Saturday, 30 July 2016

Ujian dan Amanah, Jadikan Lebaranku di Tahun 2016 Lebih Berwarna


http://www.dekamuslim.com/2016/07/ujian-dan-amanah-jadikan-lebaranku-di.html



“Lebaran sebentar lagi… lebaran sebentar lagi…” 

Lagu khas menjelang Hari Raya Idul Fitri itu selalu terngiang-ngiang di telinga. Pastinya setiap muslim gembira dong, ya, jika Hari Raya Idul Fitri atau kita biasa menyebutnya “lebaran” itu sudah di depan mata. Hari yang ditunggu-tunggu akan segera tiba! Sudah terbayang keceriaan di hari itu. Kebahagiaan bertemu orang-orang tercinta, dan melihat senyum-senyum mereka. Ah, yang seperti itu mungkin hanya kita rasakan setahun sekali. Karena banyak saudara yang terpisah jauh tempat tinggalnya, dan hanya bisa bertemu saat lebaran. 

Saat lebaran, saya bersama keluarga biasanya mudik ke kampung halaman suami. Sebelum mudik, kami berkunjung dulu ke rumah saudara dan karib kerabat di sekitar tempat tinggal, yaitu di Sidoarjo dan Surabaya. Karena memang cukup banyak juga saudara dan karib kerabat kami yang tinggal di kedua kota itu. Jadi, saat lebaran kami selalu berkeliling melakukan silaturahmi, baik ke rumah saudara maupun karib kerabat, baik di tempat tinggal maupun di kampung halaman. 

Tetapi, lebaran tahun 2016 ini lain daripada lebaran-lebaran sebelumnya. Ada dua peristiwa penting yang terjadi di rumah kami, yang menyebabkan suasana lebaran menjadi berbeda. Sejak Ramadhan, “lebaran sebentar lagi” sudah terasa lain. Kami sekeluarga pun sudah bersiap-siap menghadapi lebaran yang berbeda itu dengan segala persiapan yang kami mampu. Ya, kami sekeluarga akan berlebaran di rumah saja! Tak ada rencana akan bepergian jauh ke manapun. Apa sebabnya? 

Peristiwa pertama, pada pertengahan Ramadhan bapak saya harus menjalani operasi kaki karena suatu kecelakaan kerja yang dialaminya di rumah (saya, suami, dan anak-anak tinggal serumah bersama bapak dan ibu saya). Dengan adanya peristiwa itu, kami (saya, suami dan anak-anak) tak akan tega seandainya harus mudik ke kampung halaman suami. Bapak ibu pun tak bisa bepergian ke mana-mana. Biasanya, mereka menghabiskan lebaran di rumah kakak saya di Jakarta atau pulang kampung ke Solo, bertemu saudara-saudara di sana. Namun kali ini, dengan adanya musibah itu, kami cukup di rumah saja. 

Alasan kedua mengapa tak ada rencana bepergian jauh pada saat lebaran, karena saat itu saya tengah hamil tua. Bahkan, HPL (Hari Perkiraan Lahir) anak yang saya kandung adalah tanggal 08 Juli 2016. Itu artinya H+3 lebaran. Dengan kondisi seperti itu, mana berani saya bepergian jauh pada saat lebaran?? Maka, dengan dua alasan itu, kami mempersiapkan segala sesuatunya untuk berlebaran di rumah saja. Saudara-saudara pun sudah tahu dengan keadaan kami. Sehingga keluarga di kampung sudah maklum jika lebaran tahun ini kami tidak pulang kampung. Saudara-saudara di dekat tempat tinggal pun maklum jika kami tak bisa bersilaturahmi, karena demikianlah kondisi kami saat itu. 


Sakit Tak Berarti Harus Bersedih 
Adanya peristiwa yang menimpa bapak saya, tidak serta merta membuat kelurga kami bersedih. Karena di dalam setiap peristiwa pasti ada hikmahnya, bukan? Salah satu hikmah dari kejadian tersebut, rumah kami malah selalu ramai. Beberapa hari sebelum lebaran, suasananya bahkan sudah seperti lebaran. Banyak saudara dan kerabat yang datang ke rumah menjenguk bapak. Banyak dari mereka yang datang secara bersamaan, sehingga rumah kami terasa penuh. Di keluarga kami, kalau sudah berkumpul pasti ada canda tawa, meskipun sebenarnya sedang mengunjungi orang sakit. Tak ayal, rumah kami pun riuh oleh obrolan dan candaan kami. Dengan begitu, bapak dan kami sekeluarga pun merasa terhibur oleh kedatangan tamu-tamu istimewa itu. Suasana sedih tak terlihat, tetapi malah berganti keceriaan. 


Masih Ramadhan, jadi tak ada camilan dan atau minuman :).


Keceriaan itu berlangsung hingga lebaran tiba. Para tamu berdatangan, baik untuk bersilaturahmi maupun untuk menjenguk bapak. Bahkan saudara-saudara yang sebelumnya sudah menjenguk bapak, ada yang kembali bersilaturahmi ke rumah kami. Ada yang berkunjung sampai 3 kali, dan menjadi bahan candaan yang seru. Sudah menjadi kebiasaan, kalau saudara-saudara ke rumah, pasti ibu dan saya selalu masak-masak. Banyak saudara yang suka dengan masakan ibu. Sehingga saudara-saudara senang jika berkunjung ke rumah. Apalagi di saat lebaran, menu masakan ibu pun bertambah jenisnya. Mereka pun bertambah betah di rumah :). 



