Friday, 22 March 2013

Mendidik Anak Melalui Permintaannya


Namanya saja anak-anak, pasti banyak permintaannya. Minta mainan, minta jajan, minta jalan-jalan, dan lain-lain. Dan biasanya, kalau permintaannya tidak terpenuhi mereka akan terus merengek dan bahkan bisa jadi langsung menangis. Kita sebagai orang tua seringkali bingung bila tak dapat memenuhi permintaannya.


Namun, apakah kita akan mengabulkan setiap permintaan dari anak? Merasa kasihan bila permintaan mereka tak dapat kita penuhi? Atau bahkan merasa bersalah bila tak dapat memenuhinya? Tentu kita sebagai orang tua mempunyai patokan-patokan tersendiri dalam memutuskan apakah kita akan memenuhi permintaan anak, atau tidak.


Kebetulan anak saya Faiq (2 tahun 11 bulan) suka jalan-jalan. Baik jalan-jalan dengan kaki mengelilingi perumahan di pagi hari, jalan-jalan di lingkungan perumahan dengan sepeda motor, atau jalan-jalan ke tempat wisata. Pokoknya dia suka sekali dengan aktivitas jalan-jalan. Namun apakah setiap dia minta jalan-jalan akan saya penuhi permintaannya itu? Tunggu dulu. 


Foto Faiq waktu jalan-jalan di Taman Safari Prigen, Pasuruan


Bila si kecil minta jalan-jalan, akan saya tanya dulu, mau jalan-jalan ke mana? Apakah saya tidak sedang repot? Apakah badannya sehat atau sedang sakit? Apakah waktunya pas? Misalnya ingin jalan-jalan ke tempat wisata sedangkan cuaca sangat mendung, mungkinkah? Di usianya yang masih balita itu si kecil sudah saya biasakan untuk bermusyawarah dan saya menghargai setiap pendapatnya. Kalau ada yang salah, sudah pasti saya akan meluruskannya.

Aktivitas jalan-jalan, meskipun kelihatannya sepele apalagi hanya di lingkungan terdekat, namun harus ada persiapan. Hal itu untuk menciptakan suasana yang menyenangkan dan permintaan anak terpenuhi tanpa rasa kecewa. Misalnya, hampir setiap pagi Faiq minta jalan-jalan mengelilingi perumahan. Dia sudah hafal apa saja yang perlu disiapkan. Dia akan buang air kecil terlebih dahulu, mencuci muka, minta dirapikan bajunya, lalu mengambil topi, dan terakhir, berpamitan ke seluruh naggota keluarga. Tak lupa dia membawa mobil-mobilan atau mainan apa saja yang bisa diajak jalan-jalan :) Bila ada yang terlupa, tinggal saya yang mengingatkan. Saya akan tahu apakah dia senang dengan jalan-jalannya atau tidak, setelah dia pulang. Dan hampir setiap pulang jalan-jalan dia selalu ceria, berceloteh riang tentang apa saja yang dilihatnya di jalan.


Lain lagi bila si kecil minta jalan-jalan ke tempat wisata. Tentu harus lebih matang persiapan jalan-jalannya. Saya dan dia sama-sama mempersiapkan diri masing-masing. Saya mempersiapkan apa saja yang perlu dibawa, sedangkan dia mempersiapkan dirinya sendiri. Sebelum berangkat saya akan berpesan, “Nanti Faiq main-main ya di sana, kalau haus atau lapar makan ini (saya tunjukkan jajanan yang dibawa sendiri). Kalau sudah capek kita pulang.” Atau kalau mau pergi ke kebun binatang, saya bilang, "Nanti Faiq lihat banyak binatang di sana, kita main-main ya sama mereka." Sehingga si kecil akan tahu apa yang akan dilakukannya di sana, ingat waktunya pulang, dan tidak merengek minta dibelikan jajanan di tempat wisata. Saya membiasakan anak untuk tidak suka membeli jajanan di luar rumah, apalagi di tempat-tempat yang masih asing baginya. Selain membiasakan anak untuk tidak konsumtif, agar terjaga pula perutnya dari makanan yang saya tidak tahu tentang higienitasnya. 


