, hahaha… tak sampai jumlah jari sebelah tangan! Ya, pertama kali wajah saya dimakeup adalah ketika malam 17 Agustus saat saya masih SD. Perlu dimakeup karena saya dan teman-teman akan tampil untuk menyanyikan lagu Kemerdekaan di atas panggung. Lalu yang kedua, saat acara pernikahan saya, baik saat di rumah sendiri maupun saat di rumah suami. Pada acara-acara tersebut, wajah saya dirias secara “sempurna”. Dibersihkan, dikasih pelembab, dibedakin, pipi dikasih blush on, bibir pakai lipstik, dan lain-lain (yang saya enggak paham semuanya apa namanya :D). Ya, hanya pada acara-acara yang saya sebut itu wajah saya dimakeup! Selebihnya, makeup saya hanya pakai pelembab dan bedak. Lipstik? Paling cuma pas di depan suami :) *ups! 

So, menanggapi tulisan mak Lia, apakah saya berani no makeup? Sampai di sini, sudah jelas lah ya, jawabannya? Berani banget! Lhah, emang saya seringnya enggak pakai makeup, hehehe... Saya baru akan memakai makeup pada saat-saat tertentu. Misalnya, nih, pada acara resepsi pernikahan, acara seminar, acara blogger (yang mempertemukan blogger dengan pihak-pihak yang akan bekerjasama), dan acara-acara sejenis yang mengharuskan saya bertemu dengan banyak orang dalam acara formal.

Tapi jangan kaget, makeup saya mungkin jauh dari arti makeup yang sebenarnya. Karena biasanya saya hanya memakai pelembab dan bedak. Itu saya gunakan untuk melindungi wajah saya agar tidak kelihatan kusam. Nah, apakah saya pe-de dengan dandanan seperti itu? Saya justru akan sangat tidak pe-de jika harus bermakeup secara lengkap (dengan lipstik, blush on, maskara, de el el...), hehehe... Karena saya sudah terbiasa enggak bermakeup.


Makeup untuk Menyesuaikan Diri
Menurut saya, makeup memang perlu jika memang diperlukan. Kadar "jika memang diperlukan" bagi tiap orang juga berbeda. Saya perlu bermakeup hanya jika dalam suasana formal, untuk mengimbangi orang lain yang hadir dalam acara-acara tersebut. Biasanya orang (dalam hal ini tentu saja perempuan) akan tampil lebih cantik pada acara formal dengan bermakeup, maka saya juga akan malu jika wajah saya terlihat kusam. Maka saya pun merasa perlu tampil bersih, rapi, dan sedikit bermakeup. Lain halnya jika ke pasar, misalnya. Saya tak perlu bermakeup karena di pasar kebanyakan orang juga tampil biasa saja. Tampil bersih dan rapi bagi saya sudah cukup saat pergi ke tempat-tempat seperti pasar dan sejenisnya.

Artinya, saya bermakeup atau enggak sekadar untuk menyesuaikan diri, mengimbangi penampilan orang lain. Penyesuain diri saya pun tak harus sama dengan orang lain (yang mungkin tampil dengan makeup tebal atau bahkan "menor"). Cukup seperlunya saja, agar wajah saya tak kusut-kusut amat :). Karena sesungguhnya, saya tak ingin tampil menonjol dengan bermakeup, sehingga bisa menimbulkan daya tarik bagi lawan jenis. Karena saya seorang muslimah, yang harus bisa menjaga diri agar tidak tabarruj (berlebihan dalam menampakkan perhiasan dan kecantikan). 

Sebagai pengingat diri sendiri, dan mungkin juga bagi teman-teman, saya akan mengingat beberapa firman Allah subhanahu wa ta'ala berikut ini:

“Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah setiap (memasuki) masjid. Makan dan minumlah, tapi janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan” (QS. Al-A‘raaf: 31).
“Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang jahiliyah yang dahulu …” (QS. Al-Ahzaab: 33).

“Katakanlah kepada wanita yang beriman, ‘Hendaklah mereka menahan pandangannya dan menjaga kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya kecuali yang biasa nampak padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali kepada suami mereka atau ayah mereka atau ayah suami mereka atau putra-putra mereka atau putra-putra suami mereka atau saudara-saudara lelaki mereka atau putra-putra saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita mereka, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita.’” (QS. An-Nuur: 31).

Semoga, saya bisa menjaga diri sebagai seorang muslimah yang masih terus belajar untuk menjadi shalihah. Makeup, hanya saya gunakan untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan, secara tidak berlebihan. Oiya, kalau terlalu berlebihan, salah-salah malah bikin orang lain eneg melihatnya, seperti kasus suami saya di atas :D.




