Sunday, 7 September 2014

[REVIEW] MOMMYLICIOUS, Lezatnya Menjadi Mama






Beberapa waktu yang lalu mbak Arin pernah mengomentari blog saya. Katanya, keren sekarang blog saya banyak review bukunya. Hehe.. itu saya lagi kumat rajinnya aja, kok. Kemudian selang beberapa hari, saya mendapatkan buku seperti gambar di atas itu dari mbak Arin. 

Yap, (lagi-lagi) saya menang kuis berhadiah buku! Alhamdulillah, saya menjadi salah satu pemenang dalam rangka bagi-bagi buku terbarunya mbak Arin ini. So, saya otomatis jadi semacam “berhutang” pada mbak Arin. Saya suka mereview buku, trus masa sih dikasih buku gratisan gak direview juga? Kebangetan!! Hehe.. maka dengan senang hati, inilah review saya tentang buku keren tersebut. 

Emm.. sebelumnya, ada yang belum tahu siapa mbak Arin? Itu lho, Srikandi Blogger Inspiratif 2014. Nama lengkapnya Murtiyarini, namun lebih akrab dengan panggilan Arin. Saya telah mengenal mbak Arin (meski baru di dunia maya saja) sejak akhir 2012 lalu. Beliau aktif menulis tentang parenting untuk media massa, juga di blognya. Mbak Arin juga sering banget menang lomba/kontes blog dengan berbagai tema, bahkan sempat dijuluki ratu kontes :D. Dulu saya juga pernah berkomentar di blognya, bahwa “eman” banget kalau tulisan-tulisan mbak Arin tidak dibukukan, soalnya tulisannya memang keren-keren dan inspiratif. 

Eitss… tapi sebentar dulu, ini bukan buku solonya mbak Arin aja, sih, melainkan ditulis berdua (duet) bersama mbak Rina Susanti. Tentang mbak Rina, jujur saya belum begitu dekat dengan beliau. Kalau ingat mbak Rina, saya justru ingatnya bunga anggrek. Hehe.. iya, soalnya pertama kali berkunjung ke blognya, saya membaca postingan beliau tentang bunga-bunga anggrek yang cantik di rumahnya. Setelah itu, beberapa kali saya juga tahu nama mbak Rina menang dalam lomba-lomba menulis. Dan ternyata, mbak Rina ini juga hampir sama dengan mbak Arin. Beliau juga aktif menulis tentang parenting, baik di blog maupun untuk media massa. 

Oke, mari berbicara tentang bukunya :) 
Buku ini berjudul “@Mommylicious_ID, Catatan Dua Mama, Beda Cerita, Kaya Rasa”. Buku ini ditulis oleh dua sahabat (mbak Arin dan mbak Rina), yang dulunya sama-sama sebagai working mom, namun sekarang mbak Rina menjadi full day mom. Lihat kavernya, saya suka! Gemes pas lihat ilustrasinya yang unyu. Gambarnya mewakili dua penulisnya beserta putri mereka masing-masing. Kemudian di bagian bawah kaver depan ada endorsement dari Pimred Ayahbunda! Di kaver belakang pun ada endorsement dari Maulita Iqtianti dan Meta Handindita. Waw, memang keren ini buku, ya :) 

Saya menyebut working mom-full day mom di atas bukan berarti buku ini berisi tentang kedua label itu saja, tetapi buku ini lebih banyak bercerita tentang dunia parenting sesuai bidang yang selama ini mereka tekuni melalui tulisan. Mulai dari pengalaman melahirkan anak pertama, tentang perjuangan memberikan ASI, perawatan bayi, mendidik anak dalam masa balita dan masa sekolah, dan tentu masih banyak lagi sisi-sisi lain dalam dunia parenting. Semuanya berdasarkan kisah dan pengalaman kedua penulis dalam membesarkan anak-anak mereka. 

Saya salut pada dua penulis ini, yang sepertinya memang jujur banget dalam menceritakan kisah-kisah mereka. Seperti misalnya mbak Rina yang bercerita tentang putri sulungnya Azka yang tantrum di sebuah pameran yang tentu saja membuat malu kedua orangtuanya, atau mbak Arin yang digambar Cinta dengan garis bibir yang melengkung ke bawah karena kata Cinta mamanya sering marah. 