Suasana lebaran di rumah. Yang penting rame :D.


Hadirnya Anggota Baru Keluarga Menambah Kebahagiaan 
Ketika berkunjung menjenguk bapak, banyak saudara yang menanyakan kapan saya akan menjalani persalinan? Saya katakan, insya Allah besok pada saat lebaran. Banyak yang kaget, karena mereka melihat perut saya masih kecil :) (karena saya kurus maka banyak yang tak tahu tentang kehamilan saya :) ). Dalam hati saya pun berharap, semoga persalinan saya tidak merepotkan orang rumah. Banyaknya sanak saudara yang berkunjung ke rumah sudah pasti juga membuat ibu kerepotan jika tak ada yang membantunya di dapur. Saya pun berdoa semoga persalinan saya lancar, sehingga tidak menambah repot orang rumah. 


Baby Zia, anggota baru keluarga kami :).


Alhamdulillah, prediksi dokter ternyata tidak meleset. Tepat tanggal 08 Juli 2016, hari ketiga lebaran, saya melahirkan seorang putri cantik. Prosesnya pun terbilang sangat lancar. Tak ada satu jam sejak saya tiba di Rumah Sakit, bayi mungil saya sudah terlahir. Saya pun segera pulang ke rumah setelah menginap semalam di Rumah Sakit. Bahagia kami tak terkira. Allah telah memberi hadiah kepada saya juga keluarga kami di hari nan fitri. Amanah baru bagi saya dan suami itu diberikan-Nya dengan segala kemudahan dan di saat yang indah. Masih dalam suasana lebaran, pada saat masih banyak tamu yang berdatangan, dan hadiah untuk bapak-ibu kami yang sedang tertimpa musibah. 


Hari ketiga setelah bebi Zia lahir, saudara berkumpul lagi... :).


Lebaran tahun 2016 ini memang berbeda. Namun, perbedaannya bukan membuat warna lebaran menjadi buram. Justru sebaliknya, lebaran kali ini menjadi lebih berwarna. Adanya ujian sakit yang diderita bapak dan lahirnya anak ketiga saya, memberikan banyak hikmah bagi kami sekeluarga. Setidaknya, dengan dua peristiwa itu, keluarga kami justru bisa berkumpul secara lebih lengkap daripada lebaran-lebaran sebelumnya. Rumah kami selalu ramai. Bahkan, keriuhan di rumah kami berlanjut hingga acara aqiqah anak saya di hari ketujuh kelahirannya. Saudara dan karib kerabat kembali berdatangan. Sungguh membahagiakan.

Begitulah cerita keseruan lebaran saya di tahun 2016 ini. Ngomong-ngomong soal keseruan, saya juga punya info seru, nih. Besok pada tanggal 07 Agustus 2016 – 08 Agustus 2016 bertempat di Masjid Agung Sunda Kelapa, Menteng, Jakarta Pusat akan ada event seru dari Diaryhijaber.com yaitu Hari Hijaber Nasional. Akan ada fashion show, talkshow, tausiyah, beberapa lomba, juga ada bazar di sana. Pengisi acaranya pun keren-keren. Nah, jika teman-teman ada waktu dan kesempatan, jangan sampai melewatkan event ini, yaa. Inget-inget tanggalnya. Kalau perlu, save banner yang saya sertakan di bawah ini, biar enggak lupa :) .




7 comments:

  1. dibalik keceriaan menyambut lebaran, namun ada ujian.dan dibalik ujian ada kebahagiaan yg lain hadir ya mba... selamat atas kelahiran anaknya. dan ikut berduka atas sakitnya bapak. semoga sudah sembuh ya mba....

    ReplyDelete
  2. Selamat ya mbak atas kelahiran babynya. untuk bapaknya semoga lekas sembuh...

    ReplyDelete
  3. Welcome to the wild world baby zia.. semoga jd anak solehah..
    Andai di jkt pgn deh ikut event nya

    ReplyDelete
  4. Selamat ya Mba, atas kelahiran Baby Zia. Wah, pasti bahagianya berlipat-lipat.

    ReplyDelete
  5. Selamat ya Mba! ^_^
    Selalu ada hikmah di balik semua peristiwa..

    ReplyDelete
  6. selamat atas kelahiran baby-nya Mba Diah, baby-nya cantik :*
    dan buat ayahanda Mba Diah, semoga segera diberi kesembuhan, amin..

    ReplyDelete
  7. Woh aaaa, selamat atas kehadiaran anggota barunya ya, Mbak

    ReplyDelete

Terima kasih sudah berkunjung :)
Saya akan senang jika teman-teman meninggalkan komentar yang baik dan sopan.
Mohon maaf komentar dengan link hidup akan saya hapus ^^.

Kumpulan Emak Blogger

HALO BALITA


Ibu-ibu Doyan Nulis


Followers

Blogger Perempuan

Blogger Perempuan

Alexa Rank

© 2016 DeKa | Powered by Blogger | Template by Enny Law