*Tulisan ini untuk Collaborative Blogging Kumpulan Emak-emak Blogger


19 comments:

  1. Terima kasih Mak sudah berpartisipasi. Kuncinya adalah tidak berlebihan ya. Saya juga setuju :)

    ReplyDelete
  2. Sama kita mak, gak suka make up. Paling heboh make upnya waktu merit aja xixixi

    ReplyDelete
  3. Saya setuju dengan isi postingan ini. Meskipun saya suka bermake up, tapi memang benar adanya sih. Menyesuaikan kondisi dan tempat :)

    ReplyDelete
  4. Saya juga lebih sering tanpa make up, tapi kalau situasinya mengharuskan bermake up yo pakai juga hehe. Setuju, yang penting sesuai kondisi dan tempatnya ya Mbak :D

    ReplyDelete
  5. karena saya kerja kantoran, maka mau tak mau harus memakai make up Mba Diah, walau yang saya pakai itu juga belum dikatakan lengkap (hanya bedak, pensil alis, lipstik dan eye liner, hehe). intinya sih saya memakai make up agar enak dipandang dan percaya diri saat berhadapan dengan konsumen, untuk menjaga citra perusahaan juga soalnya :) :)

    ReplyDelete
  6. Medok merok hahaha... aku pakek bedak kalo mau kerja atau pergi...di rumah polosan...padahal seharusnya di rumah macak utk suami ya mbak

    ReplyDelete
  7. makeup harian ku cuma bedak dan lipstik... kalo ydah pudar kena angin.. kena makanan..kena debu.. yo wes.. jarang n malas buat moles lagi.. ujung2nya no makeup..

    ReplyDelete
  8. iyah kadang klo lihat dandann menor malah aneh kelihatannya

    ReplyDelete
  9. Kalau saya dandan medok merok pas nikah aja Mbak. eh, pernah ding, pas jadi terima tamu manten :D
    Biasanya kalau udah dandan gitu, mau hapus eman-eman, Mbak. Udah dilipstiki tebal-tebal, dihapus.

    ReplyDelete
  10. Betul Mak, dandan sebaiknya menyesuaikan kebutuhan. Karena gak bisa dandan, kalau ada acara resmi, maksimal saya dandan bedak sama lipstik yang agak ditebalin dikit hehe

    ReplyDelete
  11. hehehehe iya teh sebaiknya make up menyesuaikan kebutuhan saja. Sebaiknya gunakan make up dengan warna-warna nude agar wajah tetap nampak fresh

    ReplyDelete
  12. kalo keluar tanpa pake make up sedikitpun, aku mungkin ga mau mbak.. bukannya ga PD ya.. Ga mau krn, aku wajib pake at least pelembab ama bedak.. supaya kulit setidaknya terlindung dari sinar matahari dan debu, jd ga kena lgs ke muka... Kkalo buatku pelembab termasuk kosmetik sih ya... :)

    kalo yg bener2 ga pake make up ,di dalam rumahpun aku slalu pake pelembab ato serum, ato night cream kalo malam.. ga pernah absen kalo itu :D.. tp makeup/kosmetik seperti mascara, bedak, eye liner, ya ga dipake :D... jd sama sih sbnrnya, ga mau menor, tp harus tetep pake ;)

    ReplyDelete
  13. Suami saya masuk tipe yg gak suka istrinya dandan berlebihan mba. Dulu malah ga boleh saya berlipstik... skg sih udh lumayan bolehin :))

    ReplyDelete
  14. Saya malah nggak suka dandan, suami saya malah seneng kalau liat saya nggak dandan katanya kayak anak2, waaah awet muda atuh hahah

    ReplyDelete
  15. Sesekali sih saya suka juga tampil beda, berdandan lebih dari biasanya. Sayangnya suami dan anak-anak suka protes. Ya udah deh, yang penting bersih dan wangi aja

    ReplyDelete
  16. dandan sih boleh2 aja, asal yg wajar, dan alangkah baiknya tanyakan org lain utk menilai, karena sebenarnya yg menilai bagus atau tidaknya, serta pantas atau tidaknya yaitu org lain. Terkecuali dandan hanya utk suami sendiri.

    ReplyDelete
  17. Mm.. saya tadi mau komen apa ya.. sampai lupa.. hehe

    Intinya kalau mau make up yang sewajarnya saja, menyesuaikan, menyesuaikan dengan kenyamana kita, keadaan dan yang paling penting pemintaan suami. ^^

    ReplyDelete
  18. Sama kayak suami saya, gak suka trend make up perempuan modern.
    Menurutnya saya selalu cantik tanpa make up pun, belum mandi pun.
    #Eaaaa

    ReplyDelete
  19. Keren Mak, make up untuk menyesuaikan diri. Ini perlu banget dong yah. Intinya tergantung dari niat juga dalam bermake up nya :)
    Saya makeup nya moodyan, tp itu juga yg saya sebut makeup adalah klo udh make eyeliner, eyeshadow, pensil alis. Klo sehari2 mah wajibnya cuma sunblock ajah. Lipstik jarang, lbh suka pake lipgloss :D

    ReplyDelete

Terima kasih sudah berkunjung :)
Saya akan senang jika teman-teman meninggalkan komentar yang baik dan sopan.
Mohon maaf komentar dengan link hidup akan saya hapus ^^.

Kumpulan Emak Blogger

HALO BALITA


Ibu-ibu Doyan Nulis


Followers

Blogger Perempuan

Blogger Perempuan

Alexa Rank

© 2016 DeKa | Powered by Blogger | Template by Enny Law