Menurut saya, cerita-cerita yang jujur seperti ini justru memberikan contoh pembelajaran yang mengena. Bahwa, ya seperti itulah kenyataannya, nggak selalu manis kisah-kisah antara ibu dan anak. Kadang anak itu ngeselin, mengecewakan, bikin kita marah. Tapi dari semuanya kita seharusnya bisa mengambil pembelajaran dan hikmahnya. Ada beberapa bagian cerita yang bikin saya haru, misalnya seperti cerita mbak Rina Susanti ini: 
“Aku mau disuapin Mama!” teriak Azka makin kencang.  
“Kalau mau sama Mama tunggu sampai Dede bayinya selesai menyusu.”  
“Nggak mau! Aku mau sekarang!” tangisnya makin keras. …  
“Aku mau makan disuapin Mama.”  
“Iya, tapi tunggu!” (hal. 30).

Oohh… adegan ini persis banget seperti antara si sulung saya Faiq dan saya. Hiks… Kita sebagai ibu memang harus pandai-pandai berbagi kasih sayang untuk si kakak dan si adik. 

Atau cerita ketika Cinta (sulung mbak Arin) berpisah dari daycare yang menjadi rumah keduanya sejak bayi hingga usia 6 tahun. Huhuhu… saya mewek. Dan lebih mewek lagi ketika baca “Farewell Dua Mama” yang ditulis oleh mbak Arin, yang bercerita tentang keputusan mbak Rina untuk melepas pekerjaan kantornya. 
“Jangan nyinyir pada ibu bekerja ya, Rina,” kataku berseloroh.  
“Enggaklah, aku pernah merasakannya. sebaliknya, kamu jangan anggap remeh ibu yang di rumah saja ya,” Rina membalas sambil tertawa.  
…  
“Don’t say goodbye. Kita bisa bertemu saat liburan. Dan chatting sepanjang hari seperti biasanya.” (hal. 158-159).

Udah. Saya banjir air mata :D. 
Selain itu masih banyak kisah-kisah dan ilmu-ilmu lain dalam buku ini. Tentang bagaimana sistem pembelajaran di sekolah masa kini yang lebih manusiawi, lebih menghargai anak, tentang me time seorang working mom, pandangan tentang working mom dan full day mom, dan lain-lain. Kalimat-kalimat inspiratif, jangan ditanya. Meski modelnya cerita, tapi banyak banget kalimat-kalimat penuh inspirasi di buku ini. 

“Menjadi orang tua ibarat memegang teguh kendali layang-layang. Bagaimana kita bisa menerbangkan layang-layang itu ke langit biru. Menjaga keseimbangannya saat sudah di atas. Menguatkan talnya agar tidak putus. Membuat layang-layang sebaik mungkin hingga saat badai dating dapat bertahan, dan tetap terbang seusai badai berlalu, menikmati kembali sinar matahari yang cerah.”  
"It’s a long, long journey.
Have a great experience of being a mother. 
It’s mommylicious!” (Murtiyarini). (hal. 171).

Beberapa kali saya menjumpai ada perubahan kata ganti orang pertama dari “saya” ke “aku”. Kemudian ada pula beberapa typo. Tapi overall, buku ini keren sangat. Inspiratif, banyak ilmu di dalam cerita-cerita yang dibagi. Ceritanya mengalir, renyah, dan tanpa menggurui. Banyak cerita-cerita lucu dan menggelikan dari tingkah polah anak-anak, tapi ada juga cerita yang menyedihkan, atau menguras air mata. Tapi yang pasti, cerita-cerita dalam buku ini nggak ada yang nggak bagus dan inspiratif. Jadi bingung mau mengutip yang mana :D. Kalau mau ditulis semua jadinya ntar rewrite, dong -_- jadi mending teman-teman beli sendiri, deh. Dijamin nggak rugi baca buku ini :) 

Buku ini cocok sebagai teman para mama dalam menjalani suka dukanya mendampingi anak dan suami. Cocok juga buat para calon mama, agar lebih siap jika kelak menjadi mama. Buat para suami atau calon suami pun oke, agar mereka lebih memahami peran seorang mama dan menghargainya.
Recommended!


