Monday, 15 February 2016

Mass Market Sahabat Kita Semua



http://www.dekamuslim.com/2016/02/mass-market-sahabat-kita-semua.html



Saya pernah membaca sebuah status Facebook seorang teman. Katanya, “Kerja tuh pake otak, jangan pake otot.” Maksudnya, bekerja dengan mengandalkan otak yang cerdas lebih baik daripada bekerja yang mengandalkan kekuatan otot. Dengan intelektualitas yang tinggi, kita dapat bekerja dengan lebih nyaman, tanpa perlu terlalu capek fisik akibat banting tulang dalam arti sebenarnya.

Saya maklum karena pekerjaan teman saya itu memang di kantor. Cukup dengan duduk-duduk atau sesekali terjun ke lapangan tapi tidak mengeluarkan tenaga ekstra sudah mendapat gaji yang cukup. Memang, sih, pekerjaan seperti itu mungkin banyak didamba oleh sebagian orang. Pekerjaan yang mengandalkan kecerdasan otak. Tapi, apakah itu berarti pekerjaan dengan “mengandalkan otot” menjadi pekerjaan buruk yang bukan merupakan pilihan cerdas? 

Saya prihatin. Mengapa masih ada orang yang berpikiran demikian, mencibir pilihan pekerjaan orang lain yang mengandalkan otot. Apakah orang-orang seperti ini tak pernah terbantu hidupnya berkat tangan-tangan “si pekerja dengan otot”? Coba banyangkan, seandainya tak ada petani yang menggarap sawah, darimana kita semua makan nasi? Bayangkan jika tak ada petugas-petugas kebersihan, siapa yang akan membersihkan jalanan kota dari sampah-sampah? Jika tak ada tukang bengkel yang rela berkotor-kotor badannya dengan oli, ke mana kita akan men-servis kendaraan kita jika sedang rusak?

Apakah semua akan dikerjakan oleh mesin atau robot hasil kreasi otak-otak cerdas manusia? Di zaman sekarang, hal itu masih mustahil terjadi. Entahlah kalau berpuluh-puluh tahun ke depan. Peran manusia yang mengandalkan ototnya dalam bekerja, tak dapat dipungkiri masih sangat dibutuhkan dalam kehidupan kita saat ini. Meski telah banyak penemuan baru akan berbagai mesin atau robot dalam membantu kehidupan kita, namun tetap banyak manusia yang dibutuhkan dalam pengoperasiannya.



Mbak Rah, salah satu mass market sahabat saya.


Di sekitar kita, banyak mass market yang merupakan pelaku usaha mikro dan kecil. Ada tukang sayur keliling, penjual air keliling, pejahit, tukang bengkel, tukang reparasi barang-barang elektronik, dan sebagainya. Sebagian besar dari mereka memang bekerja dengan mengandalkan otot, tapi bukan berarti mereka bekerja tanpa menggunakan otak, kan? Dan tak dapat dipungkiri, peran mereka sangat berarti dalam keseharian hidup kita.

Seperti juga mbak tukang sayur yang setiap hari lewat di depan rumah saya. Orang-orang kampung termasuk saya biasa memanggilnya mbak Rah. Kami, terutama saya sendiri, sangat terbantu akan kehadiran mbak Rah tiap pagi di depan rumah. Mbak Rah membantu saya dalam memenuhi kebutuhan akan sayur mayur untuk membuat menu masakan setiap hari. 

Alhamdulillah saya tak pernah berpikir untuk meremehkan pekerjaannya yang termasuk pekerjaan berat itu. Bagaimana enggak berat? Dia setiap hari harus bangun sekitar pukul 03.00 pagi untuk ke pasar membeli sayur-mayur yang akan dijual kembali. Di pasar tidak semua barang dagangan bisa langsung ambil. Ada yang harus ditunggu dulu, ada juga yang harus mempersiapkan sendiri (seperti mengikat sayur, membungkus ikan, dan lain-lain). Kemudian selepas shubuh dia mulai membawa dagangannya keliling kampung dengan sepeda motor. 

