Saturday, 15 February 2014

Nge-Bebek Pedas: Muka Jelek? Ah, Peduli Amat!



credit


Bebek? Emm... saat ini kalau saya denger kata “bebek” pasti terbayangnya langsung: bebek goreng! Hahaha... iya, saya memang suka banget sama menu yang satu itu. Bahkan beberapa waktu yang lalu saya sempat dibuat malu sendiri gara-gara hal itu.

Ceritanya, ketika saya lagi nungguin si kecil sekolah, kami para ibu asyik ngerumpi. Nah, ketika saya mendengar salah satu ibu bilang “bebek” saya langsung nyahut, “Lha deket situ kan ada, Mbak, warung bebek baru. Enak lho masakannya, empuk lagi dagingnya!” kata saya mempromosikan. Eeeeh... ternyata si ibu bukannya nyari warung bebek, tapi dia menanyakan di mana tempat orang jualan bebek (hidup). Haduuhhh... dasar, ya, saya, yang dipikirin cuma makanan aja :D

Ya, begitulah. Saya jatuh cinta pada sajian bebek goreng sejak saya tinggal di Surabaya. Memang, di Surabaya dan sekitarnya kuliner ini bukan barang yang asing. Banyak resto yang menyediakan kuliner yang satu ini. Bahkan setiap sore tiba, banyak juga warung kaki lima yang menyediakan sajian ini. Kenapa bukanya sore hari? Saya sendiri juga belum tahu kenapa :) tapi menurut saya memang kuliner ini lebih enak disantap waktu malam hari, sih :)


Salah satu warung kaki lima yang menyediakan menu bebek goreng di dekat rumah saya, Sidoarjo.

Dulu ketika saya masih tinggal di Solo (tempat kelahiran saya), saya jarang menemui kuliner ini. Pernah sih beberapa kali makan di rumah saudara, tetapi kenangan saya tentang olahan bebek di Solo berbeda dengan saat di Surabaya. Dulu saya pikir bebek itu bukan menu yang istimewa, karena dagingnya alot, susah dibikin empuk. Tetapi sekarang, saya ketagihan. Karena di Surabaya dan sekitarnya, bebek bisa diolah menjadi menu yang istimewa. Dagingnya empuk, rasanya gurih, ah pokoknya lezat banget, deh :)

Menu bebek goreng di Surabaya dan sekitarnya selalu disajikan bersama nasi (tentu saja), serundeng (kelapa parut berbumbu yang digoreng), lalapan dan sambal. Lalapannya berupa sayur kol, ketimun, kacang panjang, dan daun kemangi. Nah, kemudian, sambalnya itu yang bikin bebek gorengnya jadi tambah mantap. Perpaduan daging yang empuk dan gurih, ditambah rasa pedas yang menyertai. Hemmm... klop banget... maknyussss :D. Apalagi kalau sambalnya super pedas, duh, sensasi pedasnya itu lho yang menambah nikmat. Pokoknya bisa bikin kita nggak peduli dengan sekitar deh meskipun muka jadi jelek karena kepedesan :D (padahal muka aslinya udah jelek, haha..).


Penampakan bebek goreng bersama pelengkapnya di warung kaki lima.

Ini ekspresi nggak kepedesan, soalnya lagi nggak berani makan pedas (lagi hamil, hehe..)


Eh tapi tapi tapi.... Ketika kemarin baca GA-nya mak Myra Anastasia tentang Bebek Judes, saya kok jadi ngiler ya lihat penampakan bebek goreng plus sambalnya itu... Kayaknya pedasnya nendang banget, deh. Secara sambalnya banyak, trus ada juga yang sambanya dibalur ke seluruh dagingnya gitu. Wuiihh.... bisa dibayangkan gimana nikmatnya :). Soalnya selama ini saya belum pernah menemukan penampakan bebek goreng yang semacam itu. Biasanya ya sambalnya terpisah. Oiya, malah ada juga bebek bakar yang tampaknya nggak kalah mantap. Duhhh... jadi pengen... ;)