Tentang Buku: 
Judul Buku : MOMMYLICIOUS, Catatan Dua Mama, Beda Cerita, Kaya Rasa 
Penulis : Murtiyarini & Rina Susanti 
Penerbit : Bhuana Ilmu Populer (Kelompok Gramedia) 
Cetakan : Pertama, Juli 2014 
Tebal : 174 halaman 
ISBN: 978-602-249-680-9 
Harga : Rp.39.000,00.


Dapet dari mbak Arin, dengan tulisan spesial :)



20 comments:

  1. wah bukunya kelihatanya menarik, kebetulan saya belum jadi ibu :D makasih sudah berbagi dg menulis reviewnya :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Menarik banget menurut saya, Mak.. iya, bisa bekal untuk jadi ibu kelak :)

      Delete
  2. Reviewnya menarik Mbak... Aku sudah menjadi ibu tetapi belum mempunya momongan...tetapi aku menyukai dunianya parenting... Sehari2 aku dikelilingi oleh para keponakan yang lucu2... Dari sana aku bisa belajar bagaimana sih menjadi orangtua yang baik itu? Dan biarpun aku belum punya momongan bukan berarti aku tak ingin mengetahui tentang dunia anak2 dan parenting lho... Selalu berkomunikasi dan berinteraksi dengan para keponakan membuka wawasan bahwa sesungguhnya kita bisa belajar menjadi orangtua yang baik dimanapun dan kapanpun waktunya... nice post...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih, Mak..
      iya, di manapun dari manapun dan kapanpun emang bisa belajar ya Mak kalau niat..
      btw, semoga lekas dikaruniai momongan ya Mak..

      Delete
  3. Dear mbak, wah kayaknya seru nih bukunya ya! Makasih reviewnya mbak, bermanfaat :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, seru dan bermanfaat menurut saya. makasih kunjungannya ya, Mbak :)

      Delete
  4. Aiiih aiih aiiihh aku mau bukunya dooooong,,, mak :). Bagus dan menarik nih bukunya untuk mommy kece seperti saya hehehe.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yup yup... cocok banget buat mama kece seperti mak Tinanic :)
      buruan beliii.... hehe.. persis mbak-mbak sales ya saya :D

      Delete
  5. Penasaran jg baca bukunya nih setelah bbrp kali baca review dr para emak :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. hihihi... asyikk.. berarti review saya juga turut mempengaruhi mak Irma buat baca :)
      ayo diburu bukunya, Mak...

      Delete
  6. terima kasih reviewnya mbak Diah....:)) *hugs*

    ReplyDelete
    Replies
    1. sama-sama, Mbak Rina.. :)
      hugs too... peluk Azka sama Khalif juga yaa.. :))

      Delete
  7. Siap2 berburu ke Toga Mas. Tengkiu ya mak. Reviewnya indah banget

    ReplyDelete
    Replies
    1. makasihhh dibilang indah :))
      selamat belanja buku, Mak :)

      Delete
  8. Wah, jadi tambah penasaran sama buku ini.

    ReplyDelete
    Replies
    1. hihihi.. asyikkk... review saya bantu bikin penasaran :)

      Delete
  9. idem sama mak Ika Koentjoro, penasaran sama bukunya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah... mak Dewi belum baca juga yaa.. semoga lekas bisa baca bukunya duo mama keren ini yaa :)

      Delete

Terima kasih sudah berkunjung :)
Saya akan senang jika teman-teman meninggalkan komentar yang baik dan sopan.
Mohon maaf komentar dengan link hidup akan saya hapus ^^.

Kumpulan Emak Blogger

HALO BALITA


Ibu-ibu Doyan Nulis


Followers

Blogger Perempuan

Blogger Perempuan

Alexa Rank

© 2016 DeKa | Powered by Blogger | Template by Enny Law