Dia berkeliling kampung sampai sekitar pukul 09.00 pagi. Sampai di rumah merawat barang dagangan yang kadang masih tersisa atau tidak laku, terkadang juga mengolah bahan-bahan yang sekiranya akan rusak menjadi masakan siap saji untuk dijual di rumahnya. Begitu terus setiap hari. 


Mbak Rah melayani pelanggannya yang jauh dari komplek kampung (saya dan seorang tetangga).


Lalu kenapa saya suka berbelanja di mbak Rah? Kenapa enggak ke pasar saja? Memang, barang-barang yang dijual mbak Rah sedikit lebih mahal dibanding yang di pasar. Namun bagi saya yang punya 2 anak kecil, untuk pergi ke pasar setiap hari tentu lumayan kerepotan. Harus menggendong si kecil yang masih batita dan berdesakan di sana, dan si kakak yang enggak mau ditinggal di rumah tiap kali saya mau ke pasar. Lalu jika ke pasar, waktu saya terbuang lebih banyak. Jika ke pasar bisa menghabiskan waktu setidaknya setengah jam, kalau belanja di mbak Rah paling cukup 5-10 menit sudah selesai belanja, selanjutnya langsung memasak. Saya butuh belanja cepat karena setiap hari harus mempersiapkan sarapan plus bekal anak ke sekolah. 

Tentu saja saya sangat berterima kasih kepada Mbak Rah. Apalagi dia rela menyambangi rumah saya yang letaknya cukup jauh dari perkampungan. Ya, dia hanya melayani saya dan seorang tetangga saya di mana letak rumah kami di luar kampung. Seperti pada gambar paling atas, rumah kami terletak di pinggir jalan raya yang terpisah dari rumah-rumah penduduk kampung. Tak ada warung sayur di dekat rumah kami. Pasar pun lumayan jauh. Sehingga jika mbak Rah tak lewat, tentu kami harus belanja sayur ke kampung atau ke pasar yang tentu saja butuh waktu lebih lama.


Hanya saja, kadang saya dan tetangga mengeluh, karena barang dagangannya itu-itu saja. Sehingga menu masakan harian saya pun, ya, itu-itu saja. Atau, kadang saya ingin memasak sayur A, ternyata sayur yang saya maksud sudah habis. Kadang saya butuh memasak agak banyak karena akan ada tamu, tapi barangnya tinggal sedikit. Saya kadang jadi berpikir, seandainya mbak Rah punya mobil pikap, tentu usaha jualan sayurnya akan lebih mudah berjalan dan akan berkembang. Barang dagangannya bisa lebih banyak dan beragam. Tubuhnya yang subur itu pun punya tempat yang cukup luas untuk duduk di jok mobil :). 

Tapi sayangnya saya juga tak bisa membantu apa-apa. 
Nah, tapi, belakangan ini saya tahu ada program dari BTPN (Bank Tabungan Pensiunan Nasional) yang bertajuk "Menabung untuk Memberdayakan". Program ini bisa kita ikuti di BTPN Sinaya (Sinaya kependekan dari 'Sinar yang Memberdayakan'). Artinya, dengan menabung di BTPN Sinaya kita bisa turut memberdayakan jutaan mass market di Indonesia yang terdiri dari para pensiunan, pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), serta masyarakat prasejahtera produktif melalui Program Daya. 

Biasanya, kan, kalau kita menabung untuk mencari keuntungan diri sendiri. Tapi di BTPN Sinaya ini, selain mendapat keuntungan pribadi, kita juga bisa membantu orang lain yaitu para mass market. Karena melalui tabungan kita di BTPN Sinaya, dana tabungan itu akan disalurkan kepada para mass market tersebut. Sehingga ada program sosial di sana; kita bisa turut memberdayakan banyak sekali mass market secara tidak langsung. 

Jika teman-teman ingin mengetahui lebih lanjut tentang program ini dan tertarik bergabung, teman-teman bisa mencoba simulasinya terlebih dahulu. Ini kita lakukan untuk mengetahui gambaran pertumbuhan dana tabungan kita yang akan disalurkan kepada pihak mass market. Seperti yang saya coba kemarin melalui smartphone. Mudah, kan, dengan menggunakan smartphone pun kita bisa mencobanya :).


Simulasi "Menabung untuk Memberdayakan" bersama BTPN Sinaya.