Contoh menu di Resto Bebek Judes


Hemmm.... Ternyata nama resto yang jualan bebek pedas seperti di foto itu adalah Resto Bebek Judes. Eh? Apa itu Judes? Ooh, ternyata Juara Pedas :). Wah, pasti sambalnya bener-bener pedas, nih. Pedasnya juara! Hehe... mungkin gitu yaa.... Menu di resto ini macam-macam. Ada Bebek Goreng/Bakar, Bebek Sambal Ijo dan Balado, Bebek Perawan Kramazz, Bebek Perawan Gejrot, dan lain-lain. Unik juga ya namanya, Bebek Perawan. Apa pula itu, ya? Saya juga belum tahu :).


Daftar menu di Resto Bebek Judes


Selain itu ada juga menu di luar menu bebek, seperti Ayam Goreng/Bakar, KungCo (kangkung tauco), Sayur Asem, Nasi Merah Goreng, dan lain-lain. Resto ini pusatnya ada di Jakarta, tapi sudah punya beberapa cabang di daerah. Seperti di Bekasi, Bandung, Cirebon, Tangerang, Bogor, Depok, dan Semarang. Tapi sayangnya di Surabaya dan sekitarnya ternyata belum ada :(. Oiya, yang paling penting, nih, resto ini sudah mengantongi sertifikat halal dari MUI (Majelis Ulama Indonesia) Propinsi Jawa Barat. Jadi aman deh kalau mau makan di sana :).




Nah, kalau suatu saat resto ini sudah hadir di Surabaya dan sekitarnya, saya pengen banget deh nyobain menu-menu di sana. Lagian harganya juga masih lumayan bersaing dengan harga di warung-warung kaki lima (sesuai kantong saya maksudnya ;) ). Kalau di kaki lima berkisar antara 10 ribu hingga 15 ribu, di Resto Bebek Judes ini sekitar 20 ribu-an. Nggak mahal kan kalau sajiannya bener-bener seperti di foto-fotonya itu?

Akhirnya, semoga owner dari Resto Bebek Judes mas Adhi Widianto membaca postingan saya ini ;) ditunggu cabang resto-nya di kota Surabaya atau di sekitarnya, ya. Biar saya bisa ikut nyicipin menu-menu yang bikin saya ngiler itu, terutama menu Bebek Perawan. Saya sudah siap kok berpedas-pedas ria. Muka jadi jelek karena kepedesan? Ah, peduli amat! Yang penting nikmat. *sambil ngibasin tangan :p




10 comments:

  1. hahhahaaa iyaaaa kalo makan pedas tu muka jadi ancur tapi enaaakkkk bangeeddd yaaaa :-D

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya Mbak, pengalaman soalnya.. hehehe....

      Delete
  2. Keringat ngucuuur dimana2 ya mak, kalau sudah makan pedess,,, huaaahhh..... sukses ga nya mak,,,

    ReplyDelete
    Replies
    1. yup, trus mulut jadi gak karuan rasanya. tapi pengen nambah terus, hehhehe.....
      makasih ya Mak.. sukses juga untukmu :)

      Delete
  3. Kenapa ya bebek itu enaknya emang pedess

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya Mak... kalo nggak pedes kurang maknyusss gitu :D

      Delete
  4. Terima kasih untuk partisipasinya. Tercatat, ya :)

    ReplyDelete
  5. Manteeep Mak pedasnya itu, tapi saya kurang suka pedas hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehe... gitu ya? kalo saya suka pedes sih sebenernya, tapi kadang perutnya gak kuat :)

      Delete

Terima kasih sudah berkunjung :)
Saya akan senang jika teman-teman meninggalkan komentar yang baik dan sopan.
Mohon maaf komentar dengan link hidup akan saya hapus ^^.

Kumpulan Emak Blogger

HALO BALITA


Ibu-ibu Doyan Nulis


Followers

Blogger Perempuan

Blogger Perempuan

Alexa Rank

© 2016 DeKa | Powered by Blogger | Template by Enny Law