Aktivitas jalan-jalan juga banyak manfaatnya. Selain mendidik anak dalam hal pemenuhan atas permintaannya, jalan-jalan adalah sebagai sarana bagi orangtua untuk mengenalkan alam yang lebih luas terhadap anak, mengenal berbagai macam binatang, dan mengetahui hal-hal baru yang belum diketahui anak ketika dia di rumah.


Jalan-jalan di alun-alun kota: murah meriah


Di tengah laut, untuk melatih keberaniannya
Jalan-jalan di laut untuk mengenal alam lebih luas


Memenuhi atau tidak memenuhi permintaan dari anak adalah untuk melatih kebiasaannya. Bila kita membiasakannya untuk memenuhi permintaan yang baik dan sesuai untuknya, dia akan terbiasa pula meminta hanya yang baik-baik dan sesuai untuknya saja. Selain itu kita mendidiknya untuk belajar tentang sebab-akibat. Dia akan tahu bila meminta sesuatu, inilah akibatnya, atau itulah yang akan terjadi. Bila dia belum tahu akibatnya, kitalah yang akan mengarahkannya. 

Dengan pembiasaan itu, anak juga akan terlatih berfikir cerdas. Dia akan mampu memilih mana permintaan yang kira-kira dapat diajukannya kepada orang tua, atau bahkan kepada teman dan orang lain. Kecerdasan interpersonal dan intrapersonalnya akan berkembang. Dia akan mengerti situasi dan kondisi orang tua dan mampu menghargai orang lain. Pembiasaan itu juga termasuk salah satu cara dalam menstimulasi kecerdasan anak.

Untuk menunjang stimulasi kecerdasan anak, mengonsumsi vitamin Seven Seas merupakan pilihan yang sangat bagus. Karena vitamin ini mengandung DHA dan multivitamin yang baik untuk perkembangan otak anak. Seven Seas juga mengandung Omega-3 yang membantu pertumbuhan otak, melindungi sel-sel otak, serta memastikan otak dan retina mata bekerja dengan optimal (membantu meningkatkan perkembangan otak).

Karena si kecil sering mengajukan permintaan yang kadang tak terduga, maka kita sebagai orangtua harus pula siap setiap saat. Bagaimana harus menyikapinya, mengabulkan atau mengalihkan permintaannya. Agar dia (dan juga kita sendiri) menjadi anak dan orangtua yang semakin cerdas.



Tulisan ini diikutkan dalam Kontes Blog "Moms and Baby's Diary"

 

4 comments:

  1. bagus mb, hampir mirip dengan ilmu yang di dapat dari suhu lomba hihi
    semoga menang ya, mas faiq ntar minta jalan2 ke kudus ya sama bunda :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih guruku sayang :)
      aamiin... selalu ku-amin-kan doanya, hehe. Pasti seneng kalau Faiq diajak jalan-jalan jauuuuuh.. apalagi kalau naik kereta. hemmm... kapan ya ke Kudus? doakan saja ya, siapa tau kesampaian. Allah kan yang Maha Mengatur ya mbak? :)

      Delete
  2. Biar lebih lama naik keretanya ke Bandung sekalian ya mas Faiq, he.........semoga menang ya mbak

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehehhe... ke rumahnya budhe Tini yaa... jauh dan asyik pastinya :) aamiin.. makasih mbak do'anya..

      Delete

Terima kasih sudah berkunjung :)
Saya akan senang jika teman-teman meninggalkan komentar yang baik dan sopan.
Mohon maaf komentar dengan link hidup akan saya hapus ^^.

Kumpulan Emak Blogger

HALO BALITA


Ibu-ibu Doyan Nulis


Followers

Blogger Perempuan

Blogger Perempuan

Alexa Rank

© 2016 DeKa | Powered by Blogger | Template by Enny Law