  1. Hal pertama yang kita lakukan adalah membuka laman http://www.menabunguntukmemberdayakan.com/ lalu klik "Mulai Simulasi". 
  2. Kemudian mulai simulasi dengan masuk menggunakan akun Facebook atau secara manual dengan mengisi nama, alamat email, dan bidang yang kita pilih untuk diberdayakan. Misal saya ingin membantu mengembangkan usaha jualan sayur mbak Rah, maka pilihan yang mendekati adalah bidang kuliner.
  3. Lalu pilih jumlah tabungan tiap bulan yang akan kita setor dan berapa lama kita akan menabung. Kalau saya, disesuaikan dengan kemampuan saya sendiri jadi saya coba angka Rp.500.000,00 untuk satu tahun.
  4. Setelah itu akan terlihat hasil simulasi kita. Untuk hasil saya, dengan menabung Rp.500.000,00 selama satu tahun, dana akan tumbuh menjadi Rp.6.145.086,00. 



Seperti dalam keterangannya, dana yang terhimpun dalam Tabungan Taseto Mapan (salah satu fitur di BTPN Sinaya) ini akan berkesempatan untuk turut memberdayakan masyarakat berpenghasilan rendah serta pelaku UMKM dalam meningkatkan potensi usaha mereka. Selain mendapat pinjaman modal, para mass market yang diberdayakan ini juga berkesempatan mendapat pelatihan dari pihak BTPN juga, lho, melalui Program Daya.

Nah, keren banget, kan, program dari BTPN ini? Selain menguntungkan diri kita sendiri, dana tabungan kita pun menjadi lebih berarti untuk orang lain. Hal ini juga bisa kita lakukan sebagai ungkapan terima kasih kepada mass market yang sangat membantu kehidupan kita sehari-hari :). 


Semoga program Menabung untuk Memberdayakan dari BTPN ini dapat meningkatkan kualitas usaha dan taraf hidup para mass market di Indonesia, seperti juga mbak Rah. Mass market memang sahabat kita semua, jadi mari kita rangkul bersama :).




Tulisan ini diikutsertakan dalam 
Lomba Blog "Terima Kasih Mass Market"



11 comments:

  1. Semua profesi baik ya mb, asal ga merugikan orang lain, termasuk tokoh yg diceritakan dlm postingan ini

    ReplyDelete
  2. Tukang sayur memang berjasa, mbaa :). Mba asyik tuh potonya gerak gerak. Hihii

    ReplyDelete
  3. kalo mass market gk datang, alamat harus ke warung padang lagi

    ReplyDelete
  4. saya juga terbantu banget sama penjual seperti Mbak Rah :)

    ReplyDelete
  5. jadi dengan menabung kita bisa saling membantu ya? simbiosis mutualisme...saling menguntungkan juga

    ReplyDelete
  6. lha apalagi saya Mak, tinggal di dekat hutan kalau nggak dikunjungi penjual, nggak makan. Tapi mereka nggak cuma modal otot, kerja cerdas juga, terbukti kalau pesan untuk besok bisa di sms :)

    ReplyDelete
  7. i love tukang sayur, ngebantu bgd lah mereka ya mbk,
    dan utk btpn, semoga semakin sukses agar semakin bnyak yg terbantu dg program membantu untuk memberdayakan ini

    ReplyDelete
  8. keren gambarnya hidup, mau dong diajarin he.........

    ReplyDelete
  9. Mbak2 tukang sayur itu bisa dibilang satu dari sekian pahlawan tanpa tanda jasa yg hadir di keseharian kita ya Mak. Kalo ga lewat sehari aja, haduuh jd repot harus belanja lebih jauh lagi.

    ReplyDelete

Terima kasih sudah berkunjung :)
Saya akan senang jika teman-teman meninggalkan komentar yang baik dan sopan.
Mohon maaf komentar dengan link hidup akan saya hapus ^^.

Kumpulan Emak Blogger

HALO BALITA


Ibu-ibu Doyan Nulis


Followers

Blogger Perempuan

Blogger Perempuan

Alexa Rank

© 2016 DeKa | Powered by Blogger | Template by Enny Law