Tuesday, 20 October 2015

Hujan dan Gubuk di Tepi Sawah



Gubuk di tepi sawah, secuil kenangan masa kecil ada di sini :)


Waktu itu, kami tinggal di desa. Jauh dari kota/kabupaten, jauh dari keramaian kota. Keadaan ekonomi pun sedang tak seberapa. Jadi maklum, jika kami tak punya kamera. Alhasil, kenangan masa kecil pun hanya terabadikan dalam pikiran dan hati semata.

Begitulah, mengapa saya membuat gambar seperti di atas. Saya tak bisa mencari foto-foto masa kecil saya (karena enggak ada, hiks!). Tapi, saya bisa mengingat serpihan kenangan-kenangan masa kecil itu, lalu mencoba menuangkannya dalam goresan pulpen untuk bercerita pada teman-teman. Tapi maaf, gambarnya mungkin memang tak sedap dipandang mata :D. 

*** 

Dua puluhan tahun yang lalu, saya yang berseragam putih-merah setiap hari Senin hingga Sabtu selalu melewati jalan kecil sekitar 2 kilometer menuju sekolah. Jalan itu kadang menanjak kadang pula menurun. Di satu sisi hamparan sawah, di sisi lainnya ada kebun tebu. Berjalan kaki, saya bersama dua teman saya hampir selalu berangkat dan pulang sekolah bersama-sama. Nining dan Samsiyah, begitulah nama mereka. Teman-teman yang baik, yang membuat hari-hari masa kecil saya selalu berwarna. 

Perjalanan pergi-pulang sekolah tak terasa melelahkan, karena kami selalu berbagi cerita. Tentang PR (pekerjaan rumah) yang diberikan guru, tentang cerita di buku-buku yang kami pinjam dari perpustakaan sekolah, tentang kelakuan kakak yang menyebalkan, tentang masakan ibu, dan semua-mua yang kami alami atau rasakan dalam keseharian. 

Kadang pula, kami saling memanggil dengan segerombol anak laki-laki teman sekolah yang ada di depan atau belakang kami. Ya, kami suka membentuk kelompok-kelompok kecil di sepanjang jalan. Itu kami lakukan agar kami tak memenuhi jalan. Karena jika bergerombol terlalu banyak, kami takut jika terserempet sepeda motor, truk, atau bus yang biasa melintas di jalan itu. Oya, bus itu adalah bus kesayangan warga desa kami, karena dialah satu-satunya moda transportasi umum yang bisa mengantarkan kami ke kota. 



Saya kesulitan gambar orang, jadi ngambil di sini saja, ya, untuk ilustrasi :)


Dan, saat yang paling berkesan buat saya adalah ketika hujan turun di saat pulang sekolah. Wuihh… kami akan berlari-lari kecil di jalan sambil bermain hujan. Lalu ketika sampai di suatu tempat, kami berhenti. Di sebuah gubuk di tepi sawah, di sanalah tempat pemberhentian kami. Gubuknya kurang lebih berukuran 2x3 meter, berdinding batu bata di ketiga sisinya, dan beratap seng. Di bagian depan hanya ada tembok seukuran pinggang anak SD. Saya tak tahu persis fungsi dari gubuk itu. Karena seringkali gubuk itu kosong kalau kami berangkat atau pulang sekolah. 

Kami suka berteduh di gubuk itu. Di sana, kami tertawa-tawa riang, memainkan air yang berjatuahan dari atap seng di telapak tangan kami, dan bercerita tentang apa saja. Kadang kami juga bermain tebak-tebakan tentang pelajaran di sekolah, atau bernyanyi. Kami suka menyanyikan lagu-lagu Nusantara, seperti yang diajarkan bapak/ibu guru kami. Seperti ini: 

”Gambang suling, ngumandang swarane. Tulat tulit, kepenak unine…”. 
Atau, 
“Bubuy bulan-bubuy bulan sangrai bentang, panon poe-panon poe disasate…”. 

Hemm… senangnya. 
Apakah kami merasa lelah selama 6 tahun pergi-pulang sekolah dengan berjalan kaki? Mungkin iya, tapi sedikit. Karena kami melakukannya dengan hati riang. Dan kini, lelah itu tak bersisa. Yang tersisa adalah kenangan indah, dan kerinduan akan masa-masa itu. Rindu akan kabar teman-teman masa kecil, rindu akan rambut Nining yang hitam bergelombang tapi kaku :D, atau bola mata Samsiyah yang bulat….

*** 

#499 kata







28 comments:

  1. Temen maasa kecilnya sama dgn namakuuuu, pasti orgnya cantik dan baik hati kek aku ya mbak. Buahahahaha narsis kaliiii yg komen *pissss
    Dikota apa masih ada ya gubuk kecil di sawah. Sawah susah slrg ditemui di perkotaan, pdhl kan hijau segerrrr dimata ya hihihi :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaa baik... sama kok kayak Mbak Nining yang ini, tenanggg :D
      kayaknya gak pernah liat tuh Mbak, liatnya cuma bangunan-bangunan dan kendaraan yang padet :)

      Delete
  2. kalau saya sedang berada di kampung papah juga rasanya nyaman banget kalau bisa santai-santai di gubuk deka sawah atau kolam :)

    ReplyDelete
  3. Anak laki2 suka usil ga mbak?? Biasa kalau hujan nendang2 air biar nyemprot ke anak perempuan :)

    Kalau saya pas SMP suka lewat jalan setapak tengah sawah. Dan ga taunya rumah suami saya ya dijalanan itu. Tapi kenalnya pas saya kelas 3 SMEA :).

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha.. iya, sama kayak gitu, Mbak, nendang2 air ke cewek :D
      hihihi... palingan waktu masih kecil suami Mbak suka liat pas Mbak lewat depan rumahnya :D emang rahasia Allah itu indah banget ya, Mbak :)

      Delete
  4. Seru Mak masa kecilnya. Iya saya juga jalan kaki lumayan jauh ke sekolah. Capek tapi seru tak tergantikan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Toss, Mak Lina. Tapi kalo Mak Lina sampe sekarang juga masih seneng jalan kaki ya, kayaknya. Soalnya suka menjelajah gunung2 :D

      Delete
  5. seruuu..
    bersyukr deh qt ya mak, bs ngerasain masa kecil yg begitu uwow.. jalan kaki ujan ujan, nikmat mana lg yg bs didustakan ?
    :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihihi... iya, Mak. Terasa uwoww banget ya setelah kita melewati itu semua bertahun-tahun yang lalu. Indah banget :)

      Delete
  6. senangnya, kalo saya menghabiskan masa kecil di kota jadi ga pernah dapat pengalaman seperti itu, :( sedih. by the way, ngomongin tentang teman juga nih, saya ada sedikit project kecil untuk ultah teman saya, berharap banget mbak bisa ikutan project nya, caranya gampang kok, tinggal leave comment yang isinya ngucapin selamat ulang tahun untuk teman saya ini di tulisan saya http://www.nissanov.com/2015/10/cerita-di-balik-piknik-dan-100-happy.html

    :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tapi pasti banyak cerita-cerita seru lainnya pas waktu kecil ya, Mbak :)
      btw saya sudah mampir di 2 postingan Mbak Nissa, tuh :)

      Delete
  7. Klo udah denger gambang suling rasane adeeem ni ati

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihihi... samaaa Mbak... saya juga seneng banget denger lagi itu :)

      Delete
  8. masa kecil saya juga tinggal di desa mbak, jalan kaki ke sekolah mulai dari SD sampai SMA tapi rasanya tetap menyenangkan :)

    salam kenal mbak diah :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tosss lagi, nih :D
      tapi waww...sampe SMA? Hebat nih, Mbak Irawati. Iya ya, kalo sudah terbiasa itu ya menyenangkan aja ngejalaninnya :)

      Salam kenal kembali, Mbak Ira :)

      Delete
  9. ahhaiii....
    saya juga pernah itu mbak, ujan-ujanan habis sekolah.
    tapi langsung basah-basahan sama teman-teman, sepatunya dijinjing.
    seruuu

    Salam kenal ya mbak...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehe... ternyata banyak yang senasib ya :D
      iya, kadang saya juga basah-basahan aja. Seru pokoknya :)

      Salam kenal kembali, Mbak Rohma :)

      Delete
  10. Kalau saya sih kenangan pas kecil itu bisa main bareng temen, main sampe sore, main di sungai, main di sawah, kebersamaannya itu bener bener dapet. Kalau sekarang mah beda, anak kecil ajah udah pinter mainan smartphone.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaa kalau dulu kebersamaan dgn teman-teman emang lebih "dapet" :)

      Delete
  11. pasti kenangan tersebut ga bisa di lupain ya, seru ya jamanan nya sekolah, kalo di ceritain sama anak- anak pasti deh lebih seru lagi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Mbak, banyak banget kenangan masa sekolah yg gak bisa dilupain. Iya suatu saat mungkin akan sampai juga ke telinga anak2.. :)

      Delete
  12. Sekolah SDku gak dekat dg swah, jd gak ada adegan mirip kaya mba

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihihi.. Jadi adegannya di pinggir laut atau di mall, Jiah? :D

      Delete
  13. ya Allah...jadi teringat masa kecil baca ini...hiks hiks....masa-masa yang gak akan terulang kembali...*pikiran sedang kembali ke masa lalu....:D

    Btw, sukses GA nya ya, Mbak...miss you...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe.. Masa kecil yg penuh dengan kenangan indah, ya, Mbak.
      Makasih, Mbak Nunung.. Missss you toooo :*

      Delete
  14. "Kami suka berteduh di gubuk itu. Di sana, kami tertawa-tawa riang, memainkan air yang berjatuahan dari atap seng di telapak tangan kami, dan bercerita tentang apa saja"
    .
    Mirip bgt saat masa kecil dulu. Tapi gubuk kami beratap rumbia. bukan seng

    ReplyDelete
  15. Senangnya ya, masa kecil mba begitu seru.

    Terima kasih sudah ikutan

    ReplyDelete

Terima kasih sudah berkunjung :)
Saya akan senang jika teman-teman meninggalkan komentar yang baik dan sopan.
Mohon maaf komentar dengan link hidup akan saya hapus ^^.

Kumpulan Emak Blogger

HALO BALITA


Ibu-ibu Doyan Nulis


Followers

Blogger Perempuan

Blogger Perempuan

Alexa Rank

© 2016 DeKa | Powered by Blogger | Template by